
“Hehe,, hehe kepalamu,” dengus Xiu Bai sambil berdecak ke arah Bo Wuhan di sertai memijit keningnya karena sifat Bo Wuhan ini.
***
1 Bulan telah berlalu begitu cepat semenjak kemunculan Dewa Iblis Keserakahan yang menyerang Dewa Iblis Kehancuran.
Kini semuanya terasa jauh lebih tenang. Tapi dalam ketenangan, semua sibuk merencanakan rencana mereka masing-masing.
Seperti Xiu Bai yang dalam senyap terus membantu meningkatkan kekuatan anggota keluarganya.
Tap tap..!!
“Bagaimana? Apakah ada perkembangan dari Feng Lu?” Tanya Xiu Bai muncul secara tiba-tiba tidak jauh dari tempat Bo Wuhan bertarung melawan Feng Lu.
Alhasil, Bo Wuhan pun melirik ke arah Tuannya.
Dan pada saat yang sama, Feng Lu langsung mengayunkan tinjunya tepat ke wajah Bo Wuhan.
Wung..!!
Duarr..!!
Seketika tubuh Bo Wuhan terlempar, hingga menabrak dinding formasi.
Uhuk uhuk..!!
“Sialan, kenapa setiap aku menggunakan Inti darah dan Bayangan selalu tidak berguna saat menghadapi Feng Lu,” ucap Bo Wuhan cemberut sambil bangkit, lalu melempar diri ke samping untuk menghindari terjangan Feng Lu yang menggunakan lututnya.
Feng Lu yang masih tidak sadar dan masih di kendalikan Tubuh Perang, langsung melakukan manuver dengan tangan kanan memegang udara, layaknya udara tersebut adalah daratan.
Dret..!! Wuss..!!
Kaki kanan Feng Lu langsung meluncur ke arah Bo Wuhan yang berjarak 2 meter di depannya, setelah ia melakukan manuver.
Baamm..!!
Uuugghh..!!
Terasa dada Bo Wuhan sesak nafas, saat kedua tangan yang ia gunakan untuk menahan kaki Feng Lu langsung terbentur ke dadanya.
Hoeek..!!
Terlihat juga Bo Wuhan memuntahkan air dari mulutnya.
“Tuan, kenapa sekarang kekuatan Feng Lu selalu mampu menyentuh Hukum Darah dan Bayangan yang aku gunakan?” Teriak Bo Wuhan terlihat cemberut.
Tap tap..!!
Dengan cepat Bo Wuhan muncul di samping Xiu Bai yang sedari tadi hanya menonton.
Xiu Bai juga sadar jika Bo Wuhan sengaja menghampirinya agar bisa berlindung serta Feng Lu menyerang dirinya.
“Bocah sialan ini, di saat kristis saja kepalanya menjadi sedikit encer,” gumam Xiu Bai menggelengkan kepalanya.
Wung..!!
Tepat setelah Xiu Bai selesai bergumam, Feng Lu pun langsung muncul dan hendak meninju wajah Xiu Bai.
Bam..!!
Namun dengan santai Xiu Bai menahan tinju Feng Lu dengan telapak tangannya saja.
Bo Wuhan yang melihat itu, seketika bersinar cerah. Tapi tak lama, ia langsung cengengesan saat mendengar suara Tuannya.
“Aku sudah mengatakan bukan, jika energi Feng Lu jauh lebih kuat, maka kekuatan Hukum mu tidak akan berguna di depannya. Maka dari itu aku menyuruhmu untuk menggabungkan dengan cara bertarung melawan Feng Lu.” Dengus Xiu Bai, lalu ia terdiam sesaat.
“Karena dengan bertarung, keberhasilan kau menggabungkan keempat inti darah jauh lebih besar.” Sambung Xiu Bai.
“Hehe,, aku melupakannya Tuan, maafkan aku,” ucap Bo Wuhan masih tersenyum malu sambil menggaruk kepalanya.
“Hais,, sebenarnya aku tidak ingin memaksamu mempercepat peningkatanmu Wuhan, namun ada hal mendesak kita saat ini. Jadi cepatlah menggabungkannya, maka kau akan melampaui tingkatan yang ada di Alam ini bersama Feng Lu.” Ucap Xiu Bai menghela nafas, lalu berubah serius saat menjelaskan masalah mendesak.
Bo Wuhan yang awalnya hanya tersenyum, seketika memasang wajah serius.
“Yakinlah, aku tidak akan mengecewakanmu Tuan,” ucap Bo Wuhan dengan mata yang tidak main-main.
Melihat itu, Xiu Bai pun mengangguk ringan. “Akan ku berikan waktu 1 bulan di dunia luar, dan pada saat itu aku akan kembali kesini. Jadi, jangan kecewakan aku Wuhan, karena kau dan Feng Lu harapanku,” ucap Xiu Bai menepuk pundak Bo Wuhan dan langsung menghilang.
Bo Wuhan yang begitu di harapkan oleh Tuannya, langsung tersenyum bahagia.
“Tenang saja, aku benar-benar tidak akan mengecewakanmu Tuan,” ucap Bo Wuhan melirik ke arah Feng Lu yang sudah ada di depannya dengan desiran angin kencang di kedua sisi tinjunya.
Wung..!!
