
“Ye'er merasa mengenal Binatang ini guru, itulah yang membuat Ye'er melamun,” jawab Bai Chu Ye menjelaskan sambil melangkah ke sisi kiri perut mayat Binatang Darah Kuno do depannya.
Tap tap..!!
Setelah sampai ke tempat dimana Bai Chu Ye mengingat Remaja Ye'er menyimpan batu tersebut, ia pun mengerutkan keningnya, karena di perut sisi kiri Binatang Darah Kuno ternyata sudah di sobek.
“Oh apa kau mencari ini Ye'er?” Tanya Dewi Fuzhi menunjukkan batu bewarna merah layaknya batu biasa.
Melihat itu, Bai Chu Ye pun sedikit terkejut, dan senang, karena gurunya sudah menyimpannya terlebih dahulu.
“Benar Guru, Ye'er mencari batu itu.” Jawab Bai Chu Ye dan balik bertanya. “Dari mana guru tahu Batu ini tersimpan di dalam perut Binatang ini?”
“Oh itu, karena Guru mu ini sangat hebat lo, Guru menduplikan kekuatan Binatang Darah Kuno, jadi Guru dapat merasakan kekuatan yang sangat hebat tersimpan di dalam Batu ini. Tapi Batu ini sama sekali tidak bereaksi terhadap Guru.” Jawab Dewi Fuzhi terdiam sesaat.
“Maka dari itu Guru ingin mencari murid, atau seseorang yang memiliki kekuatan bawaan, atau bisa menguasai Hukum Darah. Dan setelah sekian lama, guru bertemu denganmu.” Sambung Dewi Fuzhi terlihat sangat senang.
“Kau juga sudah tahu selanjutnya bukan, jika Gurumu ini ingin menjadikanmu eksperimen guru untuk melihat apakah batu ini bereaksi denganmu, dan kau setuju.”
“Lalu syaratnya adalah mengambil semua darah Binatang Kuno ini dan semua binatang Darahmu untuk di gabungkan ke batu ini, setelah itu di tanam ke jantung, artinya Guru akan membelah jantungmu.” Ucap Dewi Fuzhi langsung memasang wajah serius saat menatap muridnya.
Bai Chu Ye pun mengangguk.
“Hemm..!! Muridmu ini sudah siap Guru, ayo lakukanlah,” ucap Bai Chu Ye langsung duduk bersila dengan sepenuh hati. Tanpa adanya paksaan.
Melihat muridnya langsung duduk, Dewi Fuzhi pun langsung menepuk pundak kanan muridnya.
“Bukan begitu caranya, ayo bangun dulu,” ucap Dewi Fuzhi.
Tap..!!
Bai Chu Ye yang membuka matanya pun langsung bangkit.
Tanpa terasa 30 menit telah berlalu, setelah Dewi Fuzhi mengambil semua inti darah Binatang Darah Kuno dan di simpan di toples kaca. Kini Dewi Fuzhi menatap Bai Chu Ye tengah terbaring di atas batu yang telah Dewi Fuzhi ukir sebagai tempat altar sekaligus alat media untuk eksperimennya.
“Guru tanya sekali lagi, apa kau benar-benar telah siap Ye'er? Jika tidak, maka beritahu guru, karena Guru tidak akan memaksa.” Tanya Dewi Fuzhi yang terlihat benar-benar menyukai Bai Chu Ye dan ia anggap putranya sendiri.
“Jangan ragu guru, jika kau ragu begitu, malah akan membuat dirimu gagal.” Bukannya menjawab pertanyaan gurunya, Bai Chu Ye malah memberikan gurunya dorongan.
Entah mengapa juga Bai Chu Ye bisa seperti ini, ia juga yakin jika ini akan berhasil, serta tujuan Bai Chu Ye ingin bergabung tentunya ingin menjadi kuat agar bisa membantu ayahnya. Serta ingin mengungkap misteri di balik ingatan yang ia lihat sebelumnya.
...
Dewi Fuzhi yang mendengar dorongan muridnya, langsung mengangguk. “Maafkan Guru Ye'er, dari pada kau kesakitan,” ucap Dewi Fuzhi langsung membuat Bai Chu Ye pingsan.
Dengan menembakkan jarum pembius ke leher muridnya.
Jlep..!!
Melihat Bai Chu Ye pingsan, Dewi Fuzhi pun langsung menyelimuti tangannya dengan energinya lalu mengambil pisau tipis.
Sret..!!
Setelah membelah dada muridnya, Dewi Fuzhi tanpa basa basi mengambil semua inti darah muridnya dan menaruhnya ke toples kaca, setelah itu ia membelah jantung muridnya.
Terlihat jelas jika Dewi Fuzhi sangat berhati-hati.
