
Dengan cepat mereka semua langsung memasuki portal yang ada di depan mereka sambil menyeret Peng He.
Dret..!!
Wuss.. Wuss..!!
...
Tap tap..!!
Pandangan kelimanya pun melirik ke area sekitar yang hanyalah ruang hampa. Terlihat beberapa titik-titik besar yang mereka yakini itu adalah Alam Celestial.
“Dimana tempat mereka berkumpul?” Tanya Tu Long kini menggaruk kepalanya ke arah Duan Du.
“Dasar idiot, jika kau bertanya kepadaku, lantas kepada siapa aku bertanya? Kepada mereka bertiga,” dengus Duan Du menunjuk ke arah Cen Tian, Han Liu dan Peng He.
Kini Duan Du juga sedikit bingung karena ini baru pertama kalinya ia ke tempat seperti ini, ia juga merasa begitu bodoh saat ini, karena tidak bertanya kepada kakaknya secara rinci.
”Lalu bagaimana? Kemana aku harus memunculkan diriku?” Tanya Peng He kini bertanya ke arah Duan Du.
Mendengar itu, wajah Duan Du bertambah kesal, karena ia saat ini ingin berpikir kemana arah mereka lebih dulu. Tapi konsentrasinya langsung di ganggu oleh Peng He.
“Dasar otak kambut, apakah kau tidak bisa diam dulu hah,” dengus Duan Du melirik ke arah Peng He yang langsung tersenyum kecut.
Dan pada saat Duan Du marah melirik ke arah Peng He, wajahnya seketika tercerahkan.
“Hehe,, maafkan aku saudara Peng, karena terbawa amarah oleh sik otak idiot itu, aku jadi membentakmu,” kekeh Duan Du langsung mendekati Peng He tanpa rasa malu.
Sementara Tu Long yang di jadikan kambing hitam untuk rencana Duan Du. Tentu memasang wajah jelek, terlihat jelas saat ini tangannya ingin sekali meremas mulut bocah licik tersebut, tapi berusaha ia tahan.
“Sabarlah Tu Long, akan ada saatnya kau menghajarnya nanti,” gumam Tu Long sambil mengelus-elus dadanya.
Tap tap..!!
Merasa ada yang tidak beres, karena Duan Du secara tiba-tiba baik, kini Peng He secara spontan mencoba menjauh.
Tapi Cen Tian dan Han Liu dengan cepat menutup jalan Peng He.
“Ayolah saudara Peng, kita ini keluarga bukan, jadi jangan takut seperti itu.” Ucap Duan Du tersenyum hangat.
“Aku hanya ingin, meminta bantuan saja, kau kan cukup mengenal tempat ini di masa lalu bukan. Jadi cobalah buat beberapa klon dan suruh klon mu menyebar ke sekitaran tempat ini.” Sambung Duan Du langsung menaik-naikkan alisnya.
“Dasar sialan, jika aku membuat banyak Klon, nanti energiku akan terkuras habis, itu bisa membuatku tidak bisa ikut bertarung dan bisa-bisa aku dalam bahaya,” dengus Peng He langsung tidak terima.
“Hei hei,, kau anggap aku ini lemah hah, aku bisa menjagamu dasar mulut bau,” dengus Tu Long langsung menunjukkan ototnya jika dirinya memang benar-benar kuat dalam menjaga anggota keluarganya.
Tu Long mengatakan itu sangat serius dan tidak ada candaan sama sekali. Tapi Peng He menganggapnya hanya mainan, agar dirinya mau memenuhi permintaan Duan Du.
“Dia benar, jika ada yang mendekatimu saat memulihkan diri, pedangku akan menebas musuh nanti, jadi kau tidak perlu khawatir.” Ucap Han Liu dengan nada serius.
“Di saat energimu terkuras, aku akan memberikanmu banyak herbal peningkat energi, aku memiliki banyak, dan tentunya kau harus membayarnya nanti,” sambung Cen Tian yang tidak ingin rugi.
Karena kembali di tekan oleh keempatnya, tanpa memberikan dirinya kesempatan untuk membela diri lagi. Akhirnya Peng He hanya pasrah saja.
Tap tap..!!
Dret..!!
Blush..!!
Seketika ratusan klon Peng He pun muncul lalu menyebar ke segala arah.
Melihat itu, Duan Du, Tu Long, Han Liu dan Cen Tian langsung melakukan tos, karena bujukan mereka sukses.
Tap tap..!!
Saat Peng He lemas karena kehabisan energi, dengan cepat Cen Tian memberikannya herbal dan pil peningkat energi dalam jumlah tak terhitung jumlahnya.
