
“Bagaimana cara menyadarkan Tuan Tu ya! Apa aku harus memanggil Tuan Du?” Gumam Bo Wuhan memasang wajah iba akan Tu Long yang telah ia anggap gila.
Di saat Bo Wuhan sedang melamun dan melepaskan kewaspadaannya.
Pak..!!
“Kawan, pantas saja aku mencarimu dari tadi, ternyata kau di sini,” ucap sosok pemuda yang sepantaran dengan usia Bo Wuhan.
Bo Wuhan yang di tepak pundak kanannya pun hendak memukul pemuda tersebut, tapi tangannya dengan cepat berhenti di depan wajah pemuda tersebut.
“Kau ini, menganggetkan ku saja,” dengus Bo Wuhan.
Xen Wang yang mendengar ocehan Bo Wuhan langsung tersenyum kecil.
“Haha,, ini bukan salahku, salahkan dirimu yang melamun, karena pada saat aku memanggilmu, kau tidak menanggapiku tadi,” ucap Xen Wang.
Pandangan Xen Wang pun mencoba melihat area sekitar, ia penasaran dengan apa yang membuat Bo Wuhan melamun.
Srett..!!
“Apa yang kau lihat, ayo kita pergi,” ajak Bo Wuhan langsung menutup mata Xen Wang, lalu menyeretnya pergi.
Tap tap..!!
...
5 menit berlalu, terlihat Bo Wuhan dan Xen Weng yang tak lain adik dari Iblis Mawar memasuki sebuah rumah bordil.
Namun sejatinya itu bukanlah rumah bordil.
Tap tap..!!
Setelah keduanya masuk, terlihat pelayan yang ada di dalam sana dengan sopan mendatangi dan mangarahkan mereka masuk ke pintu utama.
Cklek..!!
Terlihat dari balik pintu, ada sebuah arena yang telah di penuhi oleh penonton.
Bo Wuhan dan Xen Wang yang masuk, langsung melangkah menuju ruangan tempat mereka biasanya duduk.
Bruk..!!
“Ah nyamannya,” ucap Xen Wang yang langsung duduk dengan santai.
“Apa kau akan langsung memulainya saudaraku?” Tanya Xen Wang melirik Bo Wuhan.
“Hemm..!! Nikmati saja pertarungan mereka lebih dulu,” jawab Bo Wuhan melirik ke arah dua sosok monster berkepala Banteng melawan dua budak Dark Elf.
Mendengar itu Xen Wang pun mengangguk ringan dan ikut mengarah ke arena.
...
Di arena.
Kini terlihat kedua monster berkepala Banteng menahan serangan gabungan dari kedua Dark Elf.
Wung..!!
Trank..!! Trank..!!
Melihat serangan dua arah yang mereka lakukan dapat di tahan, kedua budak langsung mencoba untuk mundur.
Tapi terlihat kedua monster berkepala Banteng yang memiliki tubuh paling kecil, mengayunkan kapak bermata dua miliknya.
Wung..!!
“Awas saudara,” teriak salah satu Dark Elf langsung memperingati saudaranya.
Crash..!!
Namun sebelum ia mampu menghindar, pinggangnya lebih dahulu terkena sambetan kapak monster berkepala Banteng.
Bruk..!!
“Tidak,” teriak rekannya yang tadi memperingati saudaranya.
Tepat di saat Dark Elf tersebut teralihkan, monster berkepala Banteng bertubuh besar, dengan cepat mengayunkan palunya.
Wung..!!
Duaaarr...!!
Ledakan yang cukup besar seketika terdengar menggema.
Semua penonton yang bersorak, seketika terdiam di saat asap hitam menutupi arena.
...
“Hemm..!! Dia menyembunyikan kekuatannya dan sengaja memancing musuh menyerangnya dari jarak dekat, agar saat membunuh musuh, ia tidak ketahuan,” ucap Xen Wang menjelaskan.
“Pantas saja dia memenangkan setiap pertarungan selama ini,” ucap Bo Wuhan yang terlihat bangkit dari tempat duduknya.
Wajah Bo Wuhan terlihat mengeluarkan senyum psikopatnya.
Glek..!!
Xen Wang yang melihat senyum Bo Wuhan, seketika menelan ludah. “I..Ini dia yang membuatku penasaran, aku pikir ia mempunyai dua kepribadian, tapi apa yang kakak bilang memang benar tidak.” Gumam Xen Wang dalam hati.
Tanpa sadar tubuh Xen Wang berkeringat dingin, walau Xen Wang lebih kuat dari Bo Wuhan. Tapi tetap saja di saat melihat senyuman yang Bo Wuhan tampilkan, bisa membuatnya berpikir ulang jika melawannya bertarung.
“Dia akan menjadi milik ku,” ucap Bo Wuhan terlihat hendak melesat ke arena.