“Huuf,, selesai, tinggal menaruh batu ini,” gumam Dewi Fuzhi langsung mengambilnya menggunakan energinya, tanpa ia sentuh, karena takut batu tersebut kotor.
Sret sret..!!
1 jam berlalu, Dewi Fuzhi akhirnya selesai menaruh batu ke dalam jantung muridnya.
“Huh huh,, semoga saja aku benar dalam meletakkannya,” gumam Dewi Fuzhi. “Tapi aku rasa itu sudah benar, karena selama 1 jam aku selalu membolak baliknya untuk menaruhnya di tempat yang pas, dan inilah yang paling pas.” Sambung Dewi Fuzhi kini melirik ke arah kedua toples kaca berisi inti Darah muridnya dan Binatang Darah Kuno.
“Selanjutnya menggabungkan kedua inti darah ini lalu meneteskannya ke batu ini secara perlahan,” gumam Dewi Fuzhi.
Blush..!!
Setelah mengambil kedua toples kaca, kini Dewi Fuzhi pun dengan cepat menggabungkannya secara hati-hati.
Hingga tanpa sadar 1 hari telah berlalu. Entah kenapa Dewi Fuzhi merasa sangat lama, karena biasanya setiap ia melakukan duplikat, itu tidak butuh 30 menit.
“Huff,, baiklah mari langsung saja,” ucap Dewi Fuzhi mulai mengelap keringat yang menetes di keningnya.
Tik..!!
Tik..!!
Blush..!!
Dug dug..!!
Secara tiba-tiba jantung Bai Chu Ye yang awalnya berhenti berdetak, kini berdetak secara tiba-tiba.
Dewi Fuzhi yang melihat itu, seketika tersenyum bahagia, dengan cepat ia menutup jantung muridnya itu.
Blush..!!
Setelah menutup jantung muridnya dan membiarkan batu tersimpan di dalam jantung muridnya. Dewi Fuzhi pun menumpah setengah inti darah yang ia gabungkan ke seluruh tubuh muridnya.
Blush..!!
Aura Bai Chu Ye seketika muncul dengan sendirinya dan melonjak hebat.
Dengan cepat Dewi Fuzhi mundur dan berniat untuk membuat perisai penghalang, agar para makhluk yang setara dengan dirinya tidak menyadarinya secara jelas.
Flashback End..!!
Kini Dewi Fuzhi yang melihat muridnya menjadi gumpalan darah berbentuk mayat Binatang Darah Kuno seketika terpana.
Goaarr..!!
Tak lama, Bai Chu Ye pun meraung, membuat perisai yang Dewi Fuzhi buat hancur beberapa lapis.
Beruntung Dewi Fuzhi membuat banyak lapisan untuk mengantisifasi kejadian seperti ini.
Dewi Fuzhi juga entah mengerti akan raungan muridnya ini, sehingga dengan cepat ia melempar sisa inti darah ke arah muridnya.
Kini terlihat sisa inti Darah langsung bergabung ke gumpalan darah menyerupai Binatang Darah Kuno.
Krak krak..!!
Blush..!!
Dalam sekejap gumpalan darah berubah ke wujud manusia yang tak lain Bai Chu Ye sendiri.
Tapi ada yang aneh dari mata muridnya, yang membuat Dewi Fuzhi waspada.
Tap tap..!!
“Aku butuh tumbal,” ucap Bai Chu Ye dengan nada suara serak dan berbeda.
Mendengar itu, Dewi Fuzhi yang sudah menyiapkan banyak inti darah yang telah ia kumpulkan dalam jutaan tahun, langsung mengeluarkannya.
Blush..!!
Dalam sekejap semua inti darah yang Dewi Fuzhi keluarkan menyatu ke tubuh Bai Chu Ye.
Tapi lagi-lagi terdengar suara yang membuat Dewi Fuzhi terkejut dan semakin waspada.
“Aku butuh tumbal,” ucap Bai Chu Ye kembali menatap ke arah Dewi Fuzhi.
“Sadarlah Ye'er, kau sedang di kendalikan,” teriak Dewi Fuzhi yang sama sekali tidak berani mendekati muridnya. Karena instingnya mengatakan untuk jangan mendekat.
“Aku butuh tumbal,” lagi-lagi Bai Chu Ye yang memang benar-benar tidak sadar kembali mengatakan hal tersebut berulang kali.
Hingga Bai Chu Ye yang hanya berdiri di tempat, langsung bergerak.
Dret..!!
Dalam sekejap Bai Chu Ye muncul di depan Gurunya dengan memegang tangannya.
“I..Ini,” ucap Dewi Fuzhi langsung lemas saat darahnya di sedot oleh muridnya.
Bruk..!!