
“Aku tahu kini energimu telah berkurang dan tersisa kurang dari 20% lagi. Hanya tinggal menunggu waktu kau akan kehabisan energi dan pada saat itu, kematian akan menantimu” sambung Iblis Naga Air berjubah Ungu di sertai seringai lebar.
Glek..!!
“Urgh,, sialan, aku harus berpikir tenang bagaimana caranya lepas dari tempat ini terlebih dahulu,” gumam Duan Du yang sadar jika ia hanya bisa bertahan, maka kematian memang akan menantinya.
Pandangan Duan Du pun mengarah ke segala arah, ia tidak terlalu peduli jika ketiga Iblis Naga menyerangnya, karena saat ini ia memang tidak bisa di sentuh selagi sisa energinya masih.
Di saat Duan Du memandang ke segala arah, wajahnya seketika mengeluarkan seutas senyum lebar.
Tap tap..!!
Dengan santai Duan Du duduk sembari mengeluarkan arak sambil berkata. “Tidak sia-sia aku mengulur waktu dan Han'er juga langsung menyadarinya.”
Melihat kelakuan Duan Du dan mendengar apa yang Duan Du katakan.
Iblis Naga air baerjubah Ungu langsung mengerutkan keningnya.
“Apa yang bocah ini rencanakan kali ini? Apakah ayahnya akan datang atau bala bantuannya tiba?” Gumam Iblis Naga air yang langsung mengedarkan kesadarannya bersama kedua rekannya.
Tapi mereka bertiga sama sekali tidak merasakan adanya jejak energi yang sedang menuju kemari.
***
Tidak jauh di luar Rumah Judi Kematian, Cen Tian dan Bo Wuhan yang melesat ke arah tempat Duan Du dan Tu Long berada, kini menghentikan langkah mereka.
Tap tap..!!
“Wuhan, apa kau dapat merasakan dimana Duan Du dan Tu Long?” Tanya Cen Tian melirik Bo Wuhan.
“Hemm..!! Tuan Du saat ini ada di lantai 1, ia terlihat tidak bisa melawan musuhnya, di karenakan kekuatan bawaan musuhnya adalah air,” jawab Bo Wuhan yang dapat mendeteksi dalam sekali pandang.
“Sementara Tuan Tu ada di lantai 4, ia terlihat bersenang-senang, walau begitu, jika tidak di bantu dengan cepat, ia akan kalah, di karenakan kedua lawannya benar-benar sangat kuat serta tahu bagaimana cara menggunakan kekuatan mereka.” Sambung Bo Wuhan yang terlihat darahnya ikut mendidih di saat ia merasakan Tu Long bertarung dengan bar-bar.
Cen Tian yang mendengar itu pun langsung paham siapa yang akan ia bantu.
“Jika begitu, aku akan membantu Tu Long dan kau bantu Duan Du, lakukan dengan cepat, agar kita bisa bergerak kembali ke tempat Han'er.” Ucap Cen Tian dan tanpa basa basi ia melesat ke lantai 4.
Dret..!!
Melihat Cen Tian melesat dengan kecepatan yang hampir setara dengan kecepatan penuhnya. Bo Wuhan hanya bisa kagum, tapi dengan cepat ia kembali sadar dan melesat ke arah Duan Du.
Wuss wuss..!!
Di saat Bo Wuhan melesat, tak ia mengabari Duan Du untuk menunggu sebentar lagi.
Wung..!!
Tepat di saat Bo Wuhan sudah mencapai pintu gerbang lantai 1, tanpa basa basi ia mengayunkan kedua kapaknya.
Slash slash..!!
Bom bom..!!
“I..Ini,” ucap ketiga Iblis Naga air terkejut luar biasa di saat perisai yang mereka buat langsung hancur dari luar.
Bukan hanya itu saja, dua kapak kini terlihat melesat ke arah Iblis Naga Hitam dan Merah tepat setelah kapak tersebut menghancurkan pintu.
Bruk..!!
Tanpa bisa melakukan perlawanan, kepala kedua Iblis Naga air langsung terpisah dari tubuhnya.
Iblis Naga air berjubah Ungu yang melihat kejadian tersebut tepat di depan matanya, seketika bergetar hebat saking takutnya.
“I..Ini,” ucap Iblis Naga air berjubah ungu melihat ke arah sosok yang muncul dengan seringai lebar.
Wung..!!
Bo Wuhan yang muncul dari balik pintu, terlihat langsung mengayunkan tinjunya ke wajah musuhnya yang ketakutan.
Bom..!!
Tanpa bisa melakukan perlawan, kepala Iblis Naga air berjubah ungu meledak.
Duan Du yang duduk melihat kejadian super cepat tersebut. Hanya bisa tersenyum kecut.
“Sialan, aku harus bertambah kuat lagi,” umpat Duan Du di sertai penuh tekad. Terlihat Duan Du sedikit merasa malu, lantaran dulu ia jauh lebih kuat dari Bo Wuhan, tapi kini Bo Wuhan jauh lebih kuat darinya.
Tap tap..!!
“Apa kau tidak apa-apa Tuan Du, hehe, maaf aku terlambat datang,” kekeh Bo Wuhan terlihat seperti orang bodoh.
“Huh,, apa kau lihat aku baik-baik saja, lihatlah energiku tersisa tinggal 5% lagi,” dengus Duan Du memasang wajah cemberut, namun dalam hati ia senang Bo Wuhan datang tepat waktu.
Bo Wuhan yang di marahi, hanya bisa cengengesan. Walau ia jauh lebih kuat dari Duan Du. Bo Wuhan tidak akan pernah lupa bagaimana Duan Du, Tu Long, Bai Chu Ye dan Bai Han membantunya di masa lalu dan memberikannya Inti darahnya.
Jika mereka tidak memberikan inti darah mereka, Bo Wuhan mungkin tidak akan pernah bisa sekuat ini. Terlebih lagi ia banyak di bantu di masa lalu.
Jadi, ia tidak akan pernah berani melawan keempatnya, apapun perintahnya, bahkan jika ia saat ini lebih kuat.
***
Crash..!! Crash..!!
Bom bom bom bom..!!
Di lantai 4, Tu Long yang bertarung dengan kekuatan penuhnya kali ini, terlihat di penuhi luka di sekujur tubuhnya. Beruntung Tu Long tidak kehilangan anggota tubuhnya di karenakan ia memiliki kulit layaknya baja.
Tapi musuhnya tak kalah jauh dari dirinya, terlihat 3 dari lengan Iblis Assasint putus dan wajahnya ada bekas luka sayatan.
Sementara Iblis Palu kehilangan 1 lengannya dan tubuhnya banyak terkena luka lebam akibat pukulan.
Huh huh..!!
Pandangan Tu Long melirik ke arah kiri dan kanan di sertai seutas senyuman lebar.
“Hehe,, kalian sangat kuat, baru kali ini aku merasakan semangat membara lagi setelah sekian lama, tapi sayangnya, kita harus ahiri ini sampai di sini,” ucap Tu Long langsung mengangkat tangan kirinya ke atas dan langsung menyelimutinya dengan seluruh energinya.
Melihat Tu Long mengeluarkan kekuatannya yang tersisa, wajah Iblis Assasint dan Iblis Palu langsung mundur 2 langkah untuk menjaga jarak dan langsung mengeluakan seluruh kekuatan mereka yang tersisa juga, agar bisa mengahiri ini.
Blush blush..!!