
“Hehe,, ternyata ini yang kau maksud bersenang-senang,” kekeh Han Liu langsung memasang senyum lebar dan mengeluarkan pedangnya.
Blush..!!
***
Tap tap..!!
“Hemm..!! Ternyata tempat ini masih sama seperti dulu,” gumam Xiu Bai yang muncul di perbatasan gurun.
Pandangan Xiu Bai pun mengarah ke sebuah puncak gunung yang menjulang ke atas langit.
“Rupanya kau sangat nyaman di sini Long,” ucap Xiu Bai dengan nada pelan.
Dret..!!
Brum brum..!!
Terlihat gunung yang menjulang tinggi bergetar hebat.
Beruntung wilayah tempat ini tidak memiliki penghuni, jika tidak, mereka semua pasti akan langsung panik dan berusaha melarikan diri. Karena hanya dengan getaran tersebut, mampu membunuh sosok sekuat Peng He, Lan Yuheng dan Bai Da Xing.
Bomm..!!
Tepat setelah getaran terhenti, ledakan pun terdngar hebat, hingga dapat di rasakan oleh wilayah yang berbatasan dengan wilayah tempat Xiu Bai berada saat ini.
Dreett..!!
Bersamaan dengan itu, sosok mata muncul dari langit.
“Tuan, kenapa kau sangat lama sekali huh,” terdengar suara dengusan dari seorang pria paruh baya.
“Kau tahu, aku merasa di penjara di sini, terlebih lagi, sangat banyak sekali cacing-cacing kecil, maupun nyamuk-nyamuk kecil datang kesini mengganggu. Itu sangat membosankan, karena mereka semua sangat lemah,” keluh sosok tersebut.
Tap tap..!!
Tepat setelah ia berbicara, kini sosok tersebut muncul dalam wujud manusia yang terlihat berusia 50 tahunan.
“Tapi aku merasa kau menyukai pekerjaanmu ini, terlihat dari caramu tertidur dengan nyaman dalam wujud aslimu.” Ucap Xiu Bai dengan santai.
“Jadi, kau bisa-”
“Tidak-tidak, aku mohon jangan taruh aku di tempat ini, aku sudah frustasi di sini dalam waktu yang tak terhitung jumlahnya.” Teriak sosok tersebut langsung memotong ucapan Xiu Bai.
“Heh,, kenapa? Bukankah kau-”
”Siapa yang senang, aku ini adalah Dewa Naga Bumi yang terkuat, mana bisa sosok sekuat diriku kau suruh menjaga tempat terpencil seperti ini, sementara yang lainnya kau tempatkan di tempat yang sangat aku inginkan semua,” dengus Dewa Naga Bumi atau Long Qiu langsung memotong ucapan Xiu Bai tanpa rasa takut.
”Heemm..!! Kau terlihat semakin berani rupanya Long, apa karena aku terlalu lama meninggalkanmu, jadinya kau berani memotong ucapanku?” Tanya Xiu Bai berpura-pura memasang wajah serius.
Glek..!!
“Hehe,, tentu saja tidak Tuan, kau tahu, aku begini karena bosan. Jadi berhentilah marah atau memasang wajah serius seperti itu, kau membuatku merinding,” kekeh Long Qiu sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
“Hais,, sifatmu ini sama sekali tidak berubah Long, bahkan sifatmu kau turunkan kepada keturunanmu,” dengus Xiu Bai.
Mendengar itu, wajah Long Qiu menjadi bersinar. “Haha,, apakah begitu? Itu sangat bagus jika ia memiliki sifat seperti diriku,” ucap Long Qiu tertawa bahagia.
Pandangan Long Qiu pun mengarah ke segala arah. “Dimana? Dimana keturunanku itu Tuan? Aku ingin sekali melihatnya?” Tanya Long Qiu.
“Cari saja sendiri,” jawab Xiu Bai dengan nada acuh dan langsung membalik badannya.
“Ooh ya,, sebelum kau pergi, jangan lupa bawa barang yang kau jaga selama ini, dan bersihkan semua yang telah kau lakukan. Jika tidak, kau akan ku gantung di-”
“Akan ku lakukan Tuan, pergilah sana cepat, hus hus,” teriak Long Qiu dengan cepat mengusir Xiu Bai.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
Melihat kepergian Xiu Bai, Long Qiu pun tersenyum lebar.
“Hehe,, mari kita temui keturunanku yang pastinya memiliki ketampanan dan pastinya memiliki otot seperti diriku yang luar biasa ini.” Ucap Long Qiu dengan bangga.
