
Bahkan Xiu Bai sedikit merinding saat melihat senyuman Nenek dan Istrinya saat ini, karena terlihat mereka sedang merencanakan sesuatu yang mengerikan terhadap para pembuat onar.
...
“Ehem,, karena kalian sudah langsung akrab, jika begitu, aku akan langsung berangkat saja.” Ucap Xiu Bai terdengar lembut, tapi nada suaranya dapat di dengar oleh semua orang yang berkumpul di sana.
Mendengar itu, Ibu, Istri, Nenek, kakak, dan anggota keluarga Xiu Bai yang mendengar itu, langsung melirik ke arah Xiu Bai.
“Apaaa? Bagaimana bisa saat kau sampai, kau langsung ingin pergi Bai'er,” ucap Ling Mei dan Xiu Mu Lian serempak.
“Hem hem..!! Jangan tinggalkan kakak mu di sarang Iblis ini sendirian Bai'er,” sambung Cen Tian terlihat merinding.
Saking takutnya, ia tanpa sadar memeluk tubuhnya sendiri.
Bukan cuman mereka saja, terdengar istri, dan putri Xiu Bai juga mencoba menghentikan Xiu Bai pergi dengan cepat.
Xiu Bai yang mendengar semua orang mencoba menghentikannya, hanya bisa menghela nafas.
“Bai'er sudah tidak punya banyak waktu Bu, Xia'er, Jia'er, Xie'er.” Ucap Xiu Bai terdengar serius.
“Mungkin kalian tidak tahu, jadi kalian bisa bertanya kepada Meilin. Jika tidak lama lagi perang yang sesungguhnya akan terjadi.”
“Untuk menghentikan perang tersebut, Bai'er harus ke tempat dimana Bai'er muncul, karena di sana ada jawaban dari cara menghentikan atau memenangkan perang ini.” Sambung Xiu Bai.
Mendengar itu, semua orang yang ada di sana pun hanya bisa menghela nafas. Beberapa dari mereka melirik ke arah Mo Meilin.
Sontak Mo Meilin yang di tatap pun menganggukkan kepalanya. Tak lama setelah itu, Ibu, Nenek, Istri dan putri Xiu Bai pun terlihat tidak bisa menghentikan kepergian Xiu Bai.
“Hati-hatilah Bai'er, Ibu sebenarnya berat melepaskan kepergianmu. Tapi demi kebaikan semua orang, apa boleh buat.” Ucap Ling Mei sembari mengusap rambut Xiu Bai.
“Hemm..!! Ibu tenang saja, terlebih lagi, Bai'er tidak pergi seorang diri. Jadi ibu tidak perlu khawatir lagi.” Balas Xiu Bai.
Tap tap..!!
Tepat setelah Xiu Bai selesai bicara, terlihat sosok pemuda berusia 16 tahun muncul.
Walau usianya muda, tingginya hampir menyamai Xiu Bai.
“Selamat datang kembali Tuan,” ucap Feng Liu tegas dan berwibawa.
“Hoo,, kau akhirnya datang juga Liu, lalu dimana Wuhan?” Ucap Xiu Bai tersenyum hangat, sembari melirik ke arah pintu utama.
“Itu, paman Wuhan sedang menjalankan misi, dan tidak tahu kapan akan kembali.” Jawab Feng Liu.
Mendengar itu, Xiu Bai pun melirik ke arah Mo Meilin.
Mo Meilin mengangguk dan langsung menjelaskan tugas Bo Wuhan bersama anggota kelompoknya yang berangkat menuju Wilayah Timur untuk membuat beberapa kekacauan.
10 menit berlalu setelah mendengar penjelasan Mo Meilin.
“Hais, jika begini apa boleh buat,” gumam Xiu Bai dalam hati.
Dret..!!
Dengan cepat Xiu Bai menarik Feng Liu dan langsung lenyap, tanpa menunggu jawaban atau reaksi dari semua orang yang ada di ruangan tersebut.
...
Tap tap..!!
Tidak sampai beberapa detik, Xiu Bai muncul bersama Feng Liu.
Terlihat Feng Liu terkejut akan kecepatan Tuannya membawa dirinya pergi.
Mungkin semua orang mengira jika Xiu Bai menggunakan teleportasi, tapi sebenarnya Xiu Bai hanya melesat saja, saking cepatnya kecepatan Xiu Bai, membuat orang pasti mengira Xiu Bai melakukan teleportasi.
Dan Feng Liu yang di bawa, baru saja mengetahuinya detik ini juga.
“Kenapa dengan wajahmu Liu'er? Itu hal yang biasa, jika kau sudah mencapai tingkatan yang sama denganku, maka kecepatanmu pasti bisa setara denganku saat ini.” Ucap Xiu Bai sembari menggelengkan sedikit kepalanya.
“Terimakasih akan hiburannya Tuan, aku yakin akan sedikit mustahil mencapai tingkatan anda.” Ucap Feng Liu tersenyum hormat.
“Tapi kenapa kita berhenti di sini?” Sambung Feng Liu terlihat bingung.
Xiu Bai terlihat tidak menjawab, tapi tangannya langsung ia gerakkan.
Dret..!!
Tap tap..!!
Tidak lama setelah lubang hitam muncul, Bai Chu Ye yang sudah kembali ke jati dirinya, keluar dari lubang hitam.
“Ayah,” sapa Bai Chu Ye.
“Sebenarnya ayah tidak ingin mengajakmu, karena kau belum pulih total. Tapi apa boleh buat, kaulah satu-satunya yang setara Wuhan dan Liu'er saat ini.” Ucap Xiu Bai dengan serius.
“Jadi, apakah kau ingin ikut dengan ayah Ye'er?” Tanya Xiu Bai menatap putranya.
Bai Chu Ye seketika merenung.
“Apakah tidak apa-apa langsung pergi tanpa memberitahu Ibu, Nenek, dan yang lainnya?” Tanya Bai Chu Ye terlihat ragu.
“Ye'er takut jika mereka semua akan langsung mengamuk ke ayah jika ketahuan mengajak Ye'er pergi.” Sambung Bai Chu Ye.
“Tenang saja, tidak ada yang mengetahui ini selain kita bertiga. Jika mereka semua curiga kau menghilang, maka butuh waktu bagi mereka untuk menyadari kapan kau hilang.”
“Pada saat itu, tidak mungkin mereka mencurigai ayah yang membawamu. Mereka pasti akan mencurigai paman-pamanmu maupun para bawahan ayah yang suka membuat kekacauan.” Sambung Xiu Bai dengan seutas senyum tulus, tapi di satu sisi, ada jejak senyuman licik di wajah Xiu Bai.
“Hemm..!! Ayah ada benarnya juga. Tapi, apa tidak apa-apa membiarkan mereka tersiksa nantinya?” Tanya Bai Chu Ye yang paham akan ucapan ayahnya, yang tak lain mengorbankan anggota keluarganya, sekaligus membuat mereka sebagai Tameng hidup untuk ayahnya yang membuat kejadian ini.