Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Kebahagiaan Para Tetua Klan Asura dan Menjadi Pemimpin Klan Asura kedua


Melihat mereka tanpa beban saat tersenyum dan itu murni seolah mereka sangat mempercayai dirinya. Xiu Bai pun langsung bangkit.


“Jika begitu.” Gumam Xiu Bai dalam hati.


“Baiklah, jika begitu aku percayakan masalah klan terhadap ayah dan nenek saja,” ucap Xiu Bai yang langsung membuat Xiu Mu Lian dan Xiu Lou terkejut.


“Lalu untuk masalah khusus seperti yang nenek katakan tentang ayahnya nenek yang kini menjadi musuh kita, akan lebih baik jika kita mengumpulkan semua pemimpin klan cabang terlebih dahulu untuk membahasnya.” Sambung Xiu Bai merenung sesaat.


“Tapi yang di kumpulkan mungkin hanya para pemimpin dan seperti wakil atau orang kepercayaannya saja, sisanya biarkan menunggu di setiap cabangnya untuk menyembunyikan pemimpin cabang yang pergi kesini,” ucap Xiu Bai terdengar tenang.


Melihat ketenangan Xiu Bai, semua orang yang ada di dalam memasang wajah penuh kekaguman, termasuk Xiu Lou.


Hanya Xiu Mu Lian saja yang merasakan adanya perubahan dari cucunya setelah ia menceritakan semua asal usul klan Asura dari semalam. Tapi ia hanya diam saja, karena merasa orang yang di depannya bukan orang lain, melainkan murni cucunya.


“Hemm,, cucu nenek ternyata telah dewasa,” ucap Xiu Mu Lian yang langsung di angguki oleh Xiu Lou dan para tetua klan.


“Huh,, bukankah Bai'er sekarang memang sudah dewasa. Umur Bai'er kan sudah hampir 20 tahun,” ucap Xiu Bai terdengar mengeluh.


“Hoo,, apakah begitu,” ejek Xiu Mu Lian kini muncul di depan Xiu Bai lalu mengucel-ucel kepalanya.


“Aduh duh,, nenek, aku memang sudah dewasa tahu, berhentilah membuatku seperti anak kecil lagi,” ucap Xiu Bai langsung menggerutu.


Bukannya menghentikan apa yang ia lakukan terhadap Xiu Bai, ia malah semakin jadi memperlakukan Xiu Bai layaknya anak berumur 5 tahunan.


Xiu Lou dan yang lain melihat itu seketika menjadi iri, mereka juga ingin mendekati Xiu Bai yang saat ini terlihat sangat gemas bagi mereka. Tapi mereka tidak berani mengganggu Xiu Mu Lian yang terlihat tersenyum bahagia.


***


Sementara di luar kediaman Xiu Lou atau pemimpin klan.


Saat ini terlihat Duan Du dan Meng Chen saling menatap. Melihat tingkat kultivasi Meng Chen yang sebenarnya, membuat Duan Du awalnya sedikit memasang wajah jelek, karena tingkat kultivasi Meng Chen ada di tingkat Kaisar Dewa Abadi ⭐ 9 Puncak.


“Heh,, kau kira aku juga tidak bisa meningkat ya bocah nakal,” ejek Meng Chen.


“Huh,, awas saja kau paman, akan remukkan mulutmu itu suatu hari nanti,” dengus Duan Du.


“Hoo,, kenapa tidak sekarang saja, ayo ini remukkan,” ucap Meng Chen mendekatkan kepalanya ke arah Duan Du.


“Eeh,, kakak, kapan kau di sini,” ucap Duan Du melirik ke arah belakang Meng Chen sambil memasang wajah terkejut.


Sontak Meng Chen pun langsung membalik badannya.


Tepat saat Meng Chen membalik badannya, Duan Du langsung menerjang ke arah Meng Chen dengan kecepatan penuhnya.


Wuss..!!


Bam..!!


Setelah melihat Meng Chen tersungkur, dengan cepat ia melarikan diri ke arah kediaman pemimpin klan.


“Haha,, mampus kau pak tua sialan,” teriak Duan Du tertawa lantang.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


Sementara Meng Chen yang saat ini kepalanya terbenam di tanah, langsung bangkit.


Blush..!!


“Bocah sialan, akan ku buat kau menderita, awas saja,” teriak Meng Chen.


Tap tap..!!


“Apa maksudmu bocah nakal? Apa kau ingin menghancurkan bangunan klan hah,” teriak tetua klan kini muncul sambil mengkat lalu menyeret Meng Chen layaknya anak kecil.


