
Dengan cepat Long Qiu melesat turun menuju kota.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
...
Tap tap...!!
“Dimana kah kau bersembunyi kucing nakal,” ucap Long Qiu tersenyum lebar.
“Ayo keluarlah sebelum Tuan muda datang,” sambung Long Qiu.
Walau suara Long Qiu terdengar keci dan santai, suara tersebut dapat di dengar oleh seorang ahli yang kuat, seperti Du Lang.
***
Jauh di bawah tanah, terlihat sosok pria tua berkepala Serigala dengan bulu bewarna ungu.
Sosok tersebut yang tak lain Du Lang, yang kini sedang memejamkan matanya, seketika membuka mata saat mendengar suara yang sangat ia kenal.
“Su..Suara itu,” gumam Du Lang seketika bergetar hebat.
“Si..Sialan, siapa yang memberitahunya aku ada di sini?” Sambung Du Lang memasang wajah jelek.
Dengan hati-hati ia bangkit, kini ia berencana melarikan diri dari tempat ini lantaran sudah yakin tempat ini sudah tidak aman lagi baginya.
“Beruntung aku menyegel auraku, jika tidak, aku yakin ia akan dapat merasakan keberadaanku saat ini,” gumam Du Lang.
Tap tap..!!
Terlihat Du Lang melangkah ke sebuah lorong, di balik lorong tersebut, adalah jalan keluar dari kota ini atau dapat di katakan mengarah ke Hutan yang tidak jauh dari Kota.
***
Sementara Long Qiu yang berdiri santai, kini memasang wajah cemberut.
“Kucing sialan itu, ia cukup keras kepala juga ya,” gumam Long Qiu, lantaran suaranya tidak di tanggapi oleh Du Lang.
“Jika begitu, akan ku buat kau keluar,” gumam Long Qiu yang tidak sabar ingin menjumpai Du Lang.
Karena hal tersebut, ia lupa akan keberadaan Bai Han dan Bai Chu Ye yang akan ke kota ini.
Dret..!!
Tangan Long Qiu pun langsung di selimuti oleh energi.
Crash..!!
Dengan santai ia mengayunkan tangannya ke arah bangunan yang ada di depannya.
Duaarrr..!!
Bom bom bom bomm..!!
Terlihat muncul bilah cakar dan bilah cakar langsung menghancurkan bangunan yang ada di depannya, bukan hanya satu, melainkan semua bangunan yang sejajar di belakangnya, kini ikut hancur.
Duaarr..!!
Hingga terlihat bilah cakar Long Qiu berhenti setelah melewati tembok kota dan mengenai beberapa pohon besar.
“Hemm..!! Masih tidak keluar juga kau rupanya,” ucap Long Qiu.
Pandangan Long Qiu pun mengarah ke bangunan yang ada di samping kanannya.
“Akan ku coba yang ini, siapa tahu kau bersembunyi di sana,” ucap Long Qiu kembali menyelimuti tangannya dengan energi dan langsung mengayunkannya.
Dret..!!
Wuss..!!
Crash..!! Bom bom bom..!!
Lagi-lagi Long Qiu tidak merasakan keberadaan dimana Du Lang berada.
Dan pada saat yang sama, terlihat banyak sekali monster berkepala Serigala Ungu mengepung Long Qiu.
Namun Long Qiu tidak menanggapinya, karena merasa mereka hanya lalat-lalat kecil yang suka berdengung di kuping.
“Kalian pergilah sebelum aku menghancurkan kalian semua.” Ucap Long Qiu.
“Bagian kalian bukan aku, melainkan beberapa manusia yang ada di belakangku,” sambung Long Qiu.
“Heeh,, setelah menghancurkan kota kami dan membunuh setengah dari Ras kami, kau menyuruh kami pergi. Dasar idiot,” dengus salah satu monster berkepala Serigala Ungu.
“Aku rasa ia juga bodoh, bisa-bisanya ia mencoba menipu kita dengan alasan ada manusia di belakangnya. Bukankah yang ada di belakangnya itu hanya tembok saja.” Sambung rekannya sambil memasang wajah penuh amarah.
Long Qiu yang di ejek Idiot serta bodoh. Seketika mengeluarkan senyuman lebar.
“Hehehe,, kalian bosan hidup rupanya, jika itu yang kalian inginkan, maka akan ku kabulkan,” kekeh Long Qiu.
Blush..!!
Tangan Long Qiu pun langsung terangkat ke atas.
Pusaran energi seketika muncul di atas langit. Tak lama setelah itu, muncul bola energi yang sangat banyak dari atas langit.
“Hehe,, nikmati kehancuran dan penderitaan kalian saat ini,” kekeh Long Qiu.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
Bom..!!
