
“Sialan, aku tak menyangka jika ia akan ikut juga datang kesini,” umpat Han Se langsung membalik badan berniat untuk melarikan.
Dret..!!
Blush..!!
Bomm..!!
Arrgghh..!!
Seketika tubuh Han Se langsung terlempar tepat saat ia membalik badan.
”Ka..Kau, kau masih hidup,” ucap Han Se saat ia terlihat mencoba menyeimbangkan diri.
Tangannya yang menunjuk ke arah Wang Si, saat ini bergetar, karena saat ini Wang Si jauh berbeda seperti sebelumnya.
Tubuh Wang Si kini jauh lebih besar, bukan hanya itu saja, energi milik Dewa Iblis Neraka, kini sedang menyelimuti tubuh Wang Si. Seolah-olah Wang Si sedang menyerapnya.
...
Sadar jika ia bertarung melawan Wang Si tidak akan berjalan mulus, terlebih Duan Diyu juga tidak jauh di belakangnya. Han Se pun langsung mencoba mengeluarkan sesuatu dari dalam cincin penyimpanannya.
Sret..!!
“Hehe,, lain kali kita akan bertemu lagi,” kekeh Han Se langsung mencengkram erat genggaman tangannya yang sedang memegang sesuatu.
Krak..!! Blush..!!
Dalam sekejap Han Se langsung hilang.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Tak lama, Han Se pun muncul tepat di depan Wang Si berada.
Wang Si yang sudah menunggu kemunculan Han Se, langsung mengulurkan tangan kanannya.
Sret..!!
“I..Ini,” ucap Han Se terkejut luar biasa.
Ia yakin jika dirinya akan muncul di kediamannya, tapi bagaimana bisa ia muncul dalam jarak 100 meter dari tempatnya berada tadi. Terlebih lagi ia muncul tepat di depan Wang Si.
Argh..!!
Namun lamunan Han Se pun buyar saat tangan Wang Si mencengkram erat kepalanya. Han Se yang merasakan rasa sakit yang luar biasa pun mencoba untuk melepaskan tangan Wang Si menggunakan seluruh kekuatan yang ia punya.
Tapi semua usaha dan seluruh energi yang ia kerahkan, langsung terserap dan lenyap begitu saja.
“Ti..Tidak, ampuni aku, maka akan ku berikan semua informasi yang aku tahu,” teriak Han Se.
Tapi wajah Wang Si yang datar, terlihat sama sekali tidak peduli. Bahkan wajah Wang Si terlihat tidak menunjukkan ekspresi apapun, seolah ia adalah orang yang berbeda.
Krak krak..!!
Bom..!!
Dalam sekejap tubuh Han Se pun langsung hancur.
Tapi Wang Si tidak berhenti sampai di sana saja, ia kini langsung mengangkat pedang sabitnya.
Slash..!!
Crash..!!
Argh..!!
Tak lama, muncul Jiwa Han Se dan tertarik ke dalam pedang sabit milik Wang Si.
Bukan hanya Jiwa Han Se saja, semua bawahannya pun jiwanya terlihat ikut terhisap oleh pedang sabit milik Wang Si.
Blush..!!
Bersamaan dengan suara hembusan energi yang menyebar ke segala arah, keheningan pun terjadi.
Wang Si, Jen Lang, Long Ye, terlihat saling memandang satu sama lain.
Tap tap..!!
“Hemm..!! Mengapa kau menunjukkan kekuatanmu di sini Wang Si?” Tanya Duan Diyu yang muncul di depan Wang Si.
“Tadi itu, jika aku tidak mengeluarkan kekuatanku yang sebenarnya, maka aku lah yang akan mati.” Jawab Wang Si memasang wajah serius.
“Karena ada setitik jiwa milik Dewa Iblis Neraka terhubung di energi yang musuh lemparkan ke tubuhku,” sambung Wang Si.
Mendengar itu, Duan Diyu pun langsung mengeluarkan sebuah belati.
Crash..!!
Setelah melukai jarinya, terlihat darah Duan Diyu langsung menggumpal membentuk tubuh seseorang.
Dret..!!
Tap tap..!!
“Ada apa kalian memanggilku?” Tanya Long Qiu yang terlihat menutupi wajahnya.
Hahahaha..!!
Hahahaha..!!
Seketika Duan Diyu dan semua bawahan Xiu Bai langsung tertawa saat melihat ekspresi Long Qiu.
”Ada apa dengan wajahmu, Qiu?” Tanya Duan Diyu sambil berusaha menahan tawa.
“Sialan, yang seharusnya bertanya itu aku, bukan kau,” teriak Long Qiu.
”Ada apa kau memanggilku? Jika tidak ada hal yang penting, maka aku akan kembali,” ucap Long Qiu terlihat ingin kembali menghilang, karena sejatinya sosok di depan Duan Diyu adalah Jiwa Long Qiu, bukan tubuh utamanya.