Wajah Meng Chen seketika semakin gelap saat di seret, ia tanpa sadar terkena jebakan Duan Du.


Sementara Duan Du yang bersembunyi, terlihat tertawa bahagia karena bisa membalas dendam.


“Haha,, rasakan itu,” ucap Duan Du langsung melesat pergi.


***


Di tempat Tu Long dan Du Jian saat ini mereka berdua saling memandang dengan tatapan intens.


“Apa kau siap bocah,” ejek Du Jian dengan senyum yang membuat Tu Long memasang wajah jelek.


Tapi terlihat saat ini Tu Long mencoba untuk menahan diri.


“Heng,, siap apanya,” dengus Tu Long pura-pura tidak tahu.


“Hoo, jika begitu aku akan menyadarkanmu,” ucap Du Jian menyeringai lebar.


Wuss...!!


Du Jian langsung muncul di depan Tu Long dengan tangan terayun.


“Tolong, ada penindasan,” teriak Tu Long langsung menjulurkan kepalanya ke tinju Du Jian yang sempat terhenti.


Bam..!!


Tu Long dengan cepat melempar dirinya lalu berguling-guling di tanah.


Tap tap..!!


Melihat Tu Long kini terlihat kesakitan dan kotor, salah satu tetua langsung melirik ke arah Du Jian yang kini memasang wajah bodoh.


“Dasar bocah nakal, berani sekali kau menindas di dalam klan,” ucap tetua klan langsung menangkap lalu menyeret Du Jian.


Setelah di seret, Du Jian pun tersadar jika saat ini telah di tipu oleh Tu Long.


Tap tap..!!


Bersamaan dengan perginya Du Jian, Duan Du pun muncul di samping Tu Long sambil adu tos.


“Haha,, rencana yang sempurna,” ucap Duan Du.


“Hemm..!! Tapi apa tidak apa-apa melakukan hal pecundang seperti ini? Aku juga takut kita akan mendapat balasan yang lebih menyakitkan lagi nanti, karena telah menipu paman Chen dan paman Jian,” ucap Tu Long kini melirik Duan Du.


“Heeh,, dasar idiot, tadi itu namanya bermain trik, kau kan sadar jika kita tidak akan pernah bisa menang melawan mereka berdua. Jadi untuk bisa menang dan lolos dari mereka berdua, ya harus memainkan ini,” dengus Duan Du menunjuk kepalanya.


“Lalu untuk masalah nanti saat mereka ingin membalas dendam, ya nanti saja kita pikirkan,” sambung Duan Du.


...


Berbeda dengan Duan Du dan Tu Long, saat ini Xiu Tian sedang duduk menghitung semua mayat Binatang Iblis dan intinya bersama anggota klan Asura.


“Di sini ada 1000 mayat,” teriak salah satu anggota klan dengan nada lantang di sertai senyum bahagia.


“Di sini ada 200 saja,” balas anggota klan Asura lainnya.


Satu persatu dari anggota klan Asura mulai berteriak setelah selesai menghitung, hingga jumlahnya mencapai 178 ribu mayat dan 30 ribu Inti Binatang Iblis.


Untuk mayat, Xiu Tian sengaja meminta semua yang di dapat oleh Xiu Bai dan yang lainnya, sementara untuk Inti Binatanh Iblis belum di kumpulkan.


Xiu Tian yang selesai menghitung total kini tersenyum lebar.


“Hehe,, kita akan pesta 1 minggu penuh nantinya, sekaligus mengadakan acara perpisahan kita,” ucap Xiu Tian terdengar bahagia.


Xiu Tian bahagia karena tidak sabar membayangkan berapa banyak harta yang ia dapatkan nanti di dunia luar.


***


Sementara Han Liu, ia saat ini bersama tetua yang ahli dalam bidang pedang di klan Asura.


Wuss..!!


Crash..!!


“Masih bersuara, usahakan kau fokus untuk tenang, jika bisa, bayangkan saja pemandangan indah di sekelilingmu ini, setelah merasa menyatu dengan bayangan indah yang di kepalamu, maka ayunkan saja pedangmu,” ucap tetua Fu We Jiang.


Han Liu yang mendengar itu, langsung memejamkan matanya lalu membayangkan sebuah taman yang indah di kelilingi oleh bunga.


Setelah merasa sudah benar-benar menyatu dengan bayangannya, ia pun langsung mengayunkan pedangnya.


Slash..!!