Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Membantai Pasukan Elit Menara Langit ke 3


Pandangan pemimpin lantai 90 sedikit melirik para pemimpin musuh dengan pandangan meremehkan, setelah itu, ia pun melesat ke langit.


Dret..!! Wuss wuss..!!


***


Blush blush...!!


Di tempat para pemimpin lantai Menara Langit ke 3, mereka yang mendengar teriakan musuh, seketika mengeluarkan niat membunuh dan haus darah mereka, lantaran merasa di rendahkan.


“Raja,, izinkan kami mencincang tubuh sampah itu, dia telah merendahkan harga diri Menara Langit ke 3 kita, saya tidak akan membiarkan ini begitu saja,” teriak pemimpin lantai 90 Menara Langit ke 3.


“Benar Raja, izinkan kami pergi dan membuktikan jika kita itu adalah seorang predator yang berada di puncak,” teriak para pemimpin lantai menyahut.


Sementara penjaga gerbang ke 3 yang di tanya, saat ini sedang fokus melihat ke arah sisi Utara dan Selatan dengan wajah berkerut. Karena bukannya kedua penjaga gerbang tersebut melawan Shen Canling, malah mereka terlihat sedang melawan Naga Iblis dan pemuda tak di kenal.


Bahkan penjaga gerbang ke 3 merasa kedua penjaga gerbang tersebut sedang tertahan dan membutuhkan waktu lama bagi mereka ke tempat Shen Canling.


“Sialan, jika begini, aku harus turun tangan dari awal melawan Shen Canling,” umpat Penjaga gerbang ke 3. “Ini tidak sesuai keinginanku dan Buang-buang tenaga saja. Tapi apa boleh buat, harus aku sendiri yang turun tangan di awal, karena aku tak tahan melihat Shen Canling saat ini tersenyum mengejek,” sambung Penjaga gerbang ke 3.


Tangan penjaga gerbang ke 3 pun terangkat sembari berkata. “Lakukan apapun keinginan kalian, tapi jangan kecewakan aku, hancurkan mereka semua dengan cepat, dan pada saat aku selesai membunuh Penjaga gerbang ke 10. Maka aku harus melihat kemenangan saat aku kembali.”


Tanpa menunggu reaksi para bawahannya, Penjaga gerbang ke 3 langsung melesat ke arah Shen Canling menunggu dirinya.


Dret..!! Wuss wuss..!!


Sementara para pemimpin lantai yang mendengar itu, langsung menyeringai lebar.


“Khehe,, kalian dengar itu, ayo kita robek dan cincang tubuh sialan itu terlebih dahulu, sisanya serahkan kepada pasukan kita.” Teriak pemimpin lantai 90.


Woah..!! Woah..!!


Gema teriakan para pemimpin lantai Menara Langit ke 3 seketika menyebar ke segala arah. Hal tersebut ikut menyemangati pasukan Elit yang sudah menunggu perintah untuk menyerang pasukan Menara Langit ke 10.


“Ayo,, tunggu apalagi, pasukanku, hancurkan semua pasukan rendahan Menara Langit ke 10. Buat mereka sadar jika telah salah melangkah karena bersekutu dengan para Monster Mutasi.” Teriak pemimpin lantai 90 Menara Langit ke 30.


Woaahh..!!


“Bunuh,, hancurkan, hancurkan.”


“Serang.”


Teriakan dari pasukan Elit Menara Langit ke 3 kini menggema hingga terdengar ke seluruh Distrik ke 10.


Tapi itu tidak membuat pasukan Menara Langit ke 10. Mereka malah terlihat hanya diam saja dan terlihat acuh.


Kini seluruh pasukan Menara Langit ke 3 yang langsung melesat ke pasukan Menara Langit ke 10, terlihat seperti seeokor semut yang mengerumuni makanan.


Bersamaan dengan itu, Para pemimpin lantai Menara langit ke 3 juga telah melesat ke pemimpin lantai 90.


***


“Hemm..!! Ini terlihat jauh lebih mudah dari yang terlihat, aku tak menyangka jika semua para pemimpin lantai mereka bergerak ke arah pemimpin lantai ke 90 Menara Langit ke 10.” Gumam salah satu Bai Chu Ye datar.


“Tunggu aku, akan ku habisi mereka dalam hitungan menit.” Sambung salah satu Bai Chu Ye.


Blush..!!


Tak lama, semua tubuh pasukan Menara Langit ke 10 seketika memancahkan aura bewarna merah.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


Tanpa basa basi, mereka semua langsung melesat ke arah pasukan elit musuh yang sudah berjarak 10 meter.


Wung..!!


Salah satu dari prajurit yang Bai Chu Ye kendalikan, terlihat menerjang paling depan dan langsung mengayunkan pedangnya.


Slash..!!


Boomm..!!


Tepat, setelah prajurit yang Bai Chu Ye kendalikan berhasil membunuh 6 dari pasukan elit musuh sekaligus. Para prajurit lain yang Bai Chu Ye kendalikan ikut mengayunkan senjata mereka masing-masing.


Bom bom bom..!!


Argh..!!


Tak lama, jerit teriakan terdengar dari pasukan elit musuh.


Mata mereka semua melotot tak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini.


“I..Ini, ini, apa-apaan ini, kenapa mereka semua bisa sekuat ini dan terlihat seperti Binatang buas, tanpa banyak berpikir langsung menerjang seperti orang kesurupan membunuh kami satu persatu.” Teriak salah satu pasukan elit musuh yang berdiri di garda tengah.


Ia juga melihat rekannya yang tadi di garda depan, kini malah mulai mundur dan berdiri di garda belakang. Ia tidak tahu jika mereka semua yang mundur sebenarnya telah di kendalikan oleh Bai Chu Ye.


Saat hatinya was-was, ia pun terlihat berniat mundur, karena sadar jika saat ini melawan musuh yang tidak waras, karena tanpa takut akan kematian.


“Sial, aku harus melarikan diri dari sini, aku tak ingin mati sia-sia,” umpat pasukan elit tersebut.


Bukan hanya dia saja, banyak dari mereka yang berpikiran sama dan hendak melarikan diri dari sana.


Argh..!! Argh..!!


Tapi saat mereka membalik badan, wajah mereka pun menjadi pucat layaknya mayat hidup.


“Si..Sialan, bagaimana bisa kalian membunuh rekan kalian sendiri. Apa kalian sudah ikut tidak waras.” Teriak salah satu pasukan elit saat melihat pasukan elit yang Bai Chu Ye kendalikan kini mulai membantai musuh yang ada di garda belakang.


Bukannya menjawab, malah wajah para pasukan elit yang Bai Chu Ye kendalikan, kini memasang ekspresi dingin.


Hal tersebut membuat pasukan elit musuh semakin ketakutan karena seolah melihat Iblis yang sesungguhnya. Hingga mereka tidak sadar jika pasukan Menara Langit ke 10 kini sudah mendekati garda tengah.


Slash..!! Slash..!! Boomm..!!