Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Bertambahnya Hobi Cen Tian


Memanfaatkan celah tersebut, Tu Long yang masih melayang, langsung melesat ke arah Jendral ke 4 yang kini berusaha bangkit.


Wuss..!! Crash..!!


Bruk..!!


Argh..!!


Seketika suara jendral ke 4 langsung meraung setelah tangan kanannya langsung putus oleh tangan kiri Tu Long yang membentuk pedang cakar.


Tu Long yang melihat musuh mampu menghindar, tidak berhenti sampai di sana saja, dengan cepat ia melesat sebelum Jendral ke 2 mendekat.


Wuss..!! Wuss..!! Wuss..!!


Crash.crash..!!


Terlihat Tu Long melesat kesana kemari dan mencabik-cabik tubuh Jendral ke 4, hingga menjadi beberapa bagian.


Tap..!!


Bersamaan dengan datangnya Jendral ke 2, kini jendral ke 4 telah mati menjadi daging cincang.


Melihat rekannya mati mengenaskan, wajah Jendral ke 2 sudah menghitam saking marahnya.


Tu Long terlihat santai sembari mengeluarkan senyuman lebar.


“Khehe,, ayo kemari balaskan dendam temanmu,” kekeh Tu Long menjulurkan jari telunjuknya untuk menantang Jendral ke 2.


Dret..!!


Dengan cepat Jendral ke 2 termakan provokasi Tu Long dan langsung melesat.


Wuss..!!


Tepat saat Jendral ke 2 sudah berjarak 1 meter di depan Tu Long dengan pedang terayun.


Tu Long yang masih berdiri, langsung mengangkat kaki kanannya dan melayangkannya ke arah perut jendral ke 2.


Bam..!!


Alhasil, Jendral ke 2 yang hanya fokus dengam dendamnya, kini melayang ke atas setelah terkena tendangan Tu Long.


Bersamaan dengan itu, Tu Long muncul di atas Jendral ke 2 dan langsung mengayunkan tinjunya ke kepala belakangnya.


Bam..!!


Bomm..!!


Tubuh jendral ke 2 langsung terhempas, hingga suara ledakan terdengar menggema saat tubuhnya membentur tanah.


Wuss..!!


Crash..!!


Tepat di saat Tu Long mendarat, Tu Long terlihat langsung menancapkan tangan kirinya ke kepala musuhnya, lalu merobek musuhnya menjadi dua bagian.


“Sisa 2 musuh lagi,” gumam Tu Long melirik ke arah kiri dan kanan, dimana Jendral pertama dan ke 6 muncul.


Berbeda dengan jendral yang lain, kedua Jendral yang tersisa, terlihat tidak marah sama sekali saat melihat rekan mereka di bunuh.


Mereka malah tersenyum puas.


Jendral pertama pun memandang jendral ke 6, ia pun langsung mengangguk.


Tepat setelah itu, kedua jendral tersebut pun membalik badan, lalu melesat pergi.


“Eeh,, kenapa mereka malah tidak menyerangku? Padahal aku sudah membunuh rekan mereka loh,” gumam Tu Long menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Tap tap..!!


“Dasar bodoh, kau itu di manfaatkan oleh mereka untuk membunuh saingan mereka,” dengus Duan Du muncul dari balik dinding.


“Bisa-bisanya kau begitu idiot, dan di gunakan sebagai senjata mereka, ckck,” sambung Duan Du menggelengkan kepalanya.


Tu Long yang mendengar itu, seketika memasang wajah kesal.


“Sialan, berani sekali mereka memanfaatkanku, akan ku cincang tubuh mereka,” teriak Tu Long mencengkram erat kepalan tinjunya.


Krak krak..!!


“Heh,, sudah tidak ada gunanya, aku menyuruh Bayanganku yang berasal dari Dunia Bayangan memburu mereka. Lebih baik kau pokus maju, karena kita harus bergerak cepat,” dengus Duan Du.


Tu Long pun hanya bisa cemberut, dan langsung melesat ke arah puncak bukit.


Dret..!! Wuss wuss..!!


***


Sementara di tempat Cen Tian, yang berada di pemukiman terbanyak.


Terlihat area terluar kota, kini telah di banjiri darah di sertai banyak mayat bergeletak tanpa kepala.


Tap tap..!!


“Lari ke pusat kota, dia ada di dinding bagian barat saat ini,” terlihat salah satu Iblis berlari dengan wajah ketakutan memberitahu penduduk kota yang masih hidup.


Crash crash..!!


Tapi langkahnya terhenti, terlihat sebuah benang energi memotong tubuhnya menjadi dua bagian.


Tap tap..!!


“Hemm..!! Paman Tian ternyata cukup mengerikan juga,” gumam Bai Han saat melihat ratusan mayat bergeletakan di jalan tanpa kepala.


Bai Han juga mengarahkan pandangannya ke dalam bangunan, di sana juga terlihat sama.


Lalu dari apa yang Bai Han lihat saat ini, yaitu darah mereka yang masih menyembur, itu artinya mereka mati tidak lebih dari 5 menit.


Setelah merasakan tidak ada energi kehidupan, Bai Han pun mengitari area sekitar, dimana tempat Cen Tian membunuh musuh-musuhnya menggunakan kecepatannya.


...


Wuss wuss..!!


Crash crash..!!


Arghh..!!


“Di..Dia di sini, Pencuri Iblis Serakah itu ada di sini, dia kini menginginkan kepala kita."


Suara teriakan demi teriakan teriakan dari para penduduk dan berusaha berlarian menyelamatkan diri.


Sementara Cen Tian yang terus melesat kesana kemari sambil terus mengayunkan kedua Dagger curiannya, terlihat tersenyum lebar.


Tap tap..!!


“Haha,, ternyata ini sangat menyenangkan juga ya, aku tak menyangka hobi ku akan bertambah 1 lagi, selain mencuri, kini memotong leher musuh,” ucap Cen Tian tersenyum lebar ke arah para calon korbannya.


Glek..!!