
“Jika begitu, aku pamit dulu ya dan jangan lupa, berikan kepada mereka hukuman yang jauh lebih parah lagi, jika seperti itu, mereka tidak akan pernah jera.” Ucap Mo Meilin langsung melangkah ke tempat putranya dan Bo Wuhan menunggu.
Tap tap..!!
...
Tu Long, Duan Du dan Bo Wuhan yang asik mengobrol layaknya orang dewasa, kini melirik ke arah Mo Meilin.
“Apakah sudah selesai Bu?” Tanya Tu Long tersenyum hangat, namun di dalam hati, ia sedikit kesal, lantaran bosan menunggu ibunya yang mengoceh dengan ibu Duan Du.
Padahal, yang mereka ocehkan hanya satu, yaitu mengocehkan tentang kelakuan suami mereka. Namun bisa-bisanya sampai berjam-jam.
...
“Hemm..!! Sudah nak, ibu cepat kan, sesuai janji, tidak sampai beberapa menit kok, ayo,” ajak Mo Meilin tersenyum bahagia, karena putranya akan menikah dan ia tak lama lagi akan meminang cucu.
“Ya, bahkan saking cepatnya, secangkir teh yang Tu'er tuang tadi, tidak habis.” Jawab Tu Long ikut tersenyum hangat.
Tap tap..!!
Tu Long, Duan Du dan Bo Wuhan pun langsung bangkit.
“Hati-hati di jalan Bibi, dan jagalah saudara Tu Long dengan baik, karena dia adalah sahabat terbaik Du'er,” ucap Duan Du yang kini mendekati Mo Meilin sembari sedikit membungkukkan badan.
“Tentu nak, Ibu mana yang akan membiarkan putra satu-satunya terluka, atau salah jalan seperti ayah mereka,” ucap Mo Meilin dengan nada bangga.
Seketika, wajah Tu Long mengembang saat di sanjung oleh ibunya.
Sementara wajah Duan Du dan Bo Wuhan, sedikit tersenyum, karena Mo Meilin telah di tipu. Tapi mereka tidak berani memberitahu Mo Meilin, karena Duan Du juga melakukan hal yang sama.
Untuk Bo Wuhan, ia takut akan di kuliti oleh Duan Du dan Tu Long di saat hanya mereka bertiga saja.
...
Dret..!!
Wuss wuss...!!
Melihat kepergian Mo Meilin, Tu Long dan Bo Wuhan.
Kini Fei Sia Ying mendekati putranya, seutas senyum indah Fei Sia Ying perlihatkan.
Duan Du yang melihat itu, langsung tahu jika ada sebuah tujuan tertentu dari balik senyum ibunya.
“Ibu, Du'er sudah menikah dan Du'er sudah mempunyai 3 anak, 2 perempuan dan 1 laki-laki.” Ucap Duan Du yang secara acak menebak apa tujuan ibunya.
“Eeh,, apakah benar sayang?” Tanya Fei Sia Ying semakin bahagia.
“Dimana? Dimana cucu-cucu Ibu nak?” Sambung Fei Sia Ying.
“Mereka semua sengaja Du'er tinggalkan bersama Istri dan Ibu Paman Bai di alam yang lebih rendah. Kami sengaja meninggalkan mereka, karena ibu tahu perjalan kami memiliki banyak rintangan.” Jawab Duan Du.
“Tapi ibu tenang saja, Du'er yang sudah menebak hal ini akan terjadi, maka Du'er sudah menyiapkan ini.” Sambung Duan Du mengeluarkan batu perekam.
Dret..!!
Blush..!!
Seketika wajah putri pertama Duan Du muncul, dan putri pertama Duan Du ini, ia dapatkan dari wanita yang berbeda dari Jia Li Ling.
Tak lama setelah itu, muncul putra Duan Du dan terahir, putri kecil Duan Du yang beranjak dewasa.
Melihat semuanya tampan dan terlihat anak baik dan penurut. Wajah Fei Sia Ying semakin bahagia.
Kini Fei Sia Ying semakin yakin jika putranya memang benar-benar tidak mengikuti jejak ayahnya Duan Diyu.
“Kapan ibu bisa menemui mereka?” Tanya Fei Sia Ying.
Duan Du pun mengangkat bahunya tanda tidak tahu kapan.
“Tergantung izin dari Paman Bai, jika dia mengizinkan ibu pergi kesana, maka Ibu bisa kesana. Tapi untuk Du'er, paman Bai pasti tidak akan mengizinkannya.” Ucap Duan Du dengan nada serius.
