Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Menerjang ke Ratusan Jendral Kehancuran Seorang Diri


Dan kemana tujuan Bo Wuhan saat ini adalah tempat dimana sebagian dari bawahan Dewa Iblis Kehancuran berada, sungguh keberuntungan atau kemalangan bagi Bo Wuhan. Lantaran ia tidak pernah melawan monster setingkat dengan dirinya dalam jumlah ratusan.


***


Wung wung wung..!!


Bom bom..!!


Argh..!!


Terlihat satu wilayah yang memiliki paling banyak penghuni, saat ini di serang oleh ratusan bawahan terkuat Dewa Iblis Kehancuran. Yang di kenal Jendral Kehancuran.


Beberapa bola api terus meluncur ke bawah dan menghancurkan kota, hutan, danau dan gunung.


Beberapa penghuni wilayah yang memiliki kekuatan cukup kuat juga terlihat mencoba melawan para bawahan Dewa Iblis Kehancuran.


Tapi semuanya mati mengenaskan.


...


Tap tap..!!


Di satu sisi, terlihat sosok yang pernah


“Selamatkan diri kalian dengan menyebar,” teriak San Ji kini terlihat mengepakuasi para penduduk yang masih selamat.


Pandangan San Ji pun melirik ke arah dua putranya San Li dan San Ki yang ikut membantu.


“Kalian berdua bawa semua orang pergi menuju ke Barat, biarkan Ibu yang akan menahan mereka.” Teriak San Ji mulai mengubah wujud aslinya ke sosok wanita.


“Tapi Ibu,” teriak kedua putra San Ji terlihat enggan.


“Cepat, jangan memperlambat,” teriak San Ji membentak kedua putranya dengan tatapan dingin.


San Li dan San Ki pun meneteskan air mata mereka, mereka tentu sadar jika Ibu mereka ingin mengorbankan diri demi menyelamatkan mereka dan para penduduk.


Tap..!!


“Ayo Li, jangan sia-siakan pengorbanan ibu,” ajak San Ki langsung menepuk pundak saudaranya San Li.


“Tapi-” San Li seketika terdiam saat melihat mata San Ki kini memerah dan sadar jika San Ki berusaha menahan emosinya.


“Hemm..!! Ayo,” ajak San Li.


San Li dan San Ki pun langsung melesat sambil membantu para penduduk yang terluka ringan untuk ikut pergi bersama mereka, sementara para penduduk yang terluka parah, mereka tinggalkan dengan terpaksa.


Wuss wuss..!!


...


Di tempat San Ji, terlihat ia di kepung ribuan monster yang di bawa oleh bawahan terkuat Dewa Iblis Kehancuran. Atau dapat di panggil para Jendral Dewa Iblis Kehancuran.


Dan setiap Jendral Kehancuran, membawa 1000 monster di dalam cincin penyimpanan mereka.


“Tak akan ku biarkan kalian melewatiku,” teriak San Ji langsung mengayunkan pedangnya ke atas.


Wuss..!!


Tepat setelah pedang San Ji melayang, kedua tangan San Ji bergerak cepat membuat pola formasi.


Dret..!! Blush..!!


Seketika terlihat ribuan pedang muncul di langit dan siap menerjang ke bawah untuk menusuk semua monster yang ada di sekeliling San Ji.


“Teknik Seribu Pedang, pedang pembantai,” teriak San Ji.


Wuss..!!


Jlep jlep jlep..!!


Goarr..!!


Bom bom..!!


Terlihat ribuan pedang langsung meluncur mengarah ke para monster, namun hanya beberapa saja yang terlihat mampu di bunuh, sisanya mampu melawan dan menghindar.


Melihat itu, wajah San Li menjadi gelap, karena hanya bawahan Jendral Kehancuran saja sudah sekuat ini, bagaimana dengan Jendral Kehancuran yang saat ini ada di langit dan sedang memantau setiap kota.


“Walau aku mati, setidaknya biarkan aku membawa satu saja Jendral Kehancuran,” teriak San Ji langsung melesat ke atas.


Namun baru saja ia teebang setinggi 10 meter, para bawahan Jendral Kehancuran langsung menghadang dan menyerang San Ji.


Bom bom bom..!!


Alhasil, San Ji pun di dorong mundur dan terpaksa melawan mereka semua terlebih dahulu.


...


Bukan hanya San Ji saja, beberapa penguasa Kota yang sekuat San Ji, kini sedang melawan bawahan Jendral Kehancuran juga. Mereka terlihat sudah di ambang batas, batasan kedatangan para Jendral milik Dewa Iblis Kehancuran baru 10 menit yang lalu.


