
“Khehe, aku janji kau akan makan banyak hari ini. Jadi, ayo kita mulai,” sambung Long Qiu terkekeh mengerikan.
Dret..!! Wuss wuss..!!
Terlihat Long Qiu langsung menerjang ke arah ribuan musuhnya tampa rasa takut. Malah ia terlihat semakin menyeringai lebar.
Wung..!!
Setelah sampai beberapa meter di riuan msusuh dan musuh juga ikut menerjang ke arah Long Qiu. Long Qiu pun langsung melempar tombaknya ke depan.
“Haha,, makan ini sayang,” teriak Long Qiu dengan tawa lantang.
Dret..!!
Wuss..!!
Tombak Asura langsung melesat tanpa bisa di lihat oleh mata telanjang.
Crash..!! Bom bom bom..!!
Arrghh..!!
Dalam sekejap 5 monster langsung mengering setelah tombak Asura melewatinya, dan langsung meledak, hingga membuat puluhan monster terlempar ke berbagai arah.
Tak mau kalah, Long Qiu yang terlihat mengayunkan tinjunya, kini langsung menyelimuti tangannya dengan sisik Naga di sertai energi bewarna merah kehitaman.
Wung..!!
Duarr..!!
Bom bom bom bom..!!
Dalam sekejap puluhan monster langsung terlempar setelah terkena dampak tinju Long Qiu.
Sementara monster yang terkena tinju Long Qiu, walau mereka sudah berusaha bertahan menggunakan seluruh kekuatan mereka. Tetap saja mereka di ubah menjadi daging cincang.
“Hahaha,, ayo mendekatlah para cacing sialan, akan ku buat kau mengerti mengapa Tuanku menjuluki ku Jendral Kehancuran.” Teriak Long Qiu dengan tawa bahagia.
Terlihat aura tubuh Long Qiu mulai berubah dan pupil matanya juga mulai menghitam kemerahan.
Gerr..!!
Gerr..!!
Gerr..!!
Ribuan monster yang tersisa, bukannya takut, mereka malah mengepung Long Qiu saat ini dengan tatapan benci dan amarah.
Entah apa yang Long Qiu lakukan sehingga membuat mereka mendatanginya tanpa rasa takut setelah melihat apa yang Long Qiu lakukan tadi.
Yang pasti, mereka datang karena aura yang kini Long Qiu keluarkan. Itu adalah aura yang membuat para monster merasakan jika Long Qiu adalah makanan mereka.
“Khehehe,, sudah lama aku tidak mengeluarkan energiku yang sesungguhnya, itu artinya saat ini aku sedang bahagia.” Kekeh Long Qiu.
Dret..!! Wuss wuss..!!
Goarr..!!
Tepat setelah Long Qiu selesai bicara, ribuan monster pun langsung menerjang ke arahnya.
Long Qiu yang sudah menantikan hal ini, dengan cepat memegang tombak Asura yang entah sejak kapan muncul di tangannya.
“Ayo kita bersenang-senang,” teriak Long Qiu langsung memutar tombaknya hingga membentuk sebuah pusaran aneh.
Dret..!! Wuss..!!
Jlep jlep..!!
Crash..!!
Bom bom bom bom..!!
Pusaran yang membentuk lingkaran 3 meter yang mengeliling Long Qiu, seketika mengeluarkan bilah tombak dan melesat dari berbagai arah ke para monster.
Argh..!!
Jerit teriakan seketika menggema saat beberapa monster kini tertusuk bilah energi tombak Asura, walau begitu, dengan bodohnya mereka terus maju hingga membuat kepala mereka tertebas bilah tombak energi.
Setelah membuat pusaran kehancuran, Long Qiu tidak berhenti sampai di sana, karena ia melihat musuhnya masih berjumlah ribuan.
Dengan seringai lebar, ia keluar dari pusaran yang ia buat dan masih terlihat belum hilang.
Dret..!!
Crash..!! Bom..!!
“Satu,” ucap Long Qiu yang baru saja memotong tubuh musuhnya layaknya menebas angin.
Dret..!!
Dengan cepat Long Qiu membalik badannya sambil mengayunkan tombaknya.
Slash..!!
Crash crash crash..!!
Puluhan monster yang mencoba menyerang Long Qiu dari belakang, langsung terbelah menjadi dua.
Sret..!!
Slash..!!
Long Qiu kembali membungkukkan badannya, lalu mengangkat tombaknya dengan mengalirkannya energi.
Bom..!!
Beberapa monster yang menyerang Long Qiu dari atas, seketika meledak.
***
Wuss wuss..!!
Tap tap..!!
Sementara Duan Diyu yang melesat mengambil jalan memutar, kini berhenti sesaat saat merasakan Long Qiu mengeluarkan energinya yang sesungguhnya.
Yaitu energi yang paling di sukai oleh para monster.
