
“Bawa kemari laporan yang kalian kira mencurigakan, aku akan mengeceknya secara langsung siapa saja yang berjaga sesuai laporannya dan siapa saja nama pengungsi yang tidak di data saat di gerbang perbatasan.” Ucap Xiu Bai mengulurkan tangannya.
Bai Han dan Duan Du pun langsung memberikan dua data yang pernah ia baca dan memiliki 30% kemiripan.
Tap..!!
“Hemm..!! Pada tanggal 089 di hari yang sama, Kota Liwen di masuki oleh 97 pengungsi ya,” gumam Xiu Bai yang baru selesai membaca data yang di laporkan Kota Liwen.
“Lalu data dari 10 gerbang perbatasan di hari dan tanggal yang sama, dari setiap gerbang menuli rata-rata yang masuk 8 pengungsi, jika di total 80, artinya sisanya yang berjumlah 17 bisa di curigai adalah mata-mata,” sambung Xiu Bai terlihat tersenyum tipis.
“Jika begitu kita periksa dari para penjaganya terlebih dahulu dan kebetulan aku tahu orang yang cocok untuk mengintrogasi para penjaga ini,” gumam Xiu Bai yang langsung melambaikan tangannya.
Dret..!! Wuss wuss..!!
...
Tap tap..!!
Xiu Bai langsung muncul di depan Ji Zian yang terlihat sedang berlatih di lapangan mansion tempat tinggalnya yang baru bersama keluarganya.
“Tuan Asura,” sapa Ji Zian langsung menekuk lutut kanannya dan menjatuhkan lutut kirinya, tanda ia memberikan salam ke Penguasanya.
“Bangunlah, lain kali jika ingin menyapa, biasa saja, jangan sampai berlutut,” ucap Xiu Bai langsung mengangkat tubuh Ji Zian dengan energi halusnya.
“Baiklah, aku langsung saja ke inti dari kedatanganku kesini, walau ini merusak jam istirahatmu, karena kau juga baru tiba. Aku tak tahu kepada siapa lagi aku meminta bantuan yang cocok selain dirimu,” ucap Xiu Bai.
Mendengar itu, Ji Zian sedikit bingung dengan bantuan apa yang Xiu Bai minta, walau begitu, ia tentu saja tidak akan menolak perintah Tuannya.
Melihat wajah Ji Zian yang bingung, Xiu Bai pun langsung melangkah dan di ikuti oleh Ji Zian tanpa banyak tanya.
Tap tap..!!
“Aku dengar dari putraku Ye'er, kau sangat pandai dalam mengintrogasi seseorang hingga membuat mereka buka mulut, saat kau masih membantu putraku mengelola Distrik ke 3. Apakah itu benar?” Tanya Xiu Bai melirik Ji Zian sambil terus melangkah.
“Eeh,, mungkin Tuan muda Ye terlalu berlebihan Tuanku, saya tidak seahli atau sepandai itu, itu hanyalah keberuntungan saja.” Jawab Ji Zian langsung merendah.
Bruk..!!
“Jangan terlalu merendah, jawab saja jika kau bisa melakukan pekerjaan seperti ini, maka aku akan menempatkanmu dalam Devisi Introgasi. Jika kau setuju, maka kau bisa menjadi pemimpinnya dan kau boleh merekrut sebanyak yang kau inginkan menjadi bawahanmu. Dengan begitu kau juga bisa mempunyai pekerjaan tetap yang bisa menghidupi keluargamu tanpa beban.” Ucap Xiu Bai langsung menepuk pundak Ji Zian.
Ingin rasanya Ji Zian di pekerjakan oleh agar bisa menghidupi keluarganya tanpa di bantu lagi oleh Tuannya. Dan kini apa yang ia harapkan muncul di depan matanya.
“Tentu Tuan, kau bisa mempercayakan pekerjaan seperti ini kepada saya, saya tidak akan mengecewakan anda,” ucap Ji Zian dengan nada bersemangat.
Xiu Bai pun mengangguk puas melihat semangat Ji Zian.
“Bagus, karena kau setuju, maka kita lihat bagaimana kinerja pertama mu, ayo ikuti aku. Saat ini ada lebih dari puluhan yang perlu kau introgasi,” ajak Xiu Bai langsung melayang ke udara.
“Eeh,, tunggu dulu Tuan, saya perlu membawa alat-alat saya jika ingin melakukan introgasi saat ini juga,” ucap Ji Zian sedikit panik, lantaran alat-alatnya ia tinggalkan di mansion tempat tinggalnya.
Mendengar itu, Xiu Bai pun berhenti dan mengerutkan keningnya.
“Alat? Alat apa maksudmu?” Tanya Xiu Bai heran, lantaran apakah perlu alat untuk melakukan introgasi.
Tapi karena penasaran, Xiu Bai pun menganggukkan kepalanya. “Baiklah bawa semua alatmu, akan ku tunggu di sini.” Ucap Xiu Bai.
Ji Zian pun langsung melesat ke dalam mansionnya.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Tak lama ia pun kembali dengan wajah tersenyum bahagia.
“Mana alat yang kau maksud Ji Zian, bolehkah aku melihatnya?” Tanya Xiu Bai penasaran alat apa yang di maksud Ji Zian untuk melakukan introgasi.
Sret..!!
“Ini dia Tuan, alat yang biasa saya gunakan untuk mengintrogasi seseorang agar cepat membuka mulutnya,” ucap Ji Zian tersenyum lebar.
Xiu Bai yang melihat alat yang di maksud, langsung tersenyum kecut sambil bergumam. “Apakah tidak bisa aku mendapat bawahan yang sedikit normal. Kenapa semua bawahanku tidak ada yang normal,” umpat Xiu Bai dalam hati.
Ilustrasi Alat Introgasi Milik Ji Zian