“Sialan, jumlah mereka terlalu banyak, aku sudah tidak mampu melawan lagi,” ucap salah satu monster dengan penuh amarah, karena tidak mampu membantu mengungsikan semua penduduk kotanya yang kini masih berada di dalam kota.


Crash..!!


Argh..!!


Terlihat penguasa kota langsung mengerang saat lengah karena memikirkan para penduduknya.


Pasukannya yang ikut membantu pengungsian langsung berteriak.


“Penguasa..!”


Beberapa dari mereka yang ingin ke tempat Penguasa mereka langsung di hentikan.


“Jangan kemari, cepat bantu yang lain pergi dari sini ke Barat, karena hanya wilayah tersebut yang paling aman, sementara untuk ke Utara, itu terlalu jauh,” teriak Penguasa Kota.


Duarr..!!


Tepat setelah Penguasa kota selesai bicara kepada bawahannya, terdengar suara ledakan di salah satu kota yang tidak jauh dari kotanya.


“Huuf,, dia ternyata lebih dulu meledakkan diri dan menjadi pahlawan,” gumam penguasa kota tersebut tersenyum dalam hati, karena ingin melakukan hal yang sama, supaya namanya akan selalu di kenang.


***


Wung..!! Tap tap..!!


“Hemm..!! Tadi aku sempat mendengar suara ledakan, tapi di arah mana ya?” Gumam Bo Wuhan yang kini mencoba melirik area sekitarnya.


Wajar Bo Wuhan tidak tahu, karena tadi ia di dalam Ruang Hampa. Ia muncul karena mendengar suara ledakan, walau kecil, indra pendengaran Bo Wuhan setajam indra pendengaran Duan Diyu.


“Hemm..!! Kenapa aku jadi begitu bodoh ya, aku gunakan saja klon ku untuk menyebar,” ucap Bo Wuhan tersenyum kecil.


Dret..!!


Dengan cepat Bo Wuhan membuat klon bayangan dan klon darah.


Setelah itu Bo Wuhan menyuruh mereka menyebar.


...


2 menit berlalu, terlihat salah satu klon Darah milik Bo Wuhan muncul di salah satu kota yang hancur, bukan hanya itu saja, ia melihat ratusan Jendral Kehancuran tidak jauh dari tempatnya berdiri.


Dret..!!


Bom...!!


Saat klon darah Bo Wuhan ingin kembali untuk menghubungi Tuannya, klon darah Bo Wuhan lebih dulu meledak karena di serang.


Tap tap..!!


“Hemm..!! Siapa yang berani memata-matai kami. Sudah bosan hidup rupanya kau,” dengus salah satu Jendral Kehancuran terkuat milik Dewa Iblis Kehancuran.


***


“Hoho,, ketemu kau sialan,” kekeh Bo Wuhan menyeringai lebar.


“Berani sekali kau menghancurkan klon yang susah payah aku buat, akan ku buat kau menderita,” sambung Bo Wuhan langsung melesat.


Wuss..!!


Wuss..!!


...


“Hahaha,, di sini ternyata kalian berkumpul para buruanku,” teriak Bo Wuhan langsung mengubah tangannya menjadi besar dan ia ayunkan ke sekumpulan Jendral Kehancuran.


Wung..!!


Melihat dan merasakan serangan Bo Wuhan yang begitu tiba-tiba serta mampu membunuh mereka. Membuat para Jendral Kehancuran terkejut.


“Kau, apa kau Jendral ke 4 Wajah Kematian,” teriak salah satu Jendral Kehancuran, karena hanya Fei Wei Xian saja yang memiliki kekuatan setara Wang Si, Long Qiu dan Duan Diyu, mereka di juluki Jendral karena mereka kuat serta memiliki keunikan masing-masing.


“Khehe, banyak omong,” kekeh Bo Wuhan mempercepat kedua tangannya yang membesar untuk di lesatkan ke bawah, dimana ratusan Jendral Kehancuran berada.


“Menghindar,” teriak salah satu Jendral Kehancuran terkuat dan ia yang membunuh klon darah Bo Wuhan.


Blush..!!


Duarrr...!!


Bom bom bom bom bom.


Melihat semuanya mampu menghindar, walau begitu, dampak dari serangannya, mampu membuat puluhan Jendral Kehancuran terhempas dan terluka.


“Hebat, inilah yang aku inginkan,” teriak Bo Wuhan mulai gila.


“Ayo, ayo kesini serang bapak mu ini, anak-anak, hahahaha.” Sambung Bo Wuhan tambah gila dan tubuh serta matanya langsung berubah ke mode Berseker.


Sret..!!