Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Di Mulainya Pergerakan 3 Pemimpin Menara


Pandangannya pun mengarah ke Meng Chen dan kini menyalahkannya karena usulannya yang mengajak minum lah yang membuat mereka seperti ini.


“Apa hah? Ini juga salah mu yang langsung mau aku ajak,” dengus Meng Chen yang sadar dengan tatapan Du Jian sedang menyalahkannya.


“Huh,, jika tidak ada Nona Xie'er di sini, sudah obrak-abrik wajah dan mulutmu,” dengus Du Jian.


“Apa kau bilang,” seketika aura Meng Chen sedikit keluar.


“Heh,, semakin kau emosi, semakin kelihatan kau bersalah,” dengus Du Jian yang terlihat tak mau kalah.


Tap tap..!!


“Kakek, kalian ini kenapa tidak mendengar Xie'er memanggil-manggil sih,” ucap Ling Xia Xie langsung mengerucutkan bibirnya.


Glek..!!


“Eeh,, Xie'er, maaf tidak mendengar tadi, karna kakek Jian sedang sedikit berdiskusi,” ucap Meng Chen.


“Benarkan saudara Jian,” sambung Meng Chen melirik ke arah Du Jian.


Hem hem,,


Du Jian pun langsung mengangguk-angguk.


Melihat itu, Ling Xia Xie'er hanya tersenyum kecil.


“Baiklah jika begitu, Xie'er sudah selesai, jadi ayo kita kembali, karena ayah pasti telah lama menunggu,” ajak Xie'er.


Dengan cepat Meng Chen dan Du Jian mengangguk serempak, terlihat jelas saat ini wajah mereka sangat bahagia saat di ajak pergi.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


***


Tap tap..!!


Sosok pemuda yang mengenakan tudung terlihat muncul di depan Hutan Tanpa Batas.


“Hem,, aku sedikit ragu untuk masuk ke sarang Iblis, apalagi jika dia ada di dalam sana,” gumam Zhu Long, penatua ke 5 Klan Naga Langit.


Orang yang Zhu Long maksud adalah rivalnya, setiap kali mereka bertemu, maka ia selalu di tantang dan dirinya tidak pernah menang. Bukan hanya itu saja, dirinya selalu di hajar habis-habisan. Itulah yang membuat Zhu Long ragu untuk masuk.


Kekuatan Zhu Long saat ini ada di tingkat Kaisar Dewa Surgawi ⭐ 7 Menengah dan untuk orang yang selalu menantangnya memiliki kekuatan Kaisar Dewa Surgawi ⭐ 8 Menengah, itu pun kekuatannya yang dulu, mungkin sekarang orang itu lebih kuat lagi.


Saat Zhu Long ingin membalik badan, seketika seseorang telah menunggunya di belakang.


“Kenapa kau malah ingin kembali Penatua Zhu Long,” sapa salah satu tetua klan Asura.


“Ah penatua Han, sebenarnya aku di utus kesini oleh pemimpin klan untuk mengundang putra pemimpin Xiu Lou, yaitu calon pemimpin masa depan klan Asura,” ucap Penatua Zhu Long langsung memberikan salam hormat karena tetua Han jauh lebih tua dari dirinya, dan tentunya jauh lebih kuat, walau kekuatan yang Tetua Han tampilkan sangat rendah, ia tahu jika itu bukanlah kekuatan aslinya.


“Haha,, kau terlambat penatua Zhu Long, kembalilah dan beritahu pemimpin Naga Langit, jika Tuan muda kami yang akan pergi kesana tak lama lagi,” ucap Tetua Han tersenyum tertawa kecil.


“Eeeh,, begitu ya, apa calon pemimpin klan Asura sudah pergi kesana duluan?” Tanya Penatua Zhu Long kini melirik ke arah tetua Han.


Tetua Han pun mengangguk ringan, wajah Penatua Zhu Long pun langsung berseri-seri, dengan cepat ia berpamitan dengan tetua Han untuk meminta kembali.


Tetua Han pun mengangguk santai.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


Melihat penatua Zhu Long yang pergi dengan begitu cepat, tetua Han hanya bisa menggelengkan kepalanya dan langsung menghilang dari tempatnya berdiri.


***


Di luar Alam Celestial, tepatnya di dalam Kapal Perang.


“Bagaimana? Apakah semuanya sudah selesai?” Tanya sosok berjubah hitam mengarah ke sosok berjubah biru yang muncul di depannya.


