
“Sudah ku bilang jangan dekat-dekat dengan wanita sialan ini, kau masih saja mendekatinya,” dengus Mo Meilin melototi suaminya.
“Siapa yang mendekatinya sayang, kau tahu jika aku kesana untuk membantu Lei Ling dan Lei Long adalah bawahannya, secara otomatis aku bertemu dengan dia. Jadi mengertilah,” ucap Long Qiu dengan mata berkaca-kaca.
Mendengar alasan suaminya yang cukup logis, Mo Meilin seketika terdiam sesaat.
Melihat istrinya terdiam, dengan cepat ia merangkul istrinya tanpa peduli akan tatapan orang lain. Selagi ia tidak di hukum oleh istrinya. Long Qiu tentu akan melakukan apa saja.
Dan kini Long Qiu juga lama-lama memahami jika istrinya sebenarnya sangat mencintainya dan selalu cemburuan.
Bukan hanya itu saja yang Long Qiu pahami, ada juga yang tak lain jika ia merayu istrinya, maka istrinya akan langsung lunak.
Bruk..!!
“Eeh,, apa yang kau lakukan?” Tanya Mo Meilin seketika terdiam dan malu-malu.
“Apa? Apa aku tidak boleh memeluk istriku yang paling aku cintai?” Ucap Long Qiu dengan senyuman manisnya.
Blush...!!
Wajah Mo Meilin seketika memerah, saking merahnya, asap tebal muncul dari sela-sela rambutnya.
Long Qiu yang melihat istrinya sudah benar-benar lunak, semakin mengeratkan pelukannya yang membuat Mo Meilin semakin malu, tapi di dalam hatinya ia sangat berbunga-bunga dan bahagia.
Kini ia merasa yang paling bahagia saat ini, lantaran dirinya di peluk oleh suaminya di depan beberapa orang.
Menurut Mo Meilin itu adalah bukti suaminya sangat mencintainya.
“Apa kau tidak ingin membuatkan Tu'er seorang adik sayang,” bisik Long Qiu yang hanya di dengar oleh Mo Meilin.
Blush..!!
Mendengar itu, tubuh Mo Meilin seketika menjadi lemas, beruntung Long Qiu memeluknya dengan erat, sehingga dengan sigap Long Qiu menggendong istrinya.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
Sadar akan istrinya yang mau dengan isyarat melemahkan dirinya, tentu saja Long Qiu tidak ingin melepaskan kesempatan tersebut dan langsung melesat pergi.
***
Tidak jauh dari tempat Long Qiu dan Mo Meilin tadi bertengkar lalu dalam sekejap berubah menjadi romantis layaknya pasangan muda.
Tu Long dan istrinya yang melihat itu seketika saling memandang dengan wajah mengeluarkan asap tipis-tipis.
“Ehem,, sayang, apa kau-”
Hemm..!!
Sebelum Tu Long menyelesaikan ucapannya, terlihat Istrinya Iblis Mawar langsung mengangguk malu-malu.
Dengan semangat Tu Long menarik istrinya ke pelukannya, lalu membawanya ke kamarnya yang khusus di siapkan sebagai pengantin baru.
...
Tidak hanya Tu Long saja, terlihat Bai Chu Ye dan Ren Jiang juga saling memandang dengan malu-malu.
Bedanya, tidak ada yang bicara satu sama lain.
Seolah saling memahami satu sama lain, Bai Chu Ye dan Ren Jiang pun saling berpegangan tangan lalu melangkah pergi ke kamar pengantin mereka.
Tap tap..!!
***
Bai Han, Duan Du, Du Jian, Meng Chen, Han Liu, bersama seluruh anggota keluarga yang melihat itu, hanya bisa menggelengkan kepala mereka.
Beberapa dari mereka terlihat iri dan ingin menikah seperti mereka. Beberapa juga ingin menemui istrinya lalu melakukan olah raga sehat.
Tap tap..!!
“Dan kenapa juga semua orang kini terdiam melihat semua pasangan itu?” Sambung Feng Lu bertanya dengan wajah bingung.
Bai Han yang mendengar itu langsung mengacak-acak rambut Feng Lu sambil berkata.
“Belum saatnya anak kecil tahu, dan tentu saja turnamen akan di lanjutkan, tapi kita tidak mengikutinya lagi, karena kita akan melakukan latihan tertutup untuk meningkatkan kekuatan kita.” Jawab Bai Han dengan nada hangat sembari melirik para tamu.
