
“Kenapa harus mengkhawatirkan mereka, kau tahu jika si gila Wuhan itu sangat kuat, bahkan aku sendiri tak mau mengakuinya jika diriku dan Diyu di hajar olehnya walau bergabung saat latih tanding. Jadi berhentilah mengkhawatirkan si Gila itu,” dengus Long Qiu.
Mendengar itu, Feng Lu pun langsung mengingat bayangan saat Duan Diyu dan Long Qiu bergabung saat melawan Bo Wuhan.
Masih sangat jelas di ingatan Feng Lu saat Bo Wuhan menghajar keduanya tanpa bisa melakukan perlawan.
Namun di satu sisi, Feng Lu yakin jika Duan Diyu dan Long Qiu yang saat ini, mampu melakukan perlawanan, tidak seperti dulu.
Karena pada saat Duan Diyu dan Long Qiu bergabung, keduanya baru saja menembus tembok yang selalu menahan tingkat kultivasi mereka. Jadi wajar keduanya langsung kalah telak.
Dan juga pada saat itu, Bo Wuhan sudah lebih dahulu menembus tahapan Kaisar Dewa Energi. Sama seperti dirinya.
Feng Lu juga teringat saat dimana dirinya bertarung dengan Bo Wuhan di dalam ruang yang di ciptakan Tuannya.
Saat itu, dirinya dan Bo Wuhan bertarung habis-habisan selama 100 tahun lamanya, dan berahir dengan kemenangan Bo Wuhan sedikit.
Tapi Bo Wuhan mengatakan jika itu imbang dan Bo Wuhan mengatakan jika saat itu kesadaran Feng Lu kembali utuh lebih cepat, maka dirinya yang kalah.
...
“Mungkin saat itu kesadaranku belum pulih seutuhnya, tapi aku yakin jika paman Wuhan juga belum bertarung sungguh-sungguh. Jika ia sungguh-sungguh, maka akulah yang kalah.” Gumam Feng Lu terdengar menghela nafas.
“Tapi jika kami bertarung saat ini, maka aku tak tahu siapa yang akan menang. Karena jika kami bertarung dengan sungguh-sungguh, aku yakin seluruh Wilayah Barat akan hancur.” Sambung Feng Lu.
Tap tap..!!
“Hemm.. Baiklah, ayo kembali,” ajak Feng Lu sembari melirik ke arah Wilayah Timur.
Mendengar itu, Long Qiu yang sedari tadi memandang Feng Lu saat merenung, langsung tersenyum lebar.
“Hehe,, inilah yang aku tunggu-tunggu. Ayooo,” ajak Long Qiu langsung melesat lebih dulu.
Dret..!! Wuss wuss..!!
Melihat Long Qiu yang melesat lebih dahulu, Feng Lu hanya bisa menggelengkan kepalanya dan langsung mengikuti.
***
Wuss wuss...!!
Sementara di dalam laut, terlihat Bo Wuhan, Bai Han, Duan Du dan Tu Long kini melesat.
Dret..!!
Dengan cepat Bo Wuhan berhenti saat melihat ada sebuah penghalang di depannya.
“Berhenti,” ucap Bo Wuhan mengangkat tangan.
Bai Han, Duan Du dan Tu Long pun berhenti tepat di belakang Bo Wuhan.
Tap tap..!!
“Sudah ku duga jika hal seperti ini pasti ada,” ucap Bai Han melirik ke arah Duan Du.
Duan Du yang paham akan lirikan keponakannya pun langsung mengangguk.
Tap tap..!!
Bo Wuhan pun langsung mengangguk dan langsung mengeluarkan pancaran energi yang jauh lebih besar mengelilingi tubuh mereka semua.
“Baiklah, ayo Han'er, lakukan dalam sekali jalan, karena jika gagal, maka kita akan langsung ketahuan oleh pemilik penghalang,” ucap Duan Du.
Bai Han pun mengangguk dan langsung membuat jutaan benang energi dan jutaan benang tersebut secara perlahan mulai membentuk tombak pendek dalam jumlah 10 buah.
Terlihat juga Duan Du yang sudah membuat 10 bayangan, kini mulai memegang tombak pendek yang terbuat dari benang energi.
Blush..!!
Dengan cepat bayangan Duan Du memasukkan tombak yang mereka pegang ke dalam tubuh masing-masing dan membentuk formasi lingkaran lalu langsung melesat.
Wuss..!!
Dret..!!
Krak krak..!!
Tepat saat ke 10 bayangan Duan Du menabrak dinding perisai dan tombak yang ada di dalam tubuh ke 10 bayangan mulai membentur perisai, sebuah retakan muncul dalam bentuk lingkaran.
Bam..!!
“Sekarang,” teriak Duan Du dan Bai Han.
Dengan cepat Bo Wuhan melesat sambil menarik Bai Han, Duan Du dan Tu Long.
Dret..!! Wuss..!!
Tap tap..!!
Bersamaan dengan Bo Wuhan lewat, terlihat dalam sekejap dinding perisai mulai tertutup kembali.
“Hoho,, aku tak menyangka jika ada cara seperti ini tanpa di ketahui,” ucap Bo Wuhan tertawa kecil.
“Hem hem..!! Aku lebih tak menyangka jika bayangan bocah ini mampu menembus perisai dengan mudahnya.” Sambung Tu Long terdengar menyanjung, namun ada jejak ejekan serta iri dari suara dan wajah Tu Long.
“Hehe,, tentu saja, aku hampir puluhan kali mati saat melatih teknik bayanganku hingga bisa menembus apapun. Dan memang benar usaha tidak akan mengkhianati hasilnya.” Ucap Duan Du dengan bangga.
“Tidak seperti dirimu yang semakin bodoh,” sambung Duan Du melirik ke arah Tu Long.
Melihat dirinya di ejek, wajah Tu Long seketika menjadi gelap.
“Dasar bocah sialan, apa kau bosan hidup hah.” Dengus Tu Long langsung ingin mendekati Duan Du. Tapi dengan cepat Bai Han menahannya.
“Sudahi ocehan kalian berdua paman, prioritas kita saat ini adalah menyusup lebih dahulu. Jadi ayo kita berangkat, sebelum ada yang menyadari jejak energi kita di sini.” Ucap Bai Han terdengar sedikit kesal.
“Benar, ayo,” ajak Bo Wuhan yang sebenarnya menikmati pertengkaran keduanya.
Tapi mengingat tugasnya saat ini, ia tak ingin Tuannya nanti kecewa karena lalai atau gagal.
Dret..!!
Dengan cepat Bo Wuhan menyeret Duan Du dan Tu Long ikut melesat.
Wuss wuss..!!