Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Kedatangan Harta Tanpa Di Jemput


“Hemm..!! Si sialan itu, ini sudah 30 menit, kenapa ia belum keluar juga,” gumam Xiu Tian kini terlihat sudah tidak sabar untuk membawa hartanya pulang.


***


Tap tap..!!


“Bagaimana? Apa kau sudah selesai?” Tanya Jing We melirik ke arah pemimpin Zhen yang baru sampai ke ruang tamu, dimana Jing We menunggu dengan wajah terlihat gelisah.


Melihat wajah Jing We, pemimpin klan Zhen pun langsung berkata.


“Kau tenang saja, aku yakin organisasi menara belum sampai ke Benua ini, jadi hilangkan perasaan khawatirmu itu, karena saat ini kau terlihat sangat jelek.” Ucap pemimpin klan Zhen.


Mendengar itu, wajah Jing We terlihat kesal. “Sial, bukan itu yang aku khawatirkan, melainkan seseorang yang datang bersamaku saat ini berada di kota.” Dengus Jing We terdengar sedikit lantang.


Dahi pemimpin klan Zhen pun berkerut, karena selama ia mengenal Jing We, baru kali ini Jing We meneriakinya seperti ini.


“Kau ini ada apa sih? Kenapa kau harus mengkhawatirnya, toh dia sudah besar bukan?” Tanya pemimpin klan Zhen.


“Atau jangan-jangan kau membawa anak berumur 7 tahun dan meninggalkannya di sana, sehingga kau khawatir?” Sambung pemimpin klan Zhen kini terlihat menatap Jing We dengan tatapan serius.


“Bukan itu bodoh,” dengus Jing We langsung bangkit. “Jika sudah selesai semuanya, mari kita keluar terlebih dahulu, perasaanku semakin tidak nyaman meninggalkannya sendiri terlalu lama.” Ajak Jing We.


“Apa-apaan kau ini? Bicara yang jelas idiot, kalau kau bicara seperti ini, bagaimana bisa aku mengerti, dan juga siapa yang kau maksud itu? Apakah benar anak kecil?” Terdengar suara pemimpin klan Zhen ikut meninggi karena terlihat kesal akan sikap Jing We.


Pandangan Jing We pun mengarah ke sahabatnya, karena sangat khawatir akan Xiu Tian melakukan hal yang tidak ia inginkan. Pikiran Jing We menjadi campur aduk dan tidak bisa berpikir jernih. Sehingga ia menjadi emosian.


“Argh sial, kau ini semakin membuatku kesal saja. Orang yang datang bersamaku itu memiliki tingkat kultivasi sedikit di bawahku, tapi ia jauh lebih kuat dariku. Tapi bukan itu yang aku khawatirkan.” Ucap Jing We termenung sesaat, ia kini mengingat pesan Xiu Bai melalui pesan telepati saat ia akan berangkat jika jangan pernah lepas dari kakaknya Xiu Tian, jika tidak, semua yang ia lihat akan hilang.


Dan Xiu Tian memang tidak terlalu gila bertarung, tapi ia sangat gila akan harta. Saking gilanya akan harta, jika sudah menginginkan sesuatu yang menarik perhatiannya, maka Xiu Tian tidak akan segan-segan mencurinya, walau ia bertarung sekalipun.


Dan pesan terahir Xiu Bai, yaitu, kecepatan, kecepatan Xiu Tian setara dengan Kaisar Surgawi ⭐ 1 Awal, tapi Xiu Bai tidak yakin apakah itu kecepatan aslinya. Karena kakaknya Xiu Tian sampai saat ini tidak pernah menggunakan kecepatan penuhnya.


Tak lama, Jing We pun mengangkat kepalanya lalu menceritakan sedikit tentang Xiu Tian yang gila akan harta. Dan menceritakan Xiu Tian ahli dalam hal kecepatan.


Mendengar itu, wajah pemimpin klan Zhen pun langsung tegang. “Dasar sialan, kenapa kau bilang sekarang, ayo cepat kita keluar sebelum terlambat,” teriak pemimpin klan Zhen yang kini jauh lebih khawatir dari Jing We.


Dret..!!


Tanpa memikirkan anggota klannya, pemimpin klan Zhen pun langsung melesat, lalu di ikuti oleh Jing We.


Wuss wuss..!!


Duar..!!


Saking khawatirnya pemimpin klan Zhen, Zhen Mu, dan Jing We, tembok yang menghalangi jalan mereka langsung hancur, sehingga membuat suara ledakan yang sangat besar dan membuat para anggota klan Zhen berhamburan mendatangi lokasi ledakan, untuk melihat apa yang terjadi.


