
“Ayo, keluarkan semua kekuatanmu yang kau sembunyikan itu, lawan aku,” tantang Feng Liu kini mengulurkan tangannya dan melambaikannya ke arah Bo Wuhan, tanda menantang Bo Wuhan duel.
Bo Wuhan yang melihat Feng Liu langsung melangkah mundur sejauh dua langkah.
Mengira Bo Wuhan takut, nyatanya Feng Liu salah besar, Bo Wuhan mundur bukannya takut, tapi ia bersiap melesat ke arah Feng Liu.
Dret..!!
Wuss..!!
Dalam sekejap Bo Wuhan muncul di depan Feng Liu, terlihat jelas saat ini mata Bo Wuhan berubah menjadi hitam kemerahan, yang tak lain ia dalam kondisi psikopatnya.
“Hahaha,, mati,” teriak Bo Wuhan langsung mengayunkan tangan kanannya.
Dret..!!
Sebuah kapak muncul di genggaman tangan Bo Wuhan.
Feng Liu yang tidak sengaja lengah, lantaran mengira Bo Wuhan tidak berani, dengan cepat mengeluarkan tombak dengan bilah kapak.
Trank..!!
Bom..!!
Duarr..!!
Walau berhasil menahan, tetap saja, karena daya serangan kejut yang Bo Wuhan berikan, mampu melempar Feng Liu ke tanah, hingga tubuhnya yang berbenturan pun langsung membentuk sebuah kawah.
“I..Ini,” mata semua Ras Phoenix Angin pun terkejut akan terlemparnya penguasa mereka.
Mata mereka yang melebar, langsung teralih ke Bo Wuhan dengan tatapan tidak percaya.
...
Berbeda dengan Han Liu yang bersembunyi di kejauhan, ia sama sekali tidak terkejut, bahkan Feng He yang di sebelahnya pun sama.
“Kacau sudah, ayo kita hentikan dia,” ajak Feng He.
Tapi tangan Han Liu langsung meraih kerah baju belakang Feng He.
“Jangan, Feng Liu itu sangat kuat, ia tidak apa-apa,” ucap Han Liu.
“Sialan, dia memang kuat dan baik-baik saja, tapi kota ini yang tidak akan baik-baik saja jika kita membiarkan mereka bertarung,” dengus Feng He memasang wajah ganas ke arah Han Liu.
Han Liu dengan santai mengangkat kedua bahunya. “Jika kau mampu, maka hentikan saja mereka,” ucap Han Liu acuh.
Wajah Feng He semakin jelek. “Sialan, kau tidak setia kawan,” dengus Feng He langsung duduk, karena ia sadar dirinya tidak akan mampu menghentikan pertarungan mereka. Yang ada, dirinya lah yang terluka karena dampak pertarungan mereka.
***
Blush..!!
Boomm..!!
Feng Liu yang terlempar, langsung bangkit dengan aura yang jauh berbeda dengan sebelumnya.
“Hoho, kau cukup cepat juga-”
Belum sempat Feng Liu menyelesaikan ucapannya, Bo Wuhan sudah muncul sambil mengayunkan kapaknya ke mulut Feng Liu.
Feng Liu yang bisa melihat kecepatan Bo Wuhan, kini dengan santai mengayunkan tombak kapaknya.
Trank..!!
Setelah menahan, Feng Liu pun langsung mengangkat tombaknya ke atas.
Wuss..!!
Bersamaan dengan itu, kaki Feng Liu terangkat dan mengarah ke tubuh Bo Wuhan.
Tapi ia tidak mengira jika kaki Bo Wuhan juga mengarah ke tubuhnya.
Bam..!!
Alhasil, kedua kaki mereka pun bentrok, hingga membuat keduanya mundur.
Tap tap..!!
Seutas seringai lebar pun Bo Wuhan tampilkan.
“Khehe,, ayo, ayo keluarkan semua kekuatanmu, aku tahu kau menahan diri,” kekeh Bo Wuhan.
“Hoho,, kau sangat tajam juga-”
Wung..!!
Lagi-lagi, sebelum Feng Liu menyelesaikan ucapannya, kapak Bo Wuhan sudah ada di depan mulut Feng Liu, yang membuat wajah Feng Liu saat ini benar-benar marah.
“Sialan,” teriak Feng Liu.
Blush..!!
Boommm.!!
“Akan ku hancurkan wajah jelek mu itu,” teriak Feng Liu kini melesat ke arah Bo Wuhan yang masih memasang senyuman lebar.
Dret..!!
Slash..!!
“Kena kau,” kekeh Bo Wuhan yang terlihat sengaja memancing amarah Feng Liu.
Blush..!!
Seketika tubuh Bo Wuhan berubah ke mode Berseker, ia yang sudah menantikan hal ini, kini sangat ingin bertarung sampai puas. Walau sadar pada akhirnya ia akan kalah, tapi setidaknya ia bisa mengeluarkan seluruh kekuatannya saat melawan musuh yang jauh lebih kuat darinya.
