
“Kakak, kau jangan meladeni mereka terlebih dahulu, semua hartamu itu tidak akan pergi kemanapun, lebih baik kau serang Naga Hitam itu, karena dialah harta paling berharga, jika terlambat, maka ia bisa melarikan diri.”
Mendengar suara adiknya melalui pikirannya, mata Xiu Tian seketika bersinar cerah.
“Dimana? Dimana Harta ku yang mau melarikan diri itu?” Teriak Xiu Tian tanpa rasa malu sedikitpun.
Tak lama pandangan Xiu Tian mengarah ke atas, tempat Naga Hitam berada.
“Hoho,, badan mu lumayan gemuk juga,” kekeh Xiu Tian tanpa terasa meneteskan air liurnya.
Mata Naga Hitam seketika menyipit saat di lihat sebagai makanan oleh manusia di depannya.
Tentu saja harga dirinya sangatlah tinggi sebagai Naga yang dapat di katakan jajaran puncak dalam rantai makanan, dan saat ini ia di anggap makanan oleh seorang manusia rendahan.
“Dasar manusia rendahan, kau bosan hidup rupanya,” raung Naga Hitam.
Blush..!!
Bom bom bom..!!
Aura Naga Hitam seketika melonjak keluar yang langsung membuat tekanan luar biasa.
Han Liu dan Tu Long yang sedang bertarung seketika menghentikan pertarungan mereka saat merasakan tekanan yang luar biasa kuat keluar dari tubuh Naga Hitam.
Sadar akan Han Liu yang sudah tidak memiliki energi, dengan cepat Tu Long melindunginya dengan mengeluarkan auranya dalam jarak 5 meter.
Sementara Xiu Tian tentu saja tidak merasakan dampaknya, karena dengan cepat ia menjauhi area tekanan Naga Hitam.
“Hehe,, cepat sekali kau marah daging tua,” ejek Xiu Tian sambil mengusap air liurnya yang baru saja menetes.
Dret..!!
Dalam sekejap Xiu Tian melesat lalu muncul di depan Naga Hitam.
Melihat kecepatan Xiu Tian, Naga Hitam, bahkan Xiu Bai dan yang lainnya tentu terkejut karena tidak mampu bereaksi akan kecepatan Xiu Bai.
Bahkan melihat siluetnya saja mereka semua tak mampu, saking cepatnya Xiu Tian dalam bergerak.
Duar..!!
Xiu Tian yang memberikan serangan kejut di titik lemah Naga Hitam dengan cepat mundur.
Sementara Naga Hitam yang tidak sadar di serang mundur satu langkah, darah merebes keluar dari bawah lehernya.
Goar..!!
“Dasar sialan, akan ku,” ucapan Naga Hitam seketika terhenti saat ia melihat Xiu Tian kini memegangi Inti Iblisnya.
Tak lama pandangan Naga Hitam menjadi gelap.
Wuss..!!
Bam..!!
Naga Hitam pun terjatuh hingga membuat sebuah kawah kecil karena kerena saking beratnya tubuh Naga Hitam dan benturan yang terjadi.
...
“I..Ini, bagaimana bisa secepat ini kakak membunuh musuh yang jauh dua kali lipat dari dirinya?” Ucap Xiu Bai dan Duan Du membuka mulut mereka dengan tatapan tak percaya.
Bahkan Tu Long dan Han Liu pun sama terkejutnya saat ini, mereka berdua tercengang dengan kecepatan Xiu Tian dalam membunuh Naga Hitam.
Berbeda dengan kelima Anggota Iblis Pembantai, mereka yang telah biasa dengan itu, kini memanfaatkan kesempatan untuk membunuh para Binatang Iblis.
Bom bom..!!
Melihat kelima Iblis Pembantai bergerak secepat kecepatan penuhnya, Tu Long tentu semakin terkejut, tapi dengan cepat ia sadar lalu ikut membunuh para Binatang Iblis.
“Sialan, aku juga tidak akan ketinggalan,” teriak Tu Long langsung mengamuk sejadi-jadinya.
Sementara para Binatang Iblis tentunya sangat ketakutan saat melihat Naga Hitam di bunuh layaknya mainan, kini membuat para Binatang Iblis berhamburan kesana kemari karena merasakan teror dari Xiu Tian.
Dan karena hal tersebutlah kini pembantaian sepihak terjadi.
***
Sementara Xiu Bai dan Duan Du yang melihat Siluet salah satu Naga Hitam lainnya bergerak mundur dengan cepat mengejarnya.
Wuss..!!
Wuss..!!
“Duan'er kau hadang dia di utara, aku akan menggiringnya ke tempatmu nanti, jadi berikan serangan terkuatmu,” ucap Xiu Bai melalui telepati.
Duan Du yang mendengar itu langsung mengangguk dan langsung melesat ke arah utara.