Saat melihat Pemimpin klan Zhen Mu dan Penguasa Dinasty Kuno Jing We melesat dengan cepat, semua anggota klan Zhen pun langsung mengejar, karena berpikir jika akan terjadi pertarungan dan musuh sangat banyak menunggu di luar.


“Kalian semua, keluarkan senjata kalian dan bersiap bertempur,” teriak salah satu penatua kini melirik ke arah anggota klan Zhen.


Woaahh..!!


Seketika mereka semua berteriak penuh semangat karena ingin membalaskan dendam keluarga mereka di masa lalu.


Blush..!!


Wuss wuss..!!


Dengan cepat seluruh anggota klan Zhen mengeluarkan senjata mereka sambil terus mengikuti Zhen Mu dan Jing We.


...


Bom bom bom..!!


“Dasar bodoh, kenapa kau membuat banyak sekali tembok labirin sih, ini memperlambat saja,” dengus Jing We.


“Aku juga baru sadar kali ini, sialan,” dengus Zhen Mu membalas Jing We sambil terus ikut menghancurkan dinding yang ada di depan mereka.


Sementara para anggota klan yang jauh di belakang. Melihat apa yang Zhen Mu dan Jing We lakukan kini semakin menguatkan dugaan mereka jika musuh pasti menunggu di luar dalam jumlah banyak. Hal tersebut membuat semangat bertarung anggota klan Zhen semakin membara.


“Lebih cepat, jangan ketinggalan,” teriak penatua kini memasang senyum lebar.


Wuss wuss..!!


***


Di luar bangunan tua, Xiu Tian yang kini membakar daging binatang buas terlihat duduk santai sambil menyantap beberapa daging yang sudah matang.


Ia tidak menyadari jika tidak lama lagi akan datang harta berjalan menuju dirinya. Jika ia tahu, mungkin ia akan menyambut mereka dengan kebahagian penuh.


”Hum hum, ini enak, rupanya aku harus membuat bisnis makanan kali ya. Karena aku sepertinya berbakat dalam memasak,” gumam Xiu Tian menganggumi dirinya sendiri.


Glek glek..!!


“Ah,, arak bocah nakal itu memang yang terbaik,” gumam Xiu Tian sambil meminum arak buatan Duan Du.


“Tapi kenapa aku tidak bisa membuat arak ini ya? Rasanya selalu berbeda. Tidak seperti si otak otot itu, padahal ia bodoh, tapi arak buatannya memiliki rasa yang sama?” Sambung Xiu Tian terdengar terus bergumam sendiri untuk menghilangkan rasa bosannya.


Sret sret..!!


Secara tiba-tiba mata Xiu Tian berdenyut-denyut dan penciumannya merasakan bau sesuatu yang besar akan datang.


“Hemm..!! Aku mencium bau-bau harta mendekatiku,” gumam Xiu Tian kini menggaruk-garuk kepalanya. ”Tapi berasal dari mana ya?”


“Semua seisi kota ini kan telah habis ku ambil dan juga aku tidak merasakan kedatangan banyak orang dari segala arah,” sambung Xiu Tian dan tanpa sadar pandangan matanya mengarah ke bangunan tua.


“Hanya bangunan tua ini yang tidak dapat aku rasakan apakah ada orang di dalamnya. Hehehe,, itu artinya,” tanpa basa basi Xiu Tian bangkit, ia pun langsung membersihkan area sekitar, termasuk tempat ia membakar daging.


Dret..!!


Dengan cepat Xiu Tian menghilang dari tempatnya berdir dan muncul di tempat yang terbilang cukup layak untuk bersembunyi tanpa di ketahui.


“Ayo sayangku, datanglah,” gumam Xiu Tian kini terlihat matanya sudah bersinar hijau.


Pandangan mata Xiu Tian kini tidak pernah lepas dari pintu masuk bangunan tua, bahkan ia sampai luka akan mengejapkan matanya. Karena saking bahagianya.


...


Tap tap..!!


Sementara Jing We dan Zhen Mu yang baru sampai di penghubung gerbang dimensi buatan dengan dunia luar, kini saling melirik satu sama lain.


“Apa hanya perasaanku saja yang kini tidak enak ya,” ucap Zhen Mu.


“Bukan hanya kau, aku pun begitu, hatiku mengatakan untuk jangan keluar, padahal tadi aku sangat ingin keluar.” Ucap Jing We kini merasa ragu.