Tap..!!
Jlep..!!
Dalam sekejap aura Bo Wuhan yang tadinya melonjak dan ingin ke mode berseker langsung lenyap.
Xiu Bai yang menepuk pundak Bo Wuhan pun melirik ke arah tombak Feng Liu.
Jari telunjuk Xiu Bai pun terangkat ke bilah kapak Feng Liu.
Trank..!!
Krak krak.. Duar..!!
Seketika bilah kapak milik Feng Liu pun hancur hanya dengan satu jari.
Semua orang yang melihat itu dengan jelas, langsung melototkan matanya.
Sama halnya dengan Feng Liu.
Tapi Xiu Bai tidak peduli sama sekali, karena saat ini pandangannya teralih ke Bo Wuhan yang tersenyum canggung di sertai tubuh bergetar hebat.
“Bukan kah aku menyuruhmu kesini untuk menjemput Han Liu dan Feng He, kenapa malah kau kesini untuk membuat masalah?” Tanya Xiu Bai terlihat sangat ingin menjitak kepala Bo Wuhan.
Glek..!!
“I..Itu-”
“Jangan mengalihkan ke orang lain, aku ingin murni jawabanmu tanpa mengalihkan atau menyalahkan orang lain,” ucap Xiu Bai langsung memotong ucapan Bo Wuhan, lantaran sadar ia ingin menyalahkan para penjaga yang memulai duluan.
“Dan juga kalian, kenapa kalian malah bersembunyi?” Tanya Xiu Bai melirik ke arah Han Liu dan Feng He.
Wuss..!!
Tap tap..!!
“Tu..Tuan,” sapa Han Liu dan Feng He dengan wajah menunduk di sertai saling senggol.
“Hais, setelah berpisah sekian lama, sifat kalian terlihat jauh berbeda, terutama kau Han Liu,” ucap Xiu Bai yang kini mau tak mau memijit keningnya.
“Kenapa aku punya bawahan semuanya tidak ada yang benar,” gumam Xiu Bai dalam hati.
Terlihat Xiu Bai ingin rasanya berteriak, tapi ia berusaha menahan diri.
“Tu..Tuan besar, aku telah menikah di sini, makanya aku tidak kembali atau mencari anggota keluarga yang lainnya,” ucap Feng He terdengar malu-malu saat mengungkapkan isi hatinya.
“Hemm..!! Bukankah kau masih perjaka?” Dahi Xiu Bai berkerut saat ia merasakan jika Feng He masih lajang dan belum melakukan hubungan intim.
Tap tap..!!
“Tuan, jika boleh tahu siapakah anda?” Sebelum Feng He menjawab, sebuah suara dari Feng Liu lebih dulu terdengar.
“Hemm..!! Apa kau keturunan Feng Shan?” Tanya Xiu Bai, bukannya menjawab, Xiu Bai malah balik bertanya.
Dan Feng Liu yang mendengar nama leluhurnya di sebut, langsung membeku di tempat. Karena hanya dua orang saja yang mengetahui nama asli Leluhur pertamanya.
Yang pertama adalah Dewa Iblis Asura dan kedua adalah dirinya sendiri.
Bruk..!!
“Salam Yang Mulia Asura,” ucap Feng Liu langsung berlutut.
Melihat Penguasa mereka berlutut, awalnya semua Ras Phoenix angin saling melirik, tapi tak lama, mereka semua ikut berlutut.
Bruk bruk bruk..!!
“Salam Yang Mulia Asura,” ucap semua Ras Phoenix Angin.
“Hemm..!! Bangkitlah,” ucap Xiu Bai terlihat sedikit tidak nyaman melihat mereka berlutut di hadapannya.
“Dan kau, jelaskan mengapa kau tidak kembali,” sambung Xiu Bai.
***
10 menit berlalu.
Kini Xiu Bai yang duduk di kursi sambil menyeruput tehnya, mengangguk-angguk ringan.
“Jadi, apakah kau ingin menetap atau ikut kembali?” Tanya Xiu Bai langsung ke intinya kepada Feng He dan Han Liu.
“Tentu saja aku ikut Tuan,” jawab Han Liu.
“A..Aku, aku ingin ikut, tapi jika aku ikut, aku takut tidak ada yang menjaga istriku Tuan besar,” ucap Feng He terdengar sedikit ketakutan.
Mendengar itu, Xiu Bai pun langsung bangkit. “Untuk masalah itu, kau tidak perlu khawatir, karena di sana akan ada banyak wanita yang bersama istrimu.” Ucap Xiu Bai.
“Oh ya, aku lupa memberitahu kalian jika tak lama lagi putraku dan Tu Long akan menikah, sehingga aku menyuruh Wuhan menjemput kalian.”