Tepat di saat Long Qiu menghilang, salah satu bola energi langsung turun mengenai monster yang memanggilnya idiot. Bersamaan dengan tubuhnya terkena bola energi hingga meledak, serpihan dari ledakan bola energi menyebar ke segala arah.
Hal tersebut membuat para monster yang terkena serpihan langsung berteriak kesakitan.
Wuss..!!
Tidak berhenti sampai di sana saja, kini ratusan bola energi mulai berjatuhan.
Hal tersebut membuat semua penghuni kota membelalakkan mata mereka.
“Ti..Tidak, ampuni ak-”
Boomm..!!
Tubuh monster yang akan berteriak langsung meledak.
Arrggh..!! Arrgghh..!!
***
Di saat mendengar suara ledakan di sertai jerit teriakan. Bai Han, Bai Chu Ye dan semua anggota keluarganya yang menikmati beberapa potong daging bakar, langsung bangkit.
“Apa kalian mendengarnya juga?” Tanya Bai Han melirik ke arah adik dan anggota keluarganya.
“Tentu, jadi apakah kita akan kesana?” Tanya Chen Long dan Meng Chen serempak.
“Jangan dulu, aku takutnya itu hanyalah jebakan untuk mengumpan kita,” ucap Bai Da Xing menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju.
“Toh jika mereka memang benar-benar di serang, itu akan menguntungkan kita.” Sambung Lan Yuheng menyetujui saran Bai Da Xing untuk tidak kesana.
“Tapi setidaknya kita lihat terlebih dahulu, jika memang mereka di serang, maka kita harus tahu siapa yang menyerang mereka dan jika itu jebakan, maka kita akan perlu lebih berhati-hati lagi.” Ucap Bai Ha kini melangkah maju dan menyuarakan pendapatnya.
“Itu bagus juga,” Du Jian pun mengangguk setuju.
Bai Han dan Bai Da Xing yang mendengar perdebatan anggota keluarganya, kini saling melirik.
“Jika begitu biarkan aku yang akan kesana,” ucap Bai Chu Ye.
Dret..!!
Tanpa menunggu persetujuan yang lain, Bai Chu Ye pun langsung berubah menjadi kabut darah.
Wuss wuss..!!
...
Long Qiu yang melihat jerit teriakan para musuhnya, terlihat memasang senyuman lebar, tapi tak lama, wajahnya langsung tegang di saat mengingat Tuan mudanya lah yang harus membunuh mereka.
“Ooh tidak, aku harus kabur dari sini,” gumam Long Qiu, takut ketahuan oleh kedua putra Xiu Bai.
Dret..!!
Long Qiu pun dengan cepat melesat ke balik awan untuk bersembunyi.
***
Wuss wuss..!!
Tap tap..!!
Bai Chu Ye yang melesat ke arah kota, seketika menghentikan langkahnya.
“Di bawah,” gumam Bai Chu Ye yang mendengar suara langkah kaki dan getaran.
Wung..!!
Bom..!!
Kabut darah yang Bai Chu Ye kirim ke bawah tanah, langsung meledak.
Bersamaan dengan itu muncul sosok monster tua berkepala Serigala Ungu.
“Dasar bocah sialan, berani sekali kau menyerangku,” teriak Du Lang yang tanpa sadar mengeluarkan auranya.
Wuss..!!
Bai Chu Ye pun dengan cepat melesat mundur, agar tidak terkena dampak tekanan energi yang Du Lang keluarkan.
Melihat Bai Chu Ye sangat tanggap, pikiran Du Lang pun mengarah ke hal yang berbeda.
“Hehe,, dari pada aku membunuhmu, bagaimana jika kau menjadi tangan kanan ku?” Tanya Du Lang tertawa lebar, karena yakin tidak akan ada seseorang pun yang berani menolak permintaannya.
Tap tap..!!
“Apa kau sehat monster tua?” Tanya Bai Han yang muncul di samping adiknya.
Bai Han dengan cepat datang saat mendengar suara ledakan.
Tap tap..!!
“Dia sehat kakak, lihatlah tubuhnya sangat bugar, tapi yang tidak sehat itu pikirannya, mungkin saja ia kurang waras, karena kebanyakan berkhayal,” sambung Bai Da Xing yang muncul dari sisi kanan.
“Hoho, kalian salah, apa kalian tidak lihat ia sudah sangat tua, bisa jadi ia sudah pikun. Saking pikunnya, ia mengira dirinya masih muda.” Balas Lan Yuheng.
Pfft..!!
Hahaha..!!
Hahaha..!!
Seketika tawa meledak dari semua anggota keluarga Bai Han dan Bai Chu Ye.