Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Pergerakan Bawahan Monster Serigala Hitam


“Katanya kita di sana akan ada tugas yang menyenangkan, jadi kami pun membawa kalian semua agar bisa ikut bersenang-senang,” sambung Duan Du dengan senyuman lebarnya.


“Hem hem,, di sana pasti akan sangat menyenangkan, aku sudah tidak sabar sampai ke tempat itu,” sambung Tu Long terlihat penuh semangat, ia juga sedikit kesal lantaran tidak bisa bersenang-senang tadi. Kini ia memiliki kesempatan kedua akan hal tersebut, jadi ia tidak ingin melewatkannya, sampai-sampai melupakan pernikahan yang akan ia jalani sebentar lagi.


“Hemm..!! Apakah disana kita bisa meningkatkan kekuatan kita?” Tanya Bai Da Xing dan Bai Hu serempak.


“Apakah disana musuh yang akan kita hadapi sangat kuat?” Sambung Lan Yuheng dan Meng Chen bertanya.


Mendengar pertanyaan keempat anggota keluarganya, Duan Du dan Tu Long pun langsung mengangkat bahu mereka, karena mereka tidak pernah kesana.


Sementara Bai Han merenung bersama adiknya yang selalu diam sedari tadi.


”Aku rasa musuh kita akan jauh lebih kuat, karena lihatlah tanda titik ini, ini adalah garis merah, yang artinya ini wilayah berbahaya,” tunjuk Bai Han memperlihatkan anggota keluarganya.


Mendengar itu, mereka semua yang penasaran pun mendekati Bai Han, lalu melihat dimana tangan Bai Han menunjuk.


“Eeh,, jika begitu, apakah ini tidak berbahaya bagi kita?” Tanya Chen Long.


“Aku rasa begitu, kita pastinya akan menjadi beban nantinya disana jika ikut,” sambung Bai Ha terlihat ikut ragu untuk menuju kesana.


“Heh heh,, kalian ini seperti tidak tahu kakak saja, jika ia menyuruh kita kesana, maka kita tinggal kesana saja, aku yakin kakak pasti sudah mengetahui semua isi kota, dan yakin jika ia bisa melindungi kita, sehingga ia memanggil kita,” ucap Duan Du dengan nada santai.


“Walau begitu, apa kau tidak curiga mengapa ayah menyuruh kita kesana?” Tanya Bai Han.


“Hemm..!! Aku yakin walau ayah bisa menghancurkannya, ia pasti memiliki rencana tersembunyi, mungkin saja ini demi kebaikan orang-orang yang tidak bersalah yang tinggal di sana, atau bisa jadi ini adalah kesempatan bagi kita untuk meningkatkan kekuatan kita, sehingga ayah menyuruh kita ikut kesana.” Sambung Bai Chu Ye dengan nada datar.


Mendengar ucapan Bai Chu Ye, seketika semuanya pun mengangguk setuju, karena usulan Bai Chu Ye inilah yang paling bagus mereka terima.


“Baiklah, jangan menunda lagi, ayo kita berangkat,” ajak Tu Long yang sudah tidak sabar menunggu perdebatan mereka semua.


Dret..!!


Tu Long pun langsung menyelimuti tubuh Bai Han dan setengah anggota keluarganya dan sisanya Duan Du menyelimuti tubuh Bai Chu Ye bersama sisanya.


Dret..!!


Wung..!!


Bam..!!


Tepat di saat mereka akan berangkat, Bo Wuhan pun muncul bersama Xen Wang.


“Eeh,, kenapa kau kesini Wuhan?” Tanya Tu Long memasang wajah bingung.


“Huh,, Tuan, kau ini pura-pura lupa atau memang benar-benar bodoh sih,” dengus Bo Wuhan memasang wajah cemberut.


“Hem hem..!! Bukankah kau akan menikah dengan Iblis Mawar Tuan, jadi ayo kembali, yang lain telah menunggumu,” sambung Xen Wang sembari mengangguk-angguk tidak puas.


Eeehh..!!


Mendengar itu, seketika wajah Bai Han, dan semua anggota keluarga Bai Han kecuali Duan Du, langsung terkejut luar biasa.


“Nanti saja, ada yang ingin aku urus, ini jauh lebih penting,” dengus Tu Long memasang wajah cemberut, karena kesenangannya kembali di ganggu.


“Beritahu ibu jika Tuan besar yang memberikan tugas ini, maka ia akan mengerti,” sambung Tu Long melirik ke arah Xen Wang.


Xen Wang yang mendengar itu, memasang wajah jelek, karena orang yang akan Tu Long nikahi adalah kakaknya, tapi Tu Long dengan santainya menolak untuk kembali.


Xen Wang juga sedikit bingung akan siapa sebenarnya Tuan dari Tu Long, karena bisa membuat orang sekuat Ibu Tu Long mau menuruti perintahnya.


“Huh, baiklah, ayo kita kembali saudara Wuhan,” ajak Xen Wang.


Tapi Bo Wuhan yang di ajak, langsung menggelengkan kepalanya.


