
Dengan cepat Bo Wuhan melesat dengan tangan terselimuti energi, di susul oleh Duan Du, Tu Long dan Bai Han yang bergerak ke 4 titik berbeda, membentuk persegi.
Dret Wuss wuss..!!
Blush..!!
Dengan cepat Bo Wuhan, Duan Du, Tu Long dan Bai Han menjulurkan tangan mereka ke gumpalan awan gelap.
Dalam sekejap gumpalan energi yang mereka lesatkan, langsung menciptakan dinding perisai dalam bentuk kotak.
“Hehe,, akhirnya selesai, mari kita bersenang-senang,” ucap Bo Wuhan, terlihat langsung melesat melewati perisai energi yang ia dan rekannya buat.
Wuss..!! Wuss..!!
Tap tap..!!
Terlihat Bo Wuhan langsung muncul di atas salah satu dinding benteng yang ada di wilayah Utara.
Bersamaan dengan itu, Tu Long yang muncul di dinding benteng Selatan, Duan Du di Barat, dan Bai Han di Timur, melihat ke arah kota.
“Siapa di sana, ada-”
Slash..!!
Bruk..!!
Sebelum seorang penjaga menyelesaikan ucapannya, kepalanya langsung putus oleh sebuah benang energi.
Bai Han yang baru saja membuat benang energi dan membunuh penjaga di benteng Timur, dengan cepat bergerak sembari terus menciptakan benang energi.
Dret..!! Wuss wuss..!!
Crash crash..!! Bruk bruk bruk..!!
Setiap ia melesat dan melewati semua monster yang ia lihat di dinding Benteng Timur, semuanya Bai Han bunuh tanpa pandang bulu.
Tap..!!
“Selesai,” gumam Bai Han melihat ke belakang, dimana ada ratusan mayat penjaga yang bergeletakan.
“Sisanya tinggal menuju pusat kota,” gumam Bai Han melirik ke arah bawah, dimana banyak sekali penduduk kota berlalu lalang, walau sudah malam hari.
“Akan ku potong-potong tubuh kalian semua,” gumam Bai Han dengan nada dingin.
Dret..!!
Wuss..!!
***
Wung..!!
Duarr..!!
“Hahaha,, mati, mati kalian semua para idiot,” teriak Tu Long dengan tawa lantang bahagia.
Berbeda dengan Bai Han yang membunuh dalam senyap. Tu Long terlihat sangat bar-bar. Ia sama sekali tidak takut dengan kegaduhan dan suara ledakan yang ia buat, malah ia semakin senang, karena itu membuat semua penjaga benteng berdatangan ke arahnya. Bahkan ada beberapa penduduk kota ikut mendatanginya.
Dengan wajah bahagia, Tu Long yang baru saja membunuh musuh di depannya, kini melirik ke arah segala arah, dimana sekitaran ratusan penjaga dan penduduk sedang menerjang ke arahnya.
“Khehe,, datanglah, datanglah kalian semua walau para idiot, akan ku berikan kalian kematian tanpa rasa sakit,” teriak Tu Long langsung mengaliri tangan kirinya dengan energi yang jauh lebih padat.
Blush..!!
Seketika tangan kiri Tu Long yang membentuk pedang cakar, langsung bersinar merah kehitaman.
Tanpa basa basi, Tu Long dengan seringai lebar mengayunkan tangan kirinya.
Slash..!!
Crash..!! Bom bom bom bom..!!
Tepat setelah setengah dari monster yang menerjangnya mati dengan tubuh terbelah, lalu meledak.
“Mati kau idiot,” teriak Tu Long mengayunkan kaki kanannya.
Wung..!! Duar..!!
Dret..!!
Terlihat Tu Long kembali muncul dan langsung mengayunkan tinjunya di musuh yang masih hidup.
Bom..!!
Bom..!!
Bom..!!
Tidak hanya di satu tempat, Tu Long terus melesat dan muncul di berbagai tempat untuk membunuh musuh yang bisa ia lihat dan masih hidup dalam satu tarikan nafas. Sehingga, musuh mengira jika Tu Long menggunakan Klon, padahal Tu Long sama sekali tidak menggunakan klon dan mengandalkan kecepatan yang telah ia latih.
***
Sret..!! Sret..!!
Bruk bruk..!!
Sementara di tempat Duan Du, ia yang menciptakan ribuan bayangan, hanya butuh 1 menit untuk membunuh semua penjaga yang ada di benteng Barat, kini tersenyum lebar.
“Hehe,, aku yakin jika akulah yang pertama kali selesai membunuh yang ada di area dinding benteng di bandingkan idiot itu.” Gumam Duan Du dengan bangga.
“Akan ku buat kau terlihat seperti orang bodoh saat kau melihatku membunuh semua Bangsawan yang ada di pusat kota nanti,” sambung Duan Du langsung turun dan melesat menuju pusat kota, dimana ia yakin jika semua petinggi Kota Huansen dan para Bangsawan berkumpul di sana, yang tak lain Arena tempat berkumpulnya para budak.
***
Bom bom bom..!!
“Hahaha,, ayo datanglah kalian semua, kenapa kalian malah diam di sana,” teriak Bo Wuhan dengan tawa mengerikan, yang semakin membuat para penjaga dan penduduk kota bergetar ketakutan.
Bagaimana mereka tidak ketakutan, saat ini Bo Wuhan telah di selimuti oleh darah yang ia bunuh dengan brutal. Bahkan ia tidak segan menginjak kepala beberapa penjaga yang sudah mati di depannya hingga hancur, lantaran menghalangi jalannya.
“Jika kalian tidak mau maju, maka biarkan aku yang maju,” ucap Bo Wuhan seketika menyeringai layaknya seorang psikopat.
Dret..!!
“Lari, dia sudah gila,” teriak salah satu Komandan benteng Utara.
“Kita harus meminta bantuan Penguasa kota dan para Bangsawan lainnya, karena tidak akan ada yang mampu menghentikannya selain mereka. Jadi salah satu dari kalian harus cepat pergi kesa-”
Slash..!!
Bruk..!!
Sebelum komandan benteng Utara menyelesaikan ucapannya, kepalanya langsung terpisah dari tubuhnya, setelah terkena Kapak milik Bo Wuhan.
“Berisik sekali kau sialan, membuat ku muak,” ucap Bo Wuhan langsung merasa bosan, karena semua yang ada di depannya sangat lemah.
“Baiklah, lebih baik aku selesaikan saja mereka dengan sekali serang,” ucap Bo Wuhan langsung melayang ke udara dan mengangkat kedua tangannya.
Blushh..!!
Dua kapak yang Bo Wuhan pegang langsung ia ayunkan, hingga menciptakan dua bilah kapak layaknya memiliki pikiran.
Crash crash crash..!!
Arrghhh..!!
Dalam sekejap semua musuh Bo Wuhan yang terlihat langsung terpotong-potong oleh bilah kapaknya, bahkan beberapa yang bersembunyi di balik tembok pun ikut terpotong.
Tap tap..!!
Mendengar jerit teriakan sudah menghilang, Bo Wuhan pun langsung muncul dengan jubah yang berbeda, bahkan tangannya kini sudah bersih dari darah. Layaknya ia tidak bertarung atau melakukan pembantaian sepisak.
“Khehe,, saatnya menuju pusat kota, karena semuanya pasti berkumpul di sana, termasuk penduduk kota.” Kekeh Bo Wuhan yang terlihat tidak sabar mengayunkan kapaknya lagi.
Dret..!! Wuss wus..!!