Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Rintangan di Setiap Perjalanan dan Provokasi Bai Da Xing


“Eeh,, begitu ya, jika seperti itu, itu artinya kita saat ini masih belum bisa melangkah ke garis kuning ini. Karena di garis putih ini saja kita belum terbiasa.” Ucap Meng Chen, Bai Ha dan Chen Long serempak di sertai memasang wajah terkejut.


Semuanya pun mengangguk kecuali Duan Du.


Melihat Duan Du yang terdiam dan tiba-tiba tersenyum tipis. Wajah Du Jian, Chen Long dan yang lainnya pun menjadi penasaran.


“Ada apa bocah? Kenapa kau tersenyum?” Tanya Meng Chen langsung mewakili semuanya.


“Lihat dengan jelas titik di garis putih dan kuning ini paman, aku merasa di sini kita bisa meningkatkan kekuatan kita,” tunjuk Duan Du.


Dan garis yang di tunjuk oleh Duan Du adalah garis tempat dimana Tu Long, Bo Wuhan bersama Xi bersaudara berada.


“Bukankah ini adalah tempat yang di katakan oleh orang-orang jika ini adalah Wilayah liar atau biasa di sebut Hutan Seribu Penguasa.” Ucap Du Jian terlihat bingung.


“Tepat sekali, kita akan berlatih di sana paman, dengan mengonsumsi daging mereka, menyerap energi, menyerap inti kristal, maupun bertarung. Semua bisa kita lakukan dengan cara kita masing-masing. Apa kalian paham?” Ucap Duan Du kini melirik ke arah semua anggota kelompoknya yang terlihat memasang ekspresi yang berbeda-beda.


“Hehe,, jika begitu ayo kita kesana bocah, aku sudah tidak sabar ingin meningkatkan kekuatanku,” ucap Du Jian terlihat bersemangat.


Duan Du pun langsung mengangguk bersamaan dengan yang lainnya.


Dret..!!


Wuss..!!


Wuss..!!


Mereka semua pun kembali melesat ke arah titik yang telah di sepakati.


...


Tap tap..!!


Di saat Duan Du dan kelompoknya pergi, terlihat sosok anak kecil muncul.


“Hemm..!! Mereka bukan orang yang Leluhur Dewa Asura maksud, tapi aku dapat merasakan aura dari Leluhur di tubuh mereka masing-masing.” Gumam Jie Long terlihat bingung, apakah ia harus mengikuti mereka, atau mencari kedua putra Xiu Bai.


Setelah 1 menit berpikir, Jie Long pun langsung melesat untuk mengikuti mereka. Ia berpikir jika mengikuti mereka, mungkin ia akan bertemu dengan kedua putra Xiu Bai.


Dan apa yang Jie Long lakukan saat ini adalah pilihan yang tepat, karena akan ada beberapa sosok kuat yang setara dengan dirinya telah menunggu Duan Du di jalur yang sama dengan jalur dimana tujuan Duan Du saat ini.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


***


Wilayah Garis Kuning.


“Apa kau yakin jika mereka semua manusia murni Ze Lang?” Tanya sosok monster berkepala Serigala merah.


“Benar Tuan, aku sendiri yang kesana untuk membuktikannya dan mereka semua sangat licik, sehingga aku tidak bisa menangkap mereka waktu itu.” Jawab Ze Lang dengan seutas senyum tipis.


“Bukan hanya itu saja, klon jiwa ku pun mampu mereka hancurkan karena trik-trik licik mereka.” Sambung Ze Lang.


Blush..!!


“Manusia, akan ku hancurkan kalian semua hingga tidak tersisa,” teriak sosok monster kepala Serigala Merah kini meraung penuh kebencian.


Tap tap..!!


“Dimana mereka?” Tanya Lang Ge kini bangkit.


Merasa rencananya untuk memprovokasi Lang Ge sukses, Ze Lang pun dengan cepat mendekati Lang Ge, lalu berbisik ke telinganya.


Duaaarr..!!


Aura Lang Ge seketika meledak setelah Ze Lang membisikkannya sesuatu.


“Sialan, lihat saja jika kau berani membuat masalah di wilayahku, akan ku hancurkan kau,” raung Lang Ge.


Wajah dan tangan Lang Ge terlihat mengeluarkan urat-urat bewarna merah, itu menunjukkan ia saat ini benar-benar sangat marah.


Dret..!!


Lang Ge pun langsung menghilang dari tempatnya dan meninggalkan Ze Lang seorang diri.


“Hehe,, dengan begitu, 1 orang sudah menunggu kedatangan kalian sialan. Akan ku buat kalian menderita,” kekeh Ze Lang.


“Sisanya tinggal 2 lagi, tunggu saja kalian semua, di setiap kalian melangkah, kalian akan selalu mendapatkan rintangan,” sambung Ze Lang yang terlihat sangat membenci Duan Du dan anggota kelompoknya.


Tap..!! Tap..!!


Setelah bergumam seorang diri, Ze Lang pun dengan santai melangkah pergi dari kediaman milik Lang Ge.


***


Wuss wuss..!!