“Biarkan saja mereka yang melanjutkan dan memperlihatkan kemampuan mereka, agar terpilih nantinya untuk ikut di latih.” Sambung Bai Han.
“Eehh,, jadi Lu'er juga sudah di pilih kenapa bisa?” Tanya Feng Lu terkejut luar biasa serta merasa tidak mempunyai bakat alami apa-apa selain tekad saja.
“Hoho,, bahkan aku iri denganmu Lu'er, ayahku sendiri yang memilihmu dan ingin melatihmu seorang diri.” Ucap Bai Han.
“Sedangkan aku putranya sendiri sangat jarang di latih, aku dan adik ku hanya di berikan intruksi saja.” Sambung Bai Han tersenyum hangat.
“Itu artinya Tuan muda sudah jenius karena tidak butuh seorang Guru. Hanya dengan sedikit arahan saja Tuan muda sudah sekuat ini, itu luar biasa.” Teriak Feng Lu.
Seketika semua tamu melirik ke arah Feng Lu, tapi anehnya Feng Lu sudah tidak berdiri di sana lagi.
Bahkan Bai Han yang ada di sampingnya terkejut luar biasa.
Pandangannya pun mengarah ke pamannya dan memberikan isyarat jika ada penyusup.
Tapi sebelum Bai Han, Duan Du dan semua anggota keluarga bergerak, suara teriakan terdengar.
“Aku di sini Tuan muda,” teriak Feng Lu yang berdiri di samping sosok pemuda tampan.
“Eeh,, dia mirip ibu,” gumam Duan Du terkejut.
Bukan Duan Du saja yang dapat menyadarinya, melainkan Bai Han dan semua orang yang pernah melihat Fei Sia Ying.
“Hoho,, jadi kau keponakan tampan paman,” ucap Fei Wei Xian langsung muncul di depan Duan Du dan merangkulnya.
Urgh..!!
Duan Du langsung tidak bisa bernafas saat Fei Wei Xian merangkulnya dengan erat.
Uhuk uhuk..!!
“Ah maafkan paman Du'er, paman terlalu bersemangat bertemu denganmu, dan-” pandangan Fei Wei Xian mengarah ke Bai Han.
“Aha, kau pasti Han'er, putra pertama dari kakak Asura,” ucap Fei Wei Xian dengan santainya memanggilnya Iblis Asura dengan namanya.
Mendengar itu, sontak Feng Liu, pemimpin klan Phoenix Angin langsung berseru.
“Anda, anda pasti Jendral keempat yang di rumorkan, Iblis Wajah Neraka.” Teriak Feng Liu.
“Ya, ini pasti anda Jendral Keempat Iblis Wajah Neraka yang ribuan tahun lalu nama anda menyebar karena membuat setiap kota layaknya neraka karena mayat bergelatakan dimana-mana. Bukan hanya itu saja, setiap anda membunuh musuh, wajah anda selalu berubah-ubah, sehingga tidak ada yang dapat mengenali sosok wajah asli anda. Dengan itu anda di juluki Iblis Wajah Neraka.” Sambung Feng Liu.
Mendengar itu, seketika semua tamu yang ada di sana ketakutan, dan ada yang senang karena bisa melihat wajah asli Iblis Wajah Neraka.
Sementara Fei Wei Xian yang tidak menyangka ada yang mengenalinya, sedikit mengerutkan keningnya. Tapi dengan cepat ia menjadi santai.
“Ayo semuanya, kita ke ruang makan dan istirahatkan saja turnamen ini sehari. Aku melihat kalian terlalu memaksakan diri.” Ucap Fei Wei Xian.
Menyadari keraguan wajah para tamu dan beberapa anggota keluarga Xiu Bai yang di tugaskan di tempat tertentu. Fei Wei Xian pun kembali bicara.
“Nanti aku akan tanggung jawab kepada Kakak Mo dan kakak Ying, jadi tenanglah.” Ucap Fei Wei Xian.
“Bukan itu saja, aku juga yang akan menjadi pemimpin tertinggi di tempat ini. Jadi, kalian semua akan menjadi tanggung jawabku.” Sambung Fei Wei Xian yang membuat semua orang melongo, termasuk Duan Du, Bai Han san yang lainnya.
“Apa dia dapat di percaya?” Bisik Du Jian dan Bai Da Xing terdengar ragu.
“Nada suaranya terdengar jujur, dan sorot matanya tidak menunjukkan adanya jejak kebohongan. Jadi, aku rasa ia mengatakan yang sebenarnya.” Jawab Bai Han dan Duan Du serempak.
Tap tap..!!