Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Putra Yang Nakal dan Kota Yang Mirip Dengan Bumi


“Ayo,” ajak Fei Wei Xian melangkah dengan santai dan di ikuti oleh Bai Chu Ye dengan anggukan ringan.


Tap tap..!!


Srett..!!


Tepat saat Bai Chu Ye dan Fei Wei Xian sampai, sebuah alat yang pernah Bai Chu Ye lihat di Bumi terlihat memindai wajahnya dan wajah pamannya.


“Hemm..!! Sesuai dugaan, ini memang mirip dengan Bumi, namun di sini sedikit lebih kuno, dan maju,” gumam Bai Chu Ye dalam hati.


“Dua orang asing ingin memasuki kota, silahkan tunjukkan identitas anda, jika tidak, anda akan di tuduh sebagai penjahat yang ingin mengacaukan kota.”


Mendengar suara yang berasal dari benda aneh di sudut gerbang, Fei Wei Xian pun dengan santai mengeluarkan identitasnya.


Sementara Bai Chu Ye yang kini merenung, langsung tersadar saat di senggol oleh Fei Wei Xian.


“Ye'er, keluarkan kartu identitasmu itu,” ucap Fei Wei Xian.


Hemm..!!


Bai Chu Ye pun langsung mengeluarkan kartu identitasnya lalu di angkat ke sejajar dengan kepalanya.


“Identitas telah di ketahui, pintu akan terbuka dalam 3 detik.”


Mendengar itu, Bai Chu Ye dan Fei Wei Xian pun mendekati gerbang.


Tap tap..!!


Dret..!!


Tepat setelah gerbang terbuka, mereka pun langsung melangkah masuk.


***


Wung..!!


Bom bom bom..!!


“Haha,, ayo cepat anak-anak terus serang aku sekuat tenaga kalian,” teriak Long Qiu tertawa bahagia saat melihat 4 sosok di depannya.


Huh huh..!!


“Sialan, sekuat apa tubuh ayahmu ini saudara Tu, dia sama sekali tidak bergerak walau kita sudah menyerangnya dengan seluruh energi kita,” umpat Bai Ha yang terdengar dengan nafas tersengal-sengal.


Hah hah hah..!!


“Benar, dia sangatlah kuat, pantas saja dia di juluki Jendral Penghancur, aku yakin dengan satu ayunan tinjunya, maka kita akan langsung menjadi daging cincang olehnya.” Sambung Du Jian dan Feng Liu.


Mendengar ayahnya di agung-agungkan, membuat Tu Long semakin cemberut dari waktu ke waktu.


“Kalian ini bukannya menyerang malah sibuk berceloteh layaknya wanita saja.” Dengus Tu Long.


“Apa yang perlu di banggakan darinya, dia itu sangat lemah tahu, hanya satu sentilan tangan ibuku saja ia sudah lari kocar kacil,” sambung Tu Long sengaja dengan suara lantang agar wajah ayahnya yang terlihat bangga di di agung-agungkan menjadi ciut.


Dan benar saja, terlihat wajah Long Qiu seketika cemberut.


“Dasar bocah kurang ajar, apa kau bosan hidup hah.” Teriak Long Qiu melototi putranya.


Bukannya takut, Tu Long malah muncul di depan ayahnya dengan tangan kiri yang sudah berubah menjadi pedang cakar yang sangat tajam.


“Haha,, apa kau berani memukul putra kesayangan Ibu,” ejek Tu Long.


Slash..!!


Boomm..!!


Ledakan besar seketika terdengar setelah pedang Tu Long tepat mengenai wajah ayahnya.


Bersamaan dengan itu, Du Jian, Bai Ha dan Feng Liu langsung menggabungkan serangan mereka, lalu di arahkan ke Long Qiu.


Blush..!!


Duarr..!!


Tap tap..!!


“Apakah kita berhasil melukainya?” Ucap Bai Ha dan Du Jian bertanya ke arah Feng Liu dan Tu Long.


Tu Long yang kini memasang wajah serius langsung menjawab.


“Belum, ayahku sama sekali tidak tergoser maupun mundur satu inci dari tempatnya berdiri.” Jawab Tu Long.


Sementara di tempat Long Qiu, terlihat asap mulai menghilang dan memperlihatkan sosok Long Qiu.


“Heh,, apa hanya ini saja yang kalian bisa, terutama kau bocah cengeng yang hanya bisa mengadu ke ibumu,” ucap Long Qiu menyeringai tipis dan mengejek putranya.


Melihat ayahnya tidak bereaksi akan pancingannya tadi. Membuat Tu Long langsung memegang dagunya untuk berpikir bagaimana cara membuat ayahnya mundur satu langkah.