“Sial, kenapa cepat sekali paman menghilangnya ya,” ucap Bai Han terlihat memasang wajah cemberut.


“Hemm..!! Kita tetap lurus saja kak, aku yakin kita pasti akan menemukan mereka. Jika kita mendahului mereka, maka kita hanya menunggu saja.” Ucap Bai Chu Ye dengan nada datar.


Mendengar itu, wajah Bai Han pun menjadi cerah.


“Jika begitu, kita tunggu saja paman dan yang lainnya di perbatasan, aku yakin mereka belum mencapai perbatasan saat ini.” Ucap Bai Han tersenyum lebar.


Bai Chu Ye dan kedua saudaranya pun mengangguk setuju.


...


Tap tap..!!


Setelah 1 minggu melakukan perjalanan dengan kekuatan penuh tanpa istirahat. Kini Bai Han, Bai Chu Ye dan kedua saudaranya melangkah memasuki kota yang terlihat sangat besar.


Dan saat mereka berempat melangkah, terlihat banyak mata tersembunyi melirik mereka.


Tapi mereka berempat terlihat acuh saja dan terus melangkah.


Tap tap..!!


Terlihat kini mereka berempat berhenti di depan sebuah kedai yang bertulis Serigala Merah.


“Apa kakak yakin kita akan masuk?” Tanya Bai Chu Ye melalui telepati.


“Kenapa harus takut? Jika mereka telah mengikuti kita secara diam-diam selama 2 hari ini, aku yakin tujuan mereka ada 2, pertama, ingin menangkap kita dan di jual. Kedua ada seseorang yang menyuruh mereka. Jadi akan lebih baik kita bertamu langsung ke tempat mereka.” Jawab Bai Han dengan nada santai.


Bai Chu Ye pun mengangguk ringan. “Jika begitu, saudara Yuheng, kau pasti tahu apa yang akan kau lakukan nanti bukan?” Tanya Bai Chu Ye datar.


Lan Yuheng yang telah di berikan tugas sebelum mereka masuk ke Kota pun langsung mengangguk menyeringai.


“Hehe,, aku sudah tidak sabar melakukannya Tuan muda Ye,” kekeh Lan Yuheng.


Pandangan Bai Chu Ye pun teralih ke Bai Da Xing.


“Saudara Da, karena di sini tidak ada paman Tu atau paman Du, kau akan menggantikan peran mereka dalam memprovokasi maupun membuat kekacauan. Aku kini sadar kau cukup pandai membuat orang emosi. Apa kau bisa?” Tanya Bai Chu Ye tetap sama, yaitu datar.


“Hehe,, aku akan melakukan semampuku Tuan muda,” ucap Bai Da Xing mengangguk di sertai seutas senyum bahagia. Karena ini pertama kalinya ia di percaya oleh Bai Chu Ye.


Mendengar keduanya setuju, Bai Chu Ye pun melirik kakaknya.


“Ayo masuk kak,” ajak Bai Chu Ye langsung melangkah lebih dulu dan di ikuti oleh Bai Han, lalu Bai Da Xing dan terahir Lan Yuheng.


Mereka melangkah saling membelakangi karena sedang menjalankan strategi mereka dan memainkan peran mereka masing-masing saat ini.


Tap tap..!!


Di saat keempatnya telah masuk, pandangan semua orang pun terarah ke kelompok Bai Chu Ye, tapi tak lama, semua orang tersebut kembali melakukan aktivitas mereka.


...


“Woaahh..!! Tempat ini ternyata di penuhi oleh Serigala dengan rambut merah,” teriak Bai Da Xing.


Bai Da Xing pun melangkah ke meja salah satu pelanggan.


“Rambutmu sangat keren Tuan, tapi sayangnya menurut rumor, Ras Monster Serigala Merah di katakan semuanya idiot bodoh. Apakah itu benar?” Tanya Bai Da Xing sambil memasang wajah polos.


Blush..!!


Dari yang awalnya merasa bangga karena di puji, wajah sosok monster Serigala Biru yang Bai Da Xing ajak bicara seketika berubah.


“Woaah,, kenapa kau marah Tuan? Tadi kan aku hanya bertanya?” Teriak Bai Da Xing langsung melangkah mundur.


“Ji..Jika kau marah hanya dengan orang bertanya, maka apa yang aku dengar itu benar dong, jika kalian semua idiot bodoh. Karena masalah spele saja kalian cepat marah,” sambung Bai Da Xing dengan nada sedikit ejekan.


Terdengar Bai Da Xing kembali bicara, dari yang awalnya semua pelanggan mencoba bersabar, kini mereka semua tidak tahan akan ejekan Bai Da Xing.


Brak..!!


“Dasar manusia sialan, akan ku hancurkan kau,” teriak sosok monster Serigala merah yang mengenakan jubah hitam.


Blush..!!


Dengan cepat ia bangkit dan terlihat hendak menerjang ke arah Bai Da Xing.


Bukan hanya mereka saja, melainkan semua penghuni kedai kini terlihat ikut menerjang ke arah Bai Han, Bai Chu Ye dan Lan Yuheng yang duduk di meja tengah.


Dret..!!


Wuss wuss..!!