
Dengan bangga Tu Long mengangkat kepalanya sambil mengawasi orang-orang yang berniat melarikan diri melewati garis pembatas.
Jika ada yang melewati garis yang telah Tu Long buat, maka Tu Long akan langsung memakannya hidup-hidup.
Ke,ngerian yang Tu Long dan Pang Hei perlihatkan awalnya tidak membuat para topeng putih takut, tapi secara perlahan saat rekan mereka mulai berkurang karena di makan dan di bakar hidup-hidup oleh Tu Long dan Pang Hei. Kini membuat mereka ketakutan setengah mati dan terpaksa mengikuti perintah yang Tu Long buat.
***
Tidak terlalu jauh dari lokasi Tu Long dan Pang Hei yang kini mempermainkan musuh.
Meng Chen dan Duan Du terlihat meneror semua musuhnya.
Bom bom bom..!!
Ledakan terus menerus terdengar kemana setiap musuhnya melangkah.
“Kematian terlalu ringan buat kalian semua, jadi nikmati saja detik-detik nafas terahir kalian saat ini,” ucap Duan Du dengan nada dingin.
Sambil terus menerus menyebar seluruh bayangan miliknya untuk meletakkan ranjau di setiap sudut kota.
Wuss.. Wuss..!!
Tap..!! Bomm..!!
Argh..!!
Dengan cepat salah satu bawahan Dong Lu mundur setelah mencoba menghindari ledakan saat ia tidak sengaja menginjak tanah.
Klik...!!
Bom..!!
Tepat saat ia melangkah mundur dan menapakkan kakinya di tanah, terdengar suara ranjau aktip dan langsung meledakkan bawahan Dong Lu hingga menyisakan beberapa anggota tubuhnya.
Melihat itu, semua bawahan Dong Lu yang mencoba turun ke bawah langsung mengurungkan niat mereka. Walau begitu, terlihat wajah mereka terlihat sangat ketakutan saat ini.
Terlihat beberapa dari mereka melirik ke arah kanan kiri.
Wuss..!!
Crash..!!
Bom bom..!!
Tubuh salah satu dari bawahan Dong Lu langsung terpotong menjadi beberapa bagian dan saat anggota tubuhnya terjatuh, anggota tubuhnya langsung meledak saat menyentuh tanah.
“Kalian berpikir akan aman? Jangan mimpi,” dengus Meng Chen kembali menghilang dan langsung membunuh serta menyiksa semua bawahan Dong Lu satu persatu.
...
Para penduduk yang melihat kejadian pembantaian yang tepat di depan bahkan di sekeliling mereka saat ini hanya bisa membeku di tempat.
Tidak ada dari mereka yang berani bergerak, karena takut akan ikut di bunuh, tapi tak lama, mereka sadar jika Duan Du, Meng Chen, Tu Long dan Pang Hei tidak menargetkan mereka. Karena saat salah satu dari bawahan Dong Lu mencoba mendekati mereka, maka tubuh orang tersebut akan langsung hancur tanpa sisa.
Dan beberapa para penduduk kota yang cukup cerdas, kini terlihat memasang senyum bahagia, karena selama ini mereka tinggal di kota ini layaknya seorang tahanan, bahkan budak, lantaran di paksa bekerja tanpa di upah.
Tap tap..!!
Setelah puas mempermainkan musuh, dan langsung membunuhnya, kini Duan Du, Tu Long, Pang Hei dan Meng Chen mulai berkumpul.
“Apa kau mulai merasakannya paman?” Tanya Duan Du menyeringai licik.
“Hemm..!! Hawa mencekam ini, tidak lama lagi musuh akan berdatangan,” ucap Tu Long menyeringai lebar.
“Bahkan darahku mendidih saat ini, karena setelah sekian ribu bahkan puluhan ribu tahun, aku kembali akan merasakan nikmatnya bertarung dengan seluruh kemampuanku,” sambung Meng Chen.
“Hemm..!! Kalau aku sih senang membakar mereka seperti tadi, itu sangatlah seru hahaha,” teriak Pang Hei di sertai tawa lantang, terlihat juga Pang Hei kini sudah dalam wujud manusianya.
Mendengar teriakan dan tawa Pang Hei, Duan Du, Tu Long dan Meng Chen pun langsung melirik ke arah Pang Hei dengan tatapan yang membuat Pang Hei membeku.
“Woe Tuyul, bisakah kau kecilkan suaramu, kau membuat para penduduk ketakutan,” dengus Duan Du.
“Apalagi dengan bentuk mu saat ini, itu semakin menambah mereka ketakutan,” sambung Tu Long sambil menertawai bentuk tubuh Pang Hei.
Huuh..!!
Terdengar Pang Hei hanya mengeluh sambil mengerucutkan bibirnya. “Walau jelek begini, aku ini Pangeran Phoenix Lo, bahkan Ras ku pada mengantri ingin ku jadikan istri,” dengus Pang Hei dengan nada bangga, ia pun langsung mengangkat kepalanya dan menganggap ejekan ketiganya hanya angin lalu.