Hemm..!!


“Benar, kalian boleh melakukan cara apapun, mau curang atau apalah itu, ayah tidak peduli, asal kalian bisa membuat ayah mundur satu langkah, maka kalian menang.” Jawab Long Qiu santai.


“Dan setelah kalian bisa membuat ayah mundur, maka ayah akan serius melatih kalian semua.” Sambung Long Qiu menyeringai lebar.


“Urgh sialan, syarat yang sangat mustahil bagu kita, awalnya saja semengerikan ini, bagaimana jika ia sudah melatih kita,” ucap Feng Liu terdengar mengacak-acak rambutnya.


“Tenanglah, ayahku tadi bilang apapun caranya bukan, jika begitu tunggu di sini,” ucap Tu Long tersenyum tipis.


Melihat senyuman putranya, membuat Long Qiu merasa ada sesuatu yang aneh.


“Woe bocah, apa yang kau rencanakan hah,” teriak Long Qiu.


Tap tap..!!


Tu Long yang hendak pergi langsung berhenti. ”Hehe,, sesuai perkiraan, ayah pasti bereaksi,” gumam Tu Long dalam hati.


“Hemm..!! Memanggil ibu dan mengadu jika ayah memukul Tu'er berlebihan,” ucap Tu Long dengan santai dan kembali melangkah.


Wuss..!!


Dret..!!


“Dasar bocah licik,” teriak Long Qiu tanpa sadar muncul di depan putranya.


Pfftt..!!


“Hahaha,, ternyata berhasil,” ucap Tu Long langsung tertawa terbahak-bahak.


Menyadari putranya telah menipunya, membuat Long Qiu cemberut.


“Sialan, kenapa aku lupa jika ini adalah tempat yang tidak bisa mereka keluar masuk sesuai kehendak ku,” umpat Long Qiu dalam hati.


“Huh baiklah, karena aku kalah, maka latihan pertama akan di mulai,” ucap Long Qiu menyeringai lebar.


Glek..!!


Du Jian dan Feng Liu tanpa sadar menelan ludah mereka.


“Urgh,, kenapa aku merasakan sesuatu yang mengerikan akan menanti kita,” ucap Du Jian melirik Feng Liu.


“Hemm..!! Sama, aku merasakan hal yang sama.” Sambung Feng Liu.


...


Berbeda dengan Bai Ha dan Tu Long, mereka kini menjadi bersemangat karena tidak sabar melakukan latihan sesi pertama.


“Ayo cepat ayah, Tu'er sudah tidak sabar menjadi kuat,” ajak Tu Long yang tidak memperdulikan seringai ayahnya.


Long Qiu pun mengangguk dan langsung melangkah.


“Ayo,” ajak Long Qiu.


Tap tap..!!


***


Kembali ke Bai Chu Ye dan Fei Wei Xian.


Mereka yang baru melangkah melewati gerbang kota, kini terdiam sesaat untuk melihat area kota.


“Hemm..!! Masih sama seperti dulu,” ucap Fei Wei Xian mengangguk ringan.


“Ayo Ye'er, kita akan ke tempat dimana kau bisa menggunakan portal dan langsung menuju tempat dimana kau berlatih,” ajak Fei Wei Xian melangkah santai.


Bai Chu Ye pun langsung mengikuti pamannya.


Tap tap..!!


Langkah keduanya langsung berhenti di depan bangunan yang paling besar serta maju. Terlihat bangunan tersebut mirip dengan gedung pencakar langit yang pernah Bai Chu Ye lihat di Bumi dulu.


“Hemm..!! Aku jadi penasaran siapa yang membangun kota ini paman, apakah paman tahu?” Tanya Bai Chu Ye.


“Hemm..!! Dia adalah sosok yang paman maksud setara dengan ayahmu, kakak Mo dan Dewi Iblis Kegelapan.” Jawab Fei Wei Xian santai.


“Jadi, hilangkan saja penasaranmu untuk menyelidiki atau ingin menemuinya,” sambung Fei Wei Xian melangkah masuk.


Tap tap..!!


Mendengar itu, bukan menyurutkan niat Bai Chu Ye untuk menyerah, ia malah semakin bertekad untuk ingin bertemu sosok yang pamannya maksud.


***


Sementara di salah satu bangunan kecil yang maju, terlihat sosok wanita berambut merah dan mata merah melihat ke arah layar.


“Hemm..!! Sepertinya ia menyadari sesuatu dengan bangunan yang ada di kota ini, apa ia tahu jika aku yang telah mengambil Benua yang ada di Bumi ya?” Gumam sosok wanita tersebut terlihat santai sambil memakan mie yang mirip dengan yang ada di Bumi.