Dret..!!
Melihat Duan Du sudah berubah menjadi bayangan, Xiu Bai pun langsung mengejar sosok Naga Hitam yang jauh lebih besar dari yang Xiu Tian bunuh.
Dret..!!
Wuss..!!
Wung..!!
Merasakan bahaya mengancam nyawanya, sosok Binatang Iblis Naga Hitam dengan cepat menggerakkan akornya.
Dret..!!
Bom..!!
Saat instingnya masih merasakan bahaya, sosok Naga Hitam dengan cepat mengayunkan cakar kanannya ke arah ruang kosong.
Crash..!!
Argh..!!
Namun sebelum cakarnya bergerak, sebuah pedang hitam pekat dengan aura mengerikan lebih dulu memotong cakar kanan Naga Hitam layaknya memotong tahu.
“I..Ini,”
Xiu Bai terlihat terkejut saat melihat begitu mudahnya Pedang Asura memotong cakar Naga Hitam.
Padahal ia yakin jika cakar naga hitam sangatlah kuat, dan ia yakin itu mampu merobek kulit Tu Long maupun Du Jian.
Terlebih Xiu Bai lebih terkejut lagi saat merasakan sensasi ke akraban saat mengalirkan sedikit energinya ke dalam pedang Asura yang dulu ia dapatkan dari Pasar Gelap.
“Aku tak menyangka hanya dengan sedikit mengalirkan energiku, itu mampu memotong cakar Naga Hitam sekuat itu,” gumam Xiu Bai.
Ini sudah ketiga kalinya Xiu Bai menggunakan Pedang Asura, saat pertama dan kedua kali ia menggunakannya, memang pedang ini sangatlah kuat, itu dulu saat menggunakannya ia sama sekali tidak pernah memasukkan energinya sama sekali lantaran pedang asura selalu menolak energi yang ia masukkan.
Goar..!!.
Mendengar suara raungan Naga Hitam di sertai menyerang dirinya menggunakan mulutnya.
Xiu Bai pun langsung tersadar. Dengan cepat ia mengalirkan sedikit energinya, pada saat itu, ia masih merasakan sensasi seolah ia pernah menggunakan pedang ini dalam waktu yang cukup lama.
Tapi karena bahaya di depannya, Xiu Bai pun langsung fokus ke arah musuhnya.
Dret..!!
“Gerakan pertama, Tebasan Asura,” gumam Xiu Bai.
Wung..!!
Slash..!!
Bilah Pedang langsung melesat ke arah bola energi yang Naga Hitam muntahkan dari mulutnya.
Duar...!!
Pada saat kedua serangan berbenturan, terlihat jelas bilah pedang Xiu Bai memotong bola energi Naga Hitam dengan mudahnya. Tidak berhenti sampai di sana saja, bilah pedang Xiu Bai terus melesat ke arah Naga Hitam.
Sementara Naga Hitam saat ini terlihat sangat panik melihat bola energinya di potong dengan mudah dan bilah pedang musuh melesat ke arahnya.
“I..Ini, aku harus kabur,” teriak Naga Hitam dengan nada panik.
Dret..!!
Crash..!!
Tapi anehnya sebelum Naga Hitam bergerak, bilah pedang Xiu Bai tiba-tiba menghilang lalu muncul tepat di depan Naga Hitam dan langsung membelahnya menjadi dua bagian.
Xiu Bai yang berjarak cukup jauh dari musuhnya hanya bisa membuka mulutnya lebar-lebar.
“I..Ini, apakah pedang ini mempunyai pikiran sendiri sehingga mampu membelah ruang?” Gumam Xiu Bai kini melihat ke arah Pedang Hitam pekat bertulis Asura.
“Tidak itu tidak mungkin, aku yakin jika Pedang ini pastinya mempunyai semacam Roh Pedang ( Spirit Pedang )” Gumam Xiu Bai langsung menggelengkan kepalanya.
...
Tap tap..!!
Sementara Duan Du yang cukup jauh berada di Utara terlihat duduk santai sambil menunggu Naga Hitam mendatanginya.
Terlihat jelas banyak sekali jebakan Duan Du pasang di sekelilingnya saat ini.
“Hoam,, kenapa Kakak lama sekali menggiring Naga itu?” Gumam Duan Du sambil menguap.
Bom bom..!!
Saat mendengar suara ledakan, Duan Du dengan cepat bangkit lalu fokus melihat ke arah asal suara ledakan. Tapi karena cukup jauh, Duan Du hanya samar-samar melihatnya.
“Apa aku harus kesana membantu Kakak ya?” Gumam Duan Du terlihat ragu. Ia tidak tahu jika Xiu Bai saat ini sudah membunuh Naga Hitam tersebut dengan begitu mudahnya.