“Dia sudah serius rupanya. Tapi aku tidak yakin ia mampu membunuh semuanya,” gumam Duan Diyu dalam hati.
“Jadi aku harus cepat menyelamatkan Lei Long lalu kembali, setelah itu-” Duan Diyu menghentikan gumamannya saat melirik ke arah pertarungan yang ia anggap jauh lebih mengerikan.
“Aku juga ingin mencoba mengeluarkan kekuatanku hingga ke puncaknya. Jadi tunggu saja,” gumam Duan Diyu langsung mencengkram erat kedua tangannya di sertai seringai lebar.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
...
5 menit berlalu, terlihat Duan Diyu muncul tidak jauh dari kota yang terlihat hancur.
“Jadi, aku harus kemana terlebih dahulu?” Gumam Duan Diyu mencoba melihat area sekitar.
“Di sana,” gumam Duan Diyu dalam sekali pandang langsung tahu jika ada jutaan Ras bersembunyi di balik pilar yang di tutupi perisai.
Wuss..!!
Wung..!!
Duarr..!!
Tepat saat Duan Diyu melesat dan sampai pertengahan, dua anak panah bara api melesat ke arahnya.
Tap tap..!!
“Sialan, jika saja aku tidak memiliki kepentingan lain, sudah ku datangi kau,” dengus Duan Diyu langsung membersihkan pundaknya yang berdebu akibat meninju dua anak panah bara api yang melesat ke arahnya.
“Lagi,” gumam Duan Diyu langsung melihat ke arah puluhan anak panah bara api kini berdatangan menuju kota.
“Tidak, ini bukan serangan salah sasaran atau bekas hempasan. Tapi musuh Dewi Iblis Kegelapan sengaja mengarahkannya kesini,” ucap Duan Diyu langsung memasang wajah dingin.
Blush..!!
Tangan kanan Duan Diyu pun langsung terangkat ke atas, bersamaan dengan itu muncul pusaran bayangan.
Secara perlahan pusaran bayangan mulai membesar.
“Hisap,” teriak Duan Diyu.
Wung..!!
Pusaran bayangan pun langsung bergejolak dan memaksa semua anak panah masuk ke dalam pusaran.
Jlep..!!
Wuss..!!
Setelah menghisap semua anak panah milik Qiu Di, Duan Diyu pun kembali bergerak cepat.
“Lei Long, ini aku Jendral Neraka Bayangan, jadi jangan berlama-lama, langsung saja bagi siapa yang ingin selamat, ikuti aku.” Teriak Duan Diyu dengan nada lantang.
Lei Long yang duduk bersama jutaan bawahan Dewi Iblis Kegelapan dalam ketakutan. Kini langsung bangkit.
“Akhirnya bantuan datang juga, aku berpikir Tuan tidak mau mengirim Jendral Pertama datang kesini,” gumam Lei Long dengan mata berkaca-kaca.
“Tapi dugaanku salah besar, Tuan memang benar-benar telah berubah menjadi sosok yang baik.” Sambung Lei Long dalam hati.
“Semuanya, jika kalian percaya kepadaku, maka ikuti aku, karena ini demi keselamatan kalian.” Teriak Lei Long melirik rekan dan semua bawahan Dewi Iblis Kegelapan.
Tap tap...!!
“Tentu kami percaya kepadamu, ayo semua kita harus pergi dari sini, aku yakin Dewi saat ini berusaha menahan diri agar tidak melukai kita. Jadi dengan kita pergi dari sini, Dewi bisa fokus melawan musuh dan berhenti membagi fokusnya.” Ajak manusia setinggi 5 meter.
Jutaan dari berbagai ras pun langsung bangkit di sertai mengangguk setuju.
Lei Long yang melihat itu, langsung melesat ke arah pintu masuk perisai.
Dret..!!
Tap tap..!!
“Salam Jendral Pertama-”
“Sudah, jangan banyak basa basi, kau seperti tidak mengenalku saja. Ayo langsung saja buka perisai ini,” potong Duan Diyu dan langsung menyuruh Lei Long.
Lei Long pun langsung tersenyum malu, karena sadar jika saat ini dalam bahaya, maka tidak di izinkan basa basi. Lantaran akan bisa menimbulkan korban akibat keteledoran.
Dengan cepat Lei Long memegang token untuk membuka perisai.
Blush..!!
Secara perlahan perisai langsung terbuka.
Bersama dengan itu, Duan Diyu yang sudah mengeluarkan cincin ruang kehidupan, kini mengalirkan darahnya.
Crash..!!
Seketika pintu besar bewarna hijau muncul di depan Duan Diyu.
“Suruh semuanya masuk dengan cepat, waktunya sangat mepet,” teriak Duan Diyu dengan serius dan terlihat di belakang Duan Diyu, ada ratusan anak panah bara api, sehingga nada suaranya terdengar tergesa-gesa.