
“Sialan, jika begini, lama-lama aku bisa mati struk. Bagaimana bisa aku di tugaskan menjadi pembawa barang curian. Tragis sekali hidupku,” gumam Bo Wuhan dalam hati sambil memasang wajah lesu terus menerus.
...
Wuss..!! Tap tap..!!
Xiu Bai yang muncul di langit dan melihat ke arah Cen Tian yang sangat bahagia, serta melihat wajah lesu Bo Wuhan pun seketika mengerti mengapa Bo Wuhan melakukan hal yang seperti ini.
“Hoo..!! Kakak selalu saja menggunakan kecerdasannya untuk memanfaatkan orang lain,” gumam Xiu Bai menggelengkan kepalanya.
“Padahal jika ia mengunakan kecerdasannya untuk membantu orang lain, itu adalah yang jauh lebih baik. Tapi apa boleh buat ia pasti tidak akan pernah mau mendengarkanku. Jadi langkah terbaik adalah harus membuat Ibu dan Istriku yang memberitahunya nanti saat kembali.” Sambung Xiu Bai tersenyum tipis.
Cen Tian yang melihat Xiu Bai muncul, bukannya bahagia, ia malah cemberut.
“Kenapa kau malah datang begitu cepat Bai'er, tugasku saat ini masih belum selesai, jadi tunggu beberapa hari lagi, atau kembalilah lebih dulu, aku akan menyusul nanti bersama Wuhan,” dengus Cen Tian.
Berbeda dengan Cen Tian yang cemberut, Bo Wuhan yang melihat kedatangan Tuannya, kini semangat hidupnya seketika kembali dalam sekejap.
Sinar mata Bo Wuhan yang terpancar, kini menatap Tuannya dengan penuh harap agar ia di izinkan untuk ikut kembali.
...
“Hais, kakak, apa kau tidak takut Ibu akan menghukum mu jika kembali terlambat? Dan juga, Bai'er takut musuh akan datang kesini setelah Bai'er pergi, itu sangatlah berbahaya. Jadi ayo kembali,” ajak Xiu Bai dengan helaan nafas.
“Heh heh,, Ibu dan nenek tidak akan marah jika aku memperlihatkan kerja kerasku nanti, jadi kau tidak usah khawatir,” kekeh Cen Tian yang terlihat sudah merencanakan hal ini jauh sebelum ia melancarkan aksinya.
“Oh ya, kau juga jangan mengadu hal yang tidak-tidak ke ibu ya,” sambung Cen Tian terlihat akan pergi ke kota selanjutnya dengan menyeret Bo Wuhan ikut.
Melihat tingkah kakaknya akan harta, Xiu Bai tahu sangat sulit baginya untuk menang dalam beradu agrumen.
Blush..!!
Karena tidak punya pilihan lain, Xiu Bai pun membuat portal yang langsung terhubung ke Aula tempat para wanita biasa berkumpul.
...
Sementara di Aula milik Mo Meilin, saat ini terlihat sangatlah ramai, hal tersebut terjadi karena kembalinya Bai Han bersama yang lain.
Bukan hanya itu saja, yang paling membuat para wanita berkumpul saat ini adalah rasa penasaran mereka tentang sosok Yinyin, wanita yang Bai Chu Ye bawa dari Ruang Hampa.
Kini terdengar suara beberapa wanita menangis haru.
“Hemm..!! Ibu juga tidak habis pikir, bagaimana wanita lemah lembut seperti dirimu harus begitu menderita nak. Jika saja Ibu ada di sana, ibu pasti akan hajar mereka semua tanpa ampun,” sambung Ling Mu Xia terdengar sangat marah saat tahu penderitaan Yinyin.
Bukan hanya Ling Mu Xia, Ling Chu Jia juga sangat sedih dan ikut memeluk Yinyin.
Sementara Ling Xia Xie, bersama Istri pertama dan kedua Bai Chu Ye yang tak lain Ren Jiang serta Dewa Fuzhi dan Istri Tu Long Iblis Mawar kini berkumpul dan bergantian memeluk Yinyin.
Untuk Mo Meilin, Xiu Mo Lian dan Fei Sia Ying, hanya bisa tersenyum bahagia saat melihat kebahagiaan tersebut.
Yinyin terlihat sangat haru saat merasakan kehangatan keluarga besar milik Xiu Bai.
Yinyin tidak pernah membayangkan jika ia bisa merasakan kebahagian ini seumur hidupnya.
“Te..Terimakasih semuanya,” ucap Yinyin dengan nada tak kuat menahan haru.
Blush..!!
Di saat semuanya sedang merasakan rasa haru dan bahagia, muncul sebuah portal tidak jauh dari tempat para wanita berkumpul.
Sontak pandangan para wanita dan para pria pun mengarah ke portal tersebut.
Mereka pun melihat siapa sosok di dalam portal.
“Nenek, apakah Bai'er bisa minta tolong untuk seret Tian gege, ia saat ini tidak mau mendengar apa yang Bai'er katakan.” Ucap Xiu Bai dengan suara di aliri energi.
Mendengar itu, Xiu Mo Lian yang sedang bosan pun menyeringai tipis.
“Hoho,, Cucu nenek, kau minta tolong di waktu yang tepat,” ucap Xiu Mo Lian langsung melangkah menuju portal.
...
Sementara di tempat Xiu Bai berdiri, yaitu Benua Barat.
Cen Tian yang tidak terlalu jauh dari lokasi Xiu Bai seketika bergetar hebat di saat mendengar suara adiknya mengadu ke neneknya.
“Adik sialan,” umpat Cen Tian dalam hati, dengan cepat Cen Tian melirik Bo Wuhan. “Ayo cepat kabur Wuhan, jangan sampai tertangkap dengan Iblis tua itu, jika kau tertangkap, kau akan di kuliti hidup-hidup,” teriak Cen Tian langsung melesat ke arah selatan.
Dret..!! Wuss wuss..!!