Duarr..!!
Huaaa...!!
Seketika terdengar suara teriakan dari Bo Wuhan yang menahan tinju Feng Lu dengan kedua tangannya.
Krak krak..!!
Hoaaaa...!!
Boom..!!
Bersamaan dengan kembalinya Bo Wuhan berteriak, terlihat Feng Lu di dorong mundur.
Bo Wuhan yang melihat itu, langsung tersenyum lebar. “Usaha memang tidak akan pernah mengkhianati hasil, walau usaha tersebut menggunakan cara berdarah dan menderita, akan ku tempuh semuanya.” Teriak Bo Wuhan menerjang ke arah Feng Lu.
Wuss..!!
***
Di tempat Tu Long, Du Jian, Bai Hu dan Feng Liu, terlihat mereka kini sedang berusaha menghancurkan rantai yang mengikat tangan dan kaki mereka.
Hoaaaaahh..!!
“Aku tidak akan menyerah begitu saja,” teriak Tu Long dan ketiga saudaranya serempak.
Walau saat ini kaki dan tangan Tu Long meneteskan darah terus menerus, rasa sakit tersebut tidak ia rasakan bersama yang lain, demi melempaskan rantai yang mengikat mereka.
...
Long Qiu yang melihat itu terlihat sama sekali tidak tersenyum, ia kini memasang wajah serius.
“Ayo, sebentar lagi rantai itu akan hancur, terus berusaha dan jangan putus asa,” ucap Long Qiu dalam hati menyemangati putranya dan anggota keluarganya.
...
Huh huh huh..!!
“Walau kekuatanku telah meningkat pesat karena mencoba menghancurkan rantai ini, tetap saja sangat sulit, karena rantai ini juga semakin kuat,” ucap Du Jian dan Bai Hu terdengar dengan nafas tersengal-sengal.
Huh huh..!!
“Kau benar, memang kekuatan kita meningkat pesat, tapi pengalaman kita tidak ada karena sudah terlalu lama berada di sini. Jadi ayo berusaha untuk lepas setidaknya dalam 1 minggu, dan bagi siapa yang terahir terlepas, maka dia harus mengikuti ketiga dari kita yang menang.” Sambung Tu Long tersenyum lebar.
Blush..!!
Dengan cepat Tu Long kembali berusaha melepaskan rantai yang mengikatnya.
Sementara Du Jian, Feng Liu dan Bai Hu, hanya bisa melongo. Tapi tak lama, dengan cepat mereka berlomba-lomba untuk lebih cepat menghancurkan rantai yang mengikat mereka.
***
“Hehe,, bukankah putraku sangat cerdas Tuan, sama seperti ayahnya ini,” ucap Long Qiu yang kini melirik ke arah Xiu Bai.
“Cerdas apanya, kau itu sangat bodoh, berbeda dengan putramu yang sedikit lebih cerdas dan bisa menggunakan akalnya saat situasi genting.” Dengus Xiu Bai.
“Lah kau, saat genting malah semakin membuat rekan dan saudaramu repot untuk datang membantumu.” Sambung Xiu Bai yang terdengar secara terang-terangan menekan dan mengejek Long Qiu.
“Haha,, itu karena aku sengaja agar si sialan itu datang membantuku Tuan. Kau tahu jika Diyu sangatlah sulit datang membantu rekannya, kecuali saat dalam bahaya saja.” Balas Long Qiu yang terdengar tidak tahu malu mengelak dan membohongi Tuannya.
Namun Xiu Bai malah tersenyum tipis, seolah-olah menantikan Long Qiu mengelak seperti ini.
“Karena pikiran bodoh mu itulah yang membuat Diyu mudah menipu serta mengejekmu setiap kali bertemu.” Ucap Xiu Bai yang langsung membuat Long Qiu cemberut.
1 jam berlalu, terlihat Xiu Bai dan Long Qiu terus mengobrol santai, sambil mengawasi perkembangan Tu Long dan yang lainnya.
Tap..!!
“I..Ini,” ucap Xiu Bai seketika bangkit saat merasakan adanya aura yang sangat kuat muncul.
Namun anehnya Xiu Bai merasakan sedikit akrab dengan aura sekilas tersebut.
“Ada apa Tuan? Apakah ada musuh kuat berdatangan dari Alam Semesta lain lagi seperti di masa lalu?” Tanya Long Qiu ikut bangkit dengan seringai lebar dan tangan terkepal, karena tidak sabar untuk bertarung.
“Hemm..!! Tidak ada, awasi saja mereka, karena aku akan mengunjungi yang lain juga,” jawab Xiu Bai dengan santai.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
Tanpa melihat atau menunggu reaksi dari Long Qiu, Xiu Bai pun langsung menghilang.
“Eeh,, kenapa tiba-tiba pergi,” ucap Long Qiu bingung.
“Biarlah, Tuan kan kuat jika terjadi sesuatu, aku yakin ia mampu melawan musuh-musuh yang datang seorang diri, karena aku sudah melihat bagaimana kuatnya Tuan di masa lalu, saat ia membantai para mahkluk yang setara dengannya, dari sana juga aku mengagumi dan ingin menjadi muridnya. Tapi ia malah menjadikanku Jendralnya.” Gumam Long Qiu tersenyum bangga.
***