Buahahaha..!!
Hahahaha..!!
Mendengar ucapan percaya diri Pang Hei, seketika membuat Duan Du, Tu Long dan Meng Chen tertawa terbahak-bahak hingga terlihat Duan Du dan Tu Long berguling-guling di tanah.
Bukan hanya mereka bertiga saja, bahkan para penduduk kota yang mendengar ucapan Pang Hei kini ikut tertawa hingga membuat para penduduk melupakan kejadian yang baru saja terjadi.
“Pangeran? Pangeran dari mana kau? Dari persatuan Tuyul ya,” ejek Duan Du.
“Haha,, aku yakin para Phoenix Muda pasti buta saat melihat mu, terlebih lagi melihat wujud manusiamu, mereka pasti lari terbirit-birit dan mengutukmu karena telah menipu mereka,” sambung Tu Long yang terdengar masih tertawa.
“Kalian salah, dia ini sedang bermimpi, jadi ayo kita sadarkan dia terlebih dahulu,” ucap Meng Chen kini menyeringai licik.
Mendengar itu, Duan Du dan Tu Long seketika menyeringai lebar dan langsung mengepung Pang Hei.
Melihat dirinya di kepung, Pang Hei langsung memeluk perut buncitnya. “Apa yang ingin kalian lakukan hah, aku ini laki-laki woe, jangan perkosa aku,” teriak Pang Hei.
“Tolong, aku akan di lecehkan,” teriak Pang Hei seketika ketakutan dan mencoba melarikan diri.
***
Sret..!!
Bruk..!!
Setelah membunuh 6 topeng ungu dan menyisakan dua topeng ungu yang Xiu Bai siksa dari awal, kini Xiu Bai menggendong putrinya ke arah kedua istrinya.
Terlihat Ling Bai Xie tersenyum bahagia saat berada di atas punggung ayahnya, dan dengan erat ia memeluk ayahnya seakan-akan takut ayahnya melepaskan pelukannya lalu pergi lagi.
Tap tap..!!
“Gege,” teriak Ling Mu Xia dan Ling Chu Jia tersenyum bahagia saat menghampiri Xiu Bai dari kiri dan kanan.
Mereka berdua pun langsung memeluk dengan Xiu Bai. Seakan dunia milik mereka.
Xiu Bai yang tidak bisa bergerak karena di peluk dari belakang, kiri dan kanan hanya diam sambil tersenyum hangat dan tulus.
“Bagaimana kabar ibu, dan yang lainnya?” Tanya Xiu Bai.
“Ibu dan yang lain baik-baik saja saat kami pergi, tapi sekarang Xia'er tidak tahu,” jawab Ling Mu Xia terdengar khawatir.
“Hemm..!! Apa lokasi ibu ada di kota Ling?” Tanya Xiu Bai mencoba memastikan.
“Benar, dari mana ayah tahu?” Tanya Ling Bai Xie.
“Dari Jing We, dan saat ini kakak Tian serta paman Jian sedang kesana, jadi ku rasa ibu akan baik-baik saja. Walau aku yakin saat ini jika ibu bertemu Kakak Tian, maka ia akan di omeli lantaran tidak membawaku ikut bersamanya.” Jawab Xiu Bai dengan senyum kecil dan langsung membayangkan bagaimana wajah Xiu Tian saat di marahi.
“Hehe,, paman Tian pasti akan menjadi layaknya kucing kedinginan,” ucap Ling Bai Xie tertawa kecil.
Senakal-nakalnya Xiu Tian, jika bertemu dengan ibu angkat yang telah ia anggap ibunya sendiri, maka ia tidak akan bisa melakukan apa-apa, bergerak pun ia tidak terlalu berani, sama halnya dengan Duan Du dan Tu Long.
***
Dan benar saja apa yang Xiu Bai dan Xie'er katakan, saat ini, terlihat Xiu Tian hanya bisa menundukkan kepalanya dengan keringat dingin terus mengalir.
Bukan hanya Xiu Tian, semua orang yang ikut pergi bersama Xiu Tian juga menundukkan kepalanya di depan Ling Mei yang berdiri sambil melipat kedua tangannya di dadanya.
“Katakan, kenapa kau tidak membawa putraku ikut kesini juga?” Tanya Ling Mei dengan nada datar.
“Urgh sial, ini sudah puluhan kali kau bertanya Bu, dan mau berapa kalipun kau bertanya, jawabanku tetap sama,” teriak Xiu Tian dan hanya berani berteriak dalam hati.
“Memang wanita sangat mengerikan, hanya ingin mendengar diri sendiri dan maunya menang sendiri.”
“Tapi di satu sisi itu adalah bentuk kasih sayangnya terhadap kami semua, hanya saja ia tak ingin memperlihatkannya secara nyata.” Gumam Xiu Tian terlihat memasang wajah tersenyum bahagia.