“Jiwa Dewa Iblis Neraka ikut turun tangan beberapa waktu lalu,” ucap Duan Diyu terdengar serius.
“Lalu apa masalahnya denganku?” Dengus Long Qiu sembari menaikkan sebelah alisnya.
“Dasar bodoh, tentu saja ini ada hubungannya denganmu,” dengus Wang Si.
”Benar, kami menghubungimu karena membutuhkan bantuan Istrimu,” sambung Jen Lang.
“Hanya dia yang bisa melacak sisa jiwa yang ada di sini sebelum sepenuhnya menghilang.” Balas Feng Ren.
Long Qiu yang mendengar itu langsung mendengus. “Cari saja sendiri, aku sibuk,” dengus Long Qiu, terlihat hendak pergi.
“Tunggu dulu idiot, apa kau tidak ingin pergi dari sana hah, jika kau ingin pergi bebas, maka bantu kami, maka kami akan membantumu,” dengus Duan Diyu.
Mendengar itu, wajah Long Qiu langsung berseri-seri.
Tapi tak lama, ia cemberut kembali. “Ia tidak akan mau, karena sebentar lagi putraku akan menikah, hanya tinggal menunggu ia kembali dari tempat Tuan saja.” Ucap Long Qiu.
“Sialan,” umpat Duan Diyu dalam hati.
Tepat saat ia melihat Long Qiu hendak menghilang, Duan Diyu pun menemukan ide.
“Beritahu istrimu jika kami juga akan mendatangi pernikahan putranya, tapi dengan satu syarat, yaitu ia harus membantu kami menemukan jejak jiwa yang ada di sini.” Teriak Duan Diyu.
***
Ahh..!!
“Nyamannya,” ucap Long Qiu yang kini kembali ke tubuh aslinya.
“Hemm..!! Apa yang ia katakan tadi terahir kali ya?” Ucap Long Qiu langsung bangkit sambil menggaruk-garuk kepalanya.
Tap tap..!!
Long Qiu pun langsung melangkah menuju aula, dimana istrinya dan istri Duan Diyu berada.
...
Mendengar suara langkah kaki, sontak semua wanita yang duduk di aula pun melirik ke arah Long Qiu.
“Ada apa? Apa kau ingin keluyuran lagi saat putramu akan melakukan pernikahan hah?” Dengus Mo Meilin.
“Ti..Tidak sayang, tadi Diyu sempat menghubungiku, ia menghubungi menggunakan teknik darah Asura,” ucap Long Qiu.
Brak..!!
Mo Meilin dan Fei Sia Ying langsung bangkit.
Dret..!!
Srek..!!
Uhuk uhuk..!!
”Apa yang terjadi dengan Diyu Gege?” Tanya Fei Sia Ying langsung muncul dan mencekik leher Long Qiu.
Mo Meilin pun melakukan hal yang sama dari arah berlaawanan.
“Cepat jawab sialan, kenapa kau diam dan pura-pura batuk,” teriak Mo Meilin mengguncang-guncang tubuh suaminya.
“Urgh, sialan kenapa nasibku malang sekali,” umpat Long Qiu dalam hati.
Tap..!! Bruk..!!
Setelah di lepaskan, Long Qiu pun langsung ambruk.
Ia ambruk bukan karena cekikan kedua wanita tersebut, dari karena energi istrinya yang sangat kuat dan selalu menekan dirinya.
“Dia menghubungiku untuk mengecek jiwa seseorang, aku tak tahu jiwa siapa, karena aku lebih dulu kembali.” Ucap Long Qiu terlihat hendak bangkit dan mencoba menyentuh lehernya yang bengkak.
Wung..!!
Bruk bruk bruk..!!
“Dasar bodoh, kenapa juga aku sangat menyukai dan mencintai pria sepertimu sih,” dengus Mo Meilin langsung menggebuki Long Qiu yang langsung menutupi tubuhnya dengan tangannya.
“Hentikan Jie-jie, kau sudah berlebihan,” ucap Fei Jia Ying langsung memeluk Mo Meilin.
“Hais, ia ini pasti tidak mendengarkan ucapan Asura di masa lalu, yaitu jika ada rekannya yang menghubungi menggunakan teknik darah miliknya, maka itu adalah tanda bahaya dan membutuhkan bantuan yang paling di utamai, tapi lihatlah, ia begitu santai dan langsung meninggalkan rekannya yang meminta bantuan. Siapa yang tidak kesal.” Dengus Mo Meilin.
“Sialan, aku melakukan itu karena takut kau akan marah dan juga mengingat pesanmu, kenapa aku lagi-lagi yang di salahkan,” teriak Long Qiu langsung bangkit.