Tap tap..!!
“Jika begitu, Du'er kembalilah, tidak baik Du'er melihat apa yang Ibu lakukan kepada mereka semua,” ucap Fei Sia Ying langsung melangkah ke depan Duan Du, lalu mengelus kepalanya.
“Baiklah Bu,” jawab Duan Du patuh.
Pandangan Duan Du pun mengarah ke arah ayah dan para pamannya. Seutas senyum mengejek pun Duan Du perlihatkan, tanda mengira ayahnya dan para pamannya bodoh. Karena bisa tertangkap dan di hukum oleh Ibunya.
...
Blush blush..!!
Wajah Duan Diyu, dan semua bawahan Xiu Bai, seketika menjadi gelap.
“Dasar bocah lick, jadi selama ini kau telah menipu ayahmu, ibumu dan yang lainnya hah. Ayah baru sadar jika wajah yang kau pasang ini jauh lebih licik dari yang ayah selalu pasang terhadap ibumu,” teriak Duan Diyu yang tentunya kesal.
“Apa kau bilang, jadi selama ini kau selalu menipuku ya. Bagus-bagus, kau telah membongkar sendiri kelicikanmu.” Teriak Fei Sia Ying.
Glek..!!
“Ti..Tidak Ying'er, yang salah adalah putra kita, dia telah menipu-”
“Saking tidak terimanya aku hukum, kau bahkan menyalahkan putramu sendiri, bagus, semakin bagus. Bahkan tanpa malu kau ingin mengkambing hitamkan putramu sendiri.” Teriak Fei Sia Ying langsung memotong ucapan Duan Diyu.
“Bu..Bukan begitu, setidaknya dengar-”
“Aku sudah bosan melihat trik yang kau lakukan ini, jadi jangan alasan lagi.” Dengus Fei Sia Ying kembali memotong ucapan Duan Diyu.
Glek..!!
Wajah Duan Diyu seketika menjadi jelek, ia kini menatap putranya yang semakin mengejek dirinya.
“Dasar anak durhaka, awas saja kau, jika ayahmu ini lepas dari sini, akan ayah hajar kau.” Ucap Duan Diyu melalui telepati kepada Duan Du.
“I..Ibu, Du'er di ancam akan di pukuli oleh ayah,” teriak Duan Du langsung memasang wajah penuh ketakutan.
Ppfft..!!
Para bawahan Xiu Bai yang melihat tingkah Duan Du dalam mengerjai ayahnya, kini tersenyum puas.
“Hehe,, mampus kau Diyu, kini ada orang yang setara denganmu, bahkan jauh melebihimu kelak,” ucap Wang Si dengan nada puas dalam hati.
Bukan cuman Wang Si, bahkan Feng Ren, Long Ye dan Jen Lang pun ikut bergumam dengan wajah penuh kebahagian akan apa yang Duan Diyu alami nanti.
“Sialan, apa kalian puas huh, awas saja kalian nanti, akan ku balas ini berkali-kali lipat,” dengus Duan Diyu yang sadar jika semua orang sangat bahagia akan apa yang ia alami nanti.
...
Arrgghh..!!
“A..Ampuni Ying'er, Gege tidak akan melakukan hal jahat atau licik lagi.”
1 Jam berlalu, kini terdengar suara raungan dan teriakan dari Duan Diyu.
Tapi Fei Sia Ying tidak menggubrisnya, ia semakin kuat memukul suaminya menggunakan cambuk.
Waktu terus berlalu.
2 hari kemudian, kini Duan Diyu dan semua bawahan Xiu Bai di lepaskan oleh Fei Sia Ying.
“Heng,, awas saja jika kau melakukan hal yang membuat kakak kerepotan lagi dan juga, jika kau berani menyentuh Du'er, aku tidak akan menyapamu,”ancam Fei Sia Ying.
Glek..!!
Duan Diyu langsung menelan ludah, ia pun mengangguk patuh layaknya anak usia 10 tahun.
“Ba..Baik Ying'er, Gege tidak akan pernah mengulanginya lagi, atau pun ingin memukul Du'er.” Ucap Duan Diyu dengan nada lesu.
“Aku tidak dengar, ucapkan lebih keras serta tulus, jika tidak, aku tidak akan melepaskanmu.” Ucap Fei Sia Ying memasang wajah ganas.