Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Kedatangan Bo Wuhan ke Tempat Han Liu dan Feng He


“Tapi memikirkan itu nanti saja, lebih baik kembali untuk menghadiri pernikahan putramu Nona Mo,” sambung Duan Diyu.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


***


Tap tap..!!


“Apa sudah saatnya kita kembali kakak?” Tanya Duan Du sambil melirik ke arah Xiu Bai.


Xiu Bai yang di tanya, hanya diam sambil melihat selembaran kertas kosong.


Tak lama, terlihat selembaran kertas kosong mulai muncul tulisan bewarna transparan.


“Hem..!! Jadi begitu, Dewa Iblis Neraka telah kembali dan mencoba menjebak Diyu dan yang lainnya.” Gumam Xiu Bai dalam hati.


“Jika begitu, akan ku sambut permainanmu setelah acara pernikahan putraku dan Tu Long selesai,” gumam Xiu Bai sembari bangkit.


Tap tap..!!


“Hemm..!! Besok kita akan kembali ke kediaman Long Qiu,” ucap Xiu Bai mengangguk.


Suara Xiu Bai terdengar pelan, namun suaranya dapat di dengar ke telinga semua anggota keluarganya.


Dret..!! Wuss wuss..!!


Tepat setelah selesai memberitahu semua anggota keluarganya, Xiu Bai pun langsung pergi entah kemana.


***


Dret..!!


“Hemm..!! Dia ternyata baru sampai setelah beberapa hari aku menugaskannya mendatangi Han Liu dan Feng He.” Gumam Xiu Bai melirik ke arah Bo Wuhan yang sedang melangkah menuju gerbang kota.


...


Tap tap..!!


“Ah sial, mencari kedua sialan itu ternyata cukup menyusahkan juga,” umpat Bo Wuhan dalam hati.


Tatapan Bo Wuhan pun mengarah ke kota yang sangat besar dan indah. Ia juga merasakan jejak aura Han Liu dan Feng He di kota ini.


“Semoga saja ia berada di sini,” ucap Bo Wuhan sembari melihat selembaran peta pemberian Xiu Bai.


“Argh,, kenapa juga sampai sekarang aku tidak memahami titik-titik dan garis yang Tuan buat,” gumam Bo Wuhan terdengar kesal.


Dan karena ia tidak memahaminya lah, membuat Bo Wuhan beberapa kali tersesat. Beruntung ia tidak menemui musuh, karena jika ia bertemu musuh, maka akan terdengar kekacauan di setiap kota yang pernah Bo Wuhan datangi.


Tap..!!


“Tunggu dulu,” ucap salah satu penjaga yang memiliki kepala Phoenix.


Dahi Bo Wuhan pun berkerut, karena selama ia memasuki kota, tidak ada penjaga yang menghentikannya memasuki kota.


“Ada apa?” Tanya Bo Wuhan mengangkat kepalanya ke arah penjaga tersebut.


“Berani sekali kau meninggi terhadapku, kau pasti mata-mata,” teriak penjaga tersebut langsung mengeluarkan senjatanya.


Dret..!!


Bukan hanya ia saja, beberapa penjaga, mulai mengepung Bo Wuhan setelah mendengar suara teriakan rekannya.


Bo Wuhan yang di kepung, seketika menyeringai lebar.


“Khehehe,, keberuntungan berpihak kepadaku,” kekeh Bo Wuhan langsung mengubah ekspresinya dalam sekejap.


“Terimakasih telah mengisi kebosananku selama ini,” ucap Bo Wuhan langsung menyelimuti tangannya dengan sedikit energinya.


Dret..!!


Blush..!!


Bom..!!


Tepat setelah kaki Bo Wuhan menginjak tanah, seketika terdengar suara ledakan yang cukup besar.


Bahkan hanya dengan ledakan dari kaki Bo Wuhan, membuat semua penjaga langsung terhempas.


Bo Wuhan tentu saja tidak akan membunuh mereka, sehingga ia hanya menghempaskannya saja, karena ia tidak merasakan sama sekali niat membunuh.


Bo Wuhan juga di ajarkan dan di peringati oleh Xiu Bai, jika ia tidak boleh sembarangan membunuh, jika itu terjadi, maka ia akan di kirim kembali ke tempat istrinya dan yang lainnya di alam yang lebih rendah.


“Heh heh, hanya dengan secuil hempasan saja, kalian sudah terkapar,” ejek Bo Wuhan tersenyum lebar.


“Ayo cepat suruh yang lebih kuat kesini, karena tanganku sudah mulai gatal,” sambung Bo Wuhan dengan nada lantang.


Mendengar itu, Xiu Bai hanya bisa menggelengkan kepalanya.


“Hais, dia sudah termakan sifat Tu Long,” gumam Xiu Bai.