“Sudah, aku sudah mengatur agar pergerakan semuanya tidak di ketahui oleh Klan Asura dan Klan Naga Langit.” Jawab sosok berjubah biru.


“Tentu saja sudah,” jawab sosok berjubah kuning dan kembali terdengar melanjutkan.


“Sial, seandainya penatua klan Naga Langit tidak muncul, mungkin semua bawahanku sudah membuat kekacauan di Benua Dinasty Kuno, tapi karena kemunculannya, semua langsung berubah,” umpat sosok berjubah kuning.


“Ini jauh lebih baik, jika dia tidak muncul, maka aku yakin rencana kita akan hancur karena ia pastinya akan ikut campur,” ucap sosok berjubah biru.


“Apa yang ia katakan benar, jadi seharunya kita merasa beruntung,” sambung sosok berjubah hitam.


Tap tap..!!


“Ayo, kita pun harus bergerak juga, selagi semua bawahan kita mengalihkan perhatian, kita akan mencari dan menangkap kedua target kita, setelah itu kita langsung kembali,” ajak sosok berjubah hitam.


Kedua sosok jubah kuning dan biru pun langsung mengangguk serta mengikuti jubah hitam melangkah keluar dari dalam kapal menuju dek kapal.


Tap tap..!!


Dret..!!


Wuss wuss..!!


Setelah mereka sampai dek kapal, mereka pun langsung melesat menuju Benua Dinasty Kuno.


***


Tap tap..!!


“Ayah,” teriak Xie'er langsung berlari ke arah Bai'er yang sedang menunggu kedatangan putrinya sebelum berangkat bersama Han Liu.


Bruk..!!


Seperti biasa, Xie'er langsung memeluk ayahnya dari belakang.


Xiu Bai yang melihat wajah bahagia putrinya pun langsung bertanya. “Kenapa kau terlihat sangat bahagia Xie'er?”


“Hehe,, itu karena kakek Jian dan kakek Chen sangat baik, mereka membelikan Xie'er beberapa pakian tadi di setiap kota yang Xie'er lewati,” jawab Xie'er dengan nada polos dan bahagia.


Glek..!!


“Sialan, apanya yang beberapa,” teriak Du Jian dan Meng Chen dalam hati. Terlihat saat ini Du Jian dan Meng Chen hanya bisa memasang wajah jelek.


Awalnya mereka mengira hanya di satu kota saja, tapi mereka tak menduga jika Xie'er sengaja membawanya ke setiap kota dengan jalan memutar. Al hasil, semua kota habis di beli oleh Xie'er. Dan Xie'er hanya mengatakan beberapa saja.


Tentu saja Du Jian dan Meng Chen Shok mendengarnya.


Bruk..!!


“Paman yang sabar ya,” bisik Duan Du tersenyum kecil.


Tapi Du Jian dan Meng Chen tahu itu ejekan yang lebih menyakitkan bagi mereka.


“Huh,, apa kau bilang hah,, apa kau ingin-” ucapan Du Jian seketika terhenti saat melihat peningkatan Duan Du dan Tu Long.


“I..Ini ini tidak mungkin,” ucap Du Jian.


Bahkan Meng Chen juga terlihat luar biasa terkejut melihat tingkat kultivasi Tu Long dan Duan Du yang jauh lebih tinggi dari mereka berdua.


“Hehe,, apa hah, apa kau ingin bertarung, ayo,” tantang Tu Long kini langsung menampilkan otot-ototnya.


“Lihatlah, ototku kini jauh lebih besar, apa kau berani,” ejek Tu Long sambil melirik ke arah Du Jian.


“Huh,, dasar idiot, bagaimana bisa dalam keadaan yang seperti ini kau malah menginginkan pertarungan yang tidak jelas,” dengus Meng Chen mengelak dengan mengejek Tu Long.


“Benar, di saat seperti ini, kita harus bekerjasama, bukannya bertarung satu sama lain, buang-buang tenaga dan energi saja,” sambung Du Jian yang merasa terbantu oleh Meng Chen.


Mendengar itu, Duan Du dan Tu Long pun ingin membalas, tapi Xiu Bai yang dari tadi diam sambil menggelengkan kepalanya langsung angkat suara.


“Sudah, hentikan perdebatan tidak jelas kalian ini, dan karena paman Jian serta paman Chen datang, apa kau yakin ingin ikut?” Ucap Xiu Bai sambil bertanya kepada Duan Du dan Tu Long.


Wajah Duan Du dan Tu Long pun langsung bersemangat. “Hehe, tentu kakak,” jawab Duan Du dengan cepat.