“Kau kembali sendiri saja, beritahu Nyonya jika aku akan menjaga Tuan Tu di sini, aku takut jika ia pergi sendiri, maka ia akan mendekati wanita lain,” ucap Bo Wuhan dengan wajah serius.


“Apa kau ingin kakak mu di duakan,” sambung Bo Wuhan melalui telepati.


Xen Wang pun langsung menggelengkan kepalanya dengan keras.


“Jika begitu, kembalilah seorang diri dan beritahu mereka akan tugasku di sini,” ucap Bo Wuhan melalui telepati.


Xen Wang tanpa sadar mengangguk patuh dan langsung melesat dengan kecepatan penuhnya.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


“Hehe,, jika begitu, kemana kita akan bersenang-senang Tuan?” Tanya Bo Wuhan langsung mengubah ekspresinya dalam sekejap.


“Dasar licik, aku tak menduga kau menipu saudaramu sendiri,” dengus Tu Long.


“Heh,, bukan kah kau lebih parah Tuan,” balas Bo Wuhan dengan nada ejekan.


“Sudah-sudah, jangan berdebat di sini, lebih baik kita lanjutkan perjalanan, karena kita sudah terlalu lama menunda,” potong Duan Du yang merasa jengkel.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


Setelah berdebat sesaat, mereka pun kembali melanjutkan perjalanan.


***


Penginapan milik Ren Sixan.


Xiu Bai yang kini istirahat di kamarnya, terlihat memejamkan matanya.


Tapi tak lama, ia membuka matanya saat sebuah jari lembut selalu mencolek-colek pipinya.


“Ren'er, ada apa?” Tanya Xiu Bai dengan nada lembut sambil melirik Ren Jiang.


“Hem,, itu, paman bilang jika paman punya putra yang selalu memasang wajah dingin, dan paman janji akan mengenalkan Ren'er. Jadi, apakah dia nantinya tidak jahat kepada Ren'er?” Tanya Ren Jiang kini terlihat menundukkan kepala sembari kedua jari telunjuknya bersentuhan.


Melihat wajah malu-malu di sertai perasaan trauma yang Ren Jiang alami karena tekanan para pria yang selalu memandangnya buas. Xiu Bai pun langsung mengusap rambut Ren Jiang.


“Walau putra kedua paman itu selalu memasang wajah dingin, ketahuilah jika hatinya sangatlah lembut, bahkan ia juga seorang penyayang lo, apalagi terhadap wanita. Jadi Ren'er tidak perlu takut saat bertemu dengannya nanti oke,” ucap Xiu Bai dengan nada hangat.


Di saat bersamaan, tangan kiri Xiu Bai juga terulur ke arah pintu, tanda menyuruh Ren Sixan tidak perlu masuk dan membawa Ren'er kembali.


“Jika begitu, apakah Ren'er perlu sopan dan bersikap-”


“Tidak perlu, lakukan saja apa yang membuat Ren'er senang saat bertemu dengannya nanti, jangan memaksakan kehendak orang lain akan sifat kita sendiri,” ucap Xiu Bai langsung memotong ucapan Ren Jiang.


Wajah Ren Jiang pun langsung mengembang. “Oke, jika begitu Ren'er akan bersiap-siap, paman bilang jika dia akan sampai malam hari, jadi Ren'er akan menyiapkan banyak makanan untuknya dan yang datang bersamanya,” ucap Ren Jiang langsung berlari kecil.


Xiu Bai yang melihat kelakuan Ren Jiang mirip putri kecilnya, kini terlihat semakin menyukai Ren Jiang.


“Semoga saja Ye'er mau membuka hati terhadapnya nanti,” gumam Xiu Bai berharap dan ia tentunya tidak akan memaksa putranya untuk mencintai Ren Jiang nantinya, karena jika memang putranya tidak mau, maka Xiu Bai berniat mengangkat Ren Jiang menjadi putri keempatnya.


Dret..!!


Tak lama setelah tersenyum, mata Xiu Bai seketika berubah menjadi dingin.


“Aku tak menduga jika para hama ini bergerak jauh lebih cepat dari dugaanku,” gumam Xiu Bai hendak bangkit.


Tapi ia kembali duduk saat melihat Ren Sixan lebih dulu bergerak keluar setelah mengenakan penutup wajah.


Dreett..!! Wuss wuss..!!


***


Tepat di luar penginapan, lebih tepatnya di beberapa bangunan di sebelahnya, terlihat beberapa bawahan monster kepala Serigala Hitam mengintai penginapan Klan Ren.


“Bagaimana? Aku rasa tidak ada sesuatu yang berbahaya di dalam sana, dan juga aku hanya merasakan di dalam sana, hanya ada dua manusia saja,” tanya sosok monster mengenakan pakaian penutup, pandangannya mengarah ke sosok yang mengenakan tudung hitam.


Sosok monster bertudung hitam pun mengangkat tangannya tanda memberikan sinyal untuk menyerang penginapan klan Ren.


Wung..!! Crash..!!


Tepat di saat semua bawahan monster kepala Serigala Hitam akan bergerak, salah satu dari mereka yang berdiri di balik dinding langsung membeku di tempat.


Pandangannya pun berubah menjadi gelap.


Bruk..!!