***


Di Istana yang sangat besar, kini terlihat Feng Liu bangkit bersama Han Liu.


“Ini,” ucap Feng Liu saat ia merasakan aura yang cukup kuat di gerbang kota.


Sementara Han Liu bangkit karena tahu siapa orang yang menyebarkan auranya.


“Jika tidak salah, dia adalah Bo Wuhan,” gumam Han Liu dalam hati.


“Bagaimana bisa ia sekuat ini?” Sambung Han Liu bertanya-tanya dalam hati.


“Dan apakah tujuannya kesini untuk menjemput kami?”


Bam..!!


“Woe,, kenapa kau melamun saudara Han, ayo kita kesana,” ajak Feng Liu.


Han Liu pun mengangguk, tanpa banyak bicara atau menjelaskan siapa sosok yang akan mereka datangi, Han Liu pun langsung melesat bersama Feng Liu.


Dret..!! Wuss wuss..!!


...


“Ini, bukankah dia Bo Wuhan,” umpat Feng He langsung bangkit dari ranjangnya.


Ia terlihat memasang wajah cemberut saat ini, lantaran hari ini adalah hari yang ia impikan selama ini. Karena setelah sekian lama selalu di ganggu oleh semua penghuni tempat ini, akhirnya ia bisa membuat keturunan dengan Feng Shui istrinya.


Tapi ia tak menduga jika akan datang lagi gangguan.


“Sialan, tidak akan ku biarkan kau menganggu hari bahagiaku,” teriak Feng He langsung melangkah.


Tap tap..!!


“Ada apa He Gege?” Tanya Feng Shui yang terlihat baru keluar dari kamar mandi.


“Ada pengacau di luar, Gege harus kesana menghentikannya,” jawab Feng He dengan lemah lembut.


Mendengar itu, wajah Feng Shui pun berbunga-bunga, karena suaminya sangat perhatian dengan Kota serta semua Rasnya.


“Hem hem..!! Semangat Gege,” ucap Feng Shui langsung memberikan semangat.


Blush..!!


Dengan wajah memerah, Feng He langsung mengeluarkan auranya.


“Tentu saja, Gege harus mengusirnya dulu, Shui'er tunggu saja di sini dan jangan kemana-mana, oke,” ucap Feng He terlihat mengusap pipi istrinya dengan tangan sedikit bergetar.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


Setelah mendapat anggukan dari istrinya, Feng He pun langsung melesat ke arah Bo Wuhan berada.


Dan tanpa sadar, kedatangan Bo Wuhan kesini dapat menimbulkan kekacauan, sama halnya dengan Duan Du dan Tu Long yang selalu membuat kekacauan di setiap kota yang mereka singgahi.


***


Wung..!! Dret..!!


“Mati kau sialan,” teriak Feng Shelin, kakaknya Feng Shui.


Bam..!!


Bo Wuhan yang melihat tangan Feng Shelin akan mengarah ke wajahnya, dengan santai menahan dengan tangan kanannya.


“Woah,, kau seorang wanita, tapi otot-ototmu itu luar biasa, dan juga kekuatan fisikmu cukup kuat juga,” teriak Bo Wuhan memberikan pujian terhadap Feng Shelin.


Bukannya senang di puji, wajah Feng Shelin seketika memerah penuh amarah.


“Akan ku bunuh kau penjahat sialan,” teriak Feng Shelin.


Blush..!! Bom bom bom..!!


Aura Feng Shelin pun langsung meledak dan terlihat Feng Shelin kini layaknya monster masuk ke mode Berserker, tapi itu bukanlah Berserker.


Bo Wuhan yang mundur lebih dulu sebelum meledaknya aura Feng Shelin, terlihat semakin tersenyum lebar.


“Khehe,, kota ini sangat menarik juga,” ucap Bo Wuhan melirik ke arah area sekitar.


Terlihat saat ini banyak Ras Phoenix melayang di udara dan melihat pertarungannya tanpa ada yang menganggu atau melakukan keroyokan.


“Aku suka aku suka,” ucap Bo Wuhan langsung mengeratkan pijakan kakinya.


Dret..!!


Wuss..!!


Bam..!!


Duarr..!!


Dalam sekejap Bo Wuhan muncul di depan Feng Shelin dan memukul perutnya, hingga membuatnya terlempar tanpa bisa menghindar atau melakukan perlawanan.


Tap tap..!!


“Hehe,, jadi kau orangnya,” kekeh Feng Liu langsung muncul tidak jauh dari tempat Bo Wuhan berdiri.


“Ayo, keluarkan semua kekuatanmu yang kau sembunyikan itu, lawan aku,” tantang Feng Liu kini mengulurkan tangannya dan melambaikannya ke arah Bo Wuhan, tanda menantang Bo Wuhan duel.