Dan yang Long Qiu maksud adalah Tu Long. Karena di masa lalu, sebelum Xiu Bai mereinkarnasi dirinya, ia memberitahu beberapa bawahannya yang paling setia, salah satunya adalah Long Qiu.
Saat tahu Tuannya akan melakukan Reinkarnasi dengan tujuan tertentu, Long Qiu pun menggunakan hampir seluruh energinya untuk membuat kurunan, dengan tujuan agar Tuannya tidak kesepian, dan akan selalu terhibur oleh keturunan nanti.
Tap tap..!!
Setelah selesai menyimpan semua yang dulu ia jaga atas perintah Tuannya. Long Qiu pun langsung melesat pergi.
“Tunggu aku nak, akan ku buat kau sempurna seperti diriku saat kita bertemu,” teriak Long Qiu.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
***
Huaaccih..!!
“Heh,, siapa lagi jika bukan musuh-musuhmu,” ejek Xi Juan.
“Kau kan suka menganggu dan mengacau tidak jelas. Jadi pastinya mereka semua akan mengutukmu kakek,” sambung Xi Jian.
”Heng,, aku ini orang yang paling bijak, kau harus tahu itu,” dengus Tu Long langsung mengelak.
“Ya,, bijak dalam menghancurkan apapun, seperti ini,” ejek Xi Juan melirik area sekitar yang hancur.
”Heh heh,, tadi itu salah sasaran bocah, kau tahu aku baru saja meningkatkan kekuatanku dan belum benar-benar bisa mengendalikannya,” tak ingin di salahkan, Tu Long pun kembali mengelak dan langsung memarahi Xi Juan.
Xi Luan dan Bo Wuhan yang melihat mereka terus beradu mulut layaknya melihat Xi Juan seperti pengganti Duan Du. Mereka berdua hanya bisa menggelengkan kepala.
“Jika saja ada Tuan Besar ada di sini, aku yakin mereka tidak akan berani sejauh ini,” gumam Bo Wuhan dalam hati.
Gerr..!!
Tepat di saat Xi Juan dan Tu Long berdebat, terdengar suara geraman tidak jauh dari tempat mereka.
Karena sedang kesal, pandangan Xi Juan dan Tu Long pun melirik ke sosok Monster berkepala Harimau.
“Dasar pengganggu sialan,” teriak mereka berdua langsung menerjang ke arah Monster kepala Harimau.
Dret..!!
Wung..!!
“Mati,” teriak Tu Long dan Xi Juan serempak mengayunkan tangan kiri dan pedang.
Crash..!!
Slash..!!
Duaaar..!!
Tap tap..!!
Ledakan besar pun terdengar menggema, Tu Long dan Xi Juan yang mundur setelah menyerang, terlihat saling melirik satu sama lain dengan seutas senyum.
Goaar..!!
Wung..!!
Sosok monster kepala Harimau pun muncul dari balik asap dan mengayunkan cakarnya ke arah Tu Long.
“Hehe,, aku menang karena ia datang ke arahku,” ejek Tu Long melirik ke arah Xi Juan yang terlihat cemberut.
Crash..!!
Bomm..!!
Saat Monster kepala Harimau mengayunkan cakarnya. Terlihat tangan mungil Tu Long di depan musuhnya kini dengan santai menahan serangan Monster tersebut.
Tepat di saat tangan kanan Tu Long berhasil menahan cakar musuh, kini dengan santai Tu Long mengirkan energinya ke telapak tangannya.
Wung..!!
Duar..!!
Goaar..!!
Monster kepala Harimau pun meraung kesakitan saat cakar kanannya di hancurkan.
“Mau kemana kau sialan,” dengus Tu Long langsung muncul di atas kepala monster Harimau yang hendak melarikan diri.
Bom..!!
Duaar..!!
Seketika kepala Monster Harimau tertanam ke tanah.
Wung..!! Bom bom bom..!!
Tidak puas memukul kepala musuhnya, Tu Long kembali menginjak-injak kakinya hingga terdengar suara raungan meminta ampun.
“Hehe,, kau lihat itu bocah. Menundukkannya sangatlah mudah,” ejek Tu Long.
Dret..!!
“Bangun kau sialan, jangan cengeng,” dengus Tu Long setelah sempat mengejek Xi Juan.
Kepala Monster Harimau pun langsung terangkat setelah di angkat paksa oleh Tu Long.
Melihat wajah Monster Harimau yang babak belur, Tu Long kembali puas.
“Cepat kecilkan wujudmu, agar aku bisa menunggangimu,” perintah Tu Long.
Monster Harimau pun dengan cepat mengikuti perintah Tu Long tanpa berani membantah.
Blush..!!