Dret..!!
Tap..!!
Blush..!!
Aura Bo Wuhan yang tadinya meledak, langsung kembali masuk ke dalam tubuhnya. Bukan hanya itu saja, mata Bo Wuhan yang hitam pekat, kembali normal.
“Ah,, maafkan aku saudara, aku tadi hilang kendali karena hasrat bertarungku,” ucap Bo Wuhan cengengesan.
“Huuf,, tidak apa-apa saudara,” ucap Xen Wang terlihat menyeka keringat yang menetes di keningnya.
...
Kembali ke arena.
Woaaahhh..!!
Terdengar suara teriakan dari para penonton di saat melihat ke arah panggung.
Kini di panggung, dua Monster berkepala Banteng terlihat terbaring tak bernyawa.
Untuk dua Dark Elf, salah satu Dark Elf yang tidak memiliki luka, melangkah dengan tertatih-tatih ke arah saudaranya yang pingsan.
Bruk..!!
“Saudara, apa kau baik-baik saja?” Tanya Dark Elf setinggi hampir 2 meter.
Merasakan saudaranya masih bernafas, dengan cepat Dark Elf tersebut mengalirkan energinya yang tersisa untuk menutupi luka saudaranya.
Ctarr..!!
Bamm..!!
“Cepat bangkit kau budak sialan, kenapa kalian malah berbaring santai,” teriak sosok Iblis bertarung satu.
Dark Elf yang di cambuk, hanya diam saja dan terus fokus membantu saudaranya.
Melihat dirinya tidak di respon, penjaga budak memasang wajah penuh amarah.
Tangannya kembali terangkat dan hendak mengayunkan kembali cambuk yang ada di tangannya.
Wuss..!!
Crash..!!
Urgh..!!
Sebelum cambuk penjaga budak menyentuh kepala Dark Elf. Terlihat lebih dahulu punggung penjaga budak di tembus oleh kapak hitam pekat.
Bruk..!!
“Hei kau, sialan, menganggu pandangan saja, cepat singkirkan dia dan bawa kedua Dark Elf itu ke ruangan ku,” teriak Xen Wang dengan nada lantang.
Para penjaga budak yang akan mencari siapa pelaku yang membunuh rekan mereka, seketika memasang wajah ketakutan.
Tanpa berani membantah, mereka semua langsung membawa kedua Dark Elf ke ruangan Xen Wang.
Hap..!!
Sementara Bo Wuhan yang tadi melempar kapaknya, kini terlihat kapaknya kembali ke tangannya.
“Hemm..!! Para bawahanmu perlu di bimbing rupanya saudara Wang,” ucap Bp Wuhan.
“Tidak ada gunanya saudara Wuhan, kakak ku bahkan pernah turun tangan membimbing mereka, tapi tetap saja tidak ada yang berubah.” Jawab Xen Wang dengan santai.
“Hoho,, cara kalian membimbing salah, jika kau mempercayakan Tuan ku membimbing mereka, yakinlah mereka semua akan patuh,” ucap Bo Wuhan dengan nada bangga menyebut nama Tu Long.
“Eeh,, apakah Tuan Tu hebat dalam membimbing para monster maupun Iblis yang tidak patuh atau suka membuat onar?” Tanya Xen Wang terkejut dan terlihat sama sekali tidak percaya.
“Hoho,, jangan meremehkan Tuan ku, walau dia semberono dan senonoh seperti itu, sebenarnya Tuan sangatlah cerdas,” ucap Bo Wuhan dengan nada kagum.
Tap tap..!!
Tok tok..!!
Di saat Bo Wuhan dan Xen Wang berbincang-bincang, terdengar suara langkah kaki mendekat di sertai suara ketukan pintu.
“Masuk,” ucap Xen Wang dengan nada datar.
Cklek..!!
Tap tap..!!
Beberapa penjaga budak langsung masuk dengan tubuh berkeringat dingin.
“I..Ini mereka Tu..Tuan,” ucap salah satu penjaga budak yang terkuat.
“Hemm..!! Pergilah dan tinggalkan mereka berdua,” ucap Xen Wang.
Tap tap..!!
Wuss wuss..!!
Dengan cepat semua penjaga budak lari kocar kacir.
...
Keheningan seketika terjadi di saat hanya mereka berempat.
Bo Wuhan yang sengaja menyuruh Xen Wang membawa keduanya Dark Elf kesini pun mulai melangkah ke depan keduanya.
Tap tap..!!
Merasakan aura serta kekuatan Bo Wuhan, Dark Elf yang memeluk saudaranya langsung waspada.
“Apa lagi yang kalian ingin lakukan kepada kami?” Tanya Dark Elf tersebut dengan nada dingin dan pancaran mata penuh permusuhan.