Melihat itu, dengan cepat Peng He langsung menelan ribuan pil dan secara bersamaan menyerap energi yang tersimpan di dalam herbal yang ada di sekelilingnya.
***
Wuss wuss..!!
Di saat Peng He mencoba mengembalikan energinya, kini klon Peng He yang menyebar ke segala arah terlihat beberapa dari mereka berhenti saat merasakan beberapa aura yang setara dengan kekuatan penuhnya. Yaitu ada di tingkat Kaisar Dewa Roh ⭐ 1 Puncak.
“Ketemu,” gumam 3 Klon Peng He saling melirik.
Bom bom bom..!!
Di saat mereka terlihat akan kembali memberitahu tubuh utama mereka, seketika dua sosok berjubah merah muncul dan langsung menebas klon Peng He.
“Hem..!! Ada mata-mata di sini,” ucap salah satu pemuda bertubuh kekar dengan topeng merah dan jubah merah seutuhnya.
“Apa kita harus pindah tempat, aku rasa pertemuan kita telah bocor,” sambung pemuda kurus yang mengenakan pakaian yang sama.
“Tidak perlu, jika mereka datang, kita tinggal hancurkan saja mereka.” Ucap sosok bertubuh kekar langsung membalik badan lalu melesat pergi.
Terlihat di punggungnya ada sebuah nomer, nomer tersebut agar dapat mengetahui urutan mereka yang terkuat.
Dan nomer urutan 1 digit, dapat di katakan mereka yang terkuat.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
Kedua sosok berjubah merah topeng merah yang memiliki nomer urut satu digit pun langsung melesat pergi tanpa memperdulikan siapa yang akan mendatangi mereka nanti.
***
Sementara di tempat Peng He dan yang lainnya menunggu, Peng He terlihat langsung membuka matanya.
“Ketemu, mereka ada di utara, 3 klon ku langsung di bunuh tanpa bisa melakukan perlawanan,” ucap Peng He terlihat mengeluarkan sedikit darah dari mulutnya karena klonnya mati di bunuh.
Melihat Peng He terluka, wajah Tu Long, Duan Du, Han Liu dan Cen Tian seketika memasang wajah mengerikan.
“Sialan, berani sekali mereka melukai saudaraku, sudah bosan hidup juga mereka,” ucap Tu Long langsung mengeluarkan auranya dan Roh Naga yang ia bentuk sendiri.
Blush..!!
Goar..!!
Bom bom bom..!!
Saat Roh Naga milik Tu Long meraung, suara ledakan pun seketika terdengar keras.
Bukan hanya Tu Long saja, kini Duan Du memunculkan Roh Kaisar Neraka bayangan yang terlihat mirip dengan Duan Du.
Wajah Rohnya terlihat sangat ganas dan ingin memakan semua yang ada di sekitarnya.
Sementara Han Liu memunculkan Pedang Emas sebagai Rohnya yang siap memotong apapun yang ada di sekelilingnya tanpa pandang bulu.
Untuk Cen Tian, sebuah kepala yang mirip kepala Cen Tian mengenakan Mahkota muncul dengan warna hijau dan terlihat memasang wajah penuh keserakahan.
Dret..!!
“Lindungi saudaraku, jangan sampai dia terluka satu goresanpun,” ucap Duan Du, Tu Long, Han Liu dan Cen Tian terlihat melirik ke arah klon mereka masing-masing.
Setelah memerintahkan klon mereka, mereka berempat pun langsung melesat ke arah mana yang di maksud oleh Peng He.
Wuss..!!
Wuss..!!
Saat melesat, Duan Du langsung melirik ke arah Han Liu. “Berikan serangan kejutan untuk mereka,” ucap Duan Du, setelah itu ia melirik ke arah Tu Long.
“Setelah paman Liu menyerang, jangan sungkan-sungkan paman,” ucap Duan Du yang langsung di jawab anggukan oleh Tu Long.
“Sementara aku dan kakak Tian akan membantu melindungi kalian dari serangan yang tidak bisa kalian prediksi atau ketahui,” sambung Duan Du terdengar serius.
Semuanya pun langsung mengangguk tanpa ada yang berani membantah intruksi Duan Du.
Wung...!!
“Ketemu," ucap Han Liu yang langsung mengeluarkan pedangnya hingga terdengar suara dengungan.
“Gerakan kedua, pemusnah keheningan,” gumam Han Liu langsung mengayunkan pedangnya.
Dret..!!
Slash..!!