Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Pertemuan Xiu Bai dengan Duan Du dan Tu Long. Dan Memanfaatkan Situasi


“Ayo,” ajak Xiu Bai tanpa basa basi sambil memasang wajah serius.


Tap tap..!!


***


“Bagaimana? Apa kita akan langsung menuju Kekaisaran Qian Long untuk menyelesaikan tugas?” Tanya seorang pemuda tampan mengenakan jubah bewarna ungu dengan lambang Harimau di punggungnya.


“Iya, lebih cepat akan lebih baik, karena tugas kita bukan hanya menguasai Benua kecil saja, melainkan Yang Mulia menyuruh kita bergerak secara tiba-tiba untuk menguasai satu atau dua Benua Besar,” ucap sosok pemuda dengan jubah putih dengan lambang Harimau bermahkota di punggungnya.


“Lalu setelah membantu Kekaisaran Qian Long menguasai Benua kecil tersebut, Benua Besar mana yang kau incar?” Tanya pemuda berjubah Ungu sedikit penasaran.


“Benua Huande, di sana ada musuh lamaku, jadi ini akan menjadi kesempatan bagiku untuk membunuhnya dalam sekali jalan,” jawab pemuda berjubah putih dengan seutas senyum menyeringai.


“Hoho,, apa itu Leluhur Agung Han Liu, Sang Pedang Abadi?” Tanya pemuda berjubah ungu di sertai tawa kecil.


Pemuda berjubah putih pun langsung memegangi bekas luka di wajahnya yang menyilang dari alis kanan hingga ke pipi kiri, panjangnya sekitar 5 cm.


“Aku tak akan pernah melupakan penghinaan ini di masa lalu, jangan sebut aku Leng Hajin, Sang Ahli Pedang Dewa, jika tidak bisa membunuh si sialan itu,” ucap Leng Hajin dengan nada dingin.


“Bangsawan Leng memang luar biasa, tidak sia-sia Bangsawan Leng di juluki Dewa Perang, karena semua anggotanya sangatlah kuat dalam hal pertarungan maupun militernya.” Ucap pemuda berjubah Ungu langsung memuji dengan senyum lebar.


“Hentikan pujianmu itu di depanku, itu tak akan berguna, karena aku sudah mengenalmu dari kecil,” dengus Leng Hajin melirik Jing Da, seorang ahli strategi dan seorang psikopat licik.


Jing Da pun tersenyum kecil sambil bangkit setelah memutilasi 3 tubuh yang di yakini Kaisar dan Master Sekte.


“Ayo berangkat, aku juga sudah bosan dengan Benua kecil ini, tidak ada yang menarik, mereka semua terlalu lemah,” ajak Jing Da.


Leng Hajin pun mengambil 3 kepala milik kepala Kaisar dan kepala Master Sekte untuk di serahkan sebagai bukti nantinya di Dinasty.


Tap tap..!!


“Jika kita mendapat 3 kepala orang penting di Benua kecil lagi, maka kita akan di angkat menjadi Komandan, jadi aku sudah tidak sabar mendapat gelar itu, dan memperluas pengaruhku di Dinasty nantinya,” seutas senyum tipis Leng Hajin perlihatkan saat ia melangkah pergi bersama Jing Da.


Wuss..!!


Wuss..!!


***


Kekaisaran Qian Long.


Istana Qian Long.


“Kemana Jendral Qian Liyun pergi? Bukankah aku sudah menyuruh semua petinggi dan Jendral untuk berkumpul?” Tanya Kaisar Qian Long dengan nada sedikit meninggi.


“Cepat panggil Jendral Qian Liyun kemari, karena kita semua harus berkumpul untuk membahas penyerangan yang akan kita lakukan tidak lama lagi, terlebih Master Sekte Harimau Besi bersama para Penetuanya akan datang sebenar lagi,” teriak Kaisar Qian Long melotot ke arah Petinggi yang kemarin mengantar Qian Liyun ke tambang.


Petinggi tersebut seketika bergetar ketakutan, ia sudah mencari Jendral Qian Liyun selama satu jam di semua tempat termasuk Tambang tempatnya melatih pasukan khusus, tapi ia belum menemukan dimana keberadaan Qian Liyun.


“Ba..Baik Yang Mulia,” ucap Petinggi tersebut langsung membalik badan lalu pergi dengan tergesa-gesa.


...


“Sial, Jendral Qian Liyun adalah orang yang cukup penting saat ini, ia harus mengikuti rapat, terlebih kecerdasannya adalah yang utama, aku berniat ia yang akan mendampingi dua utusan dari Dinasty nantinya saat mereka datang.” Gumam Kaisar Qian Long meraung dalam hati.


***


Tap tap..!!


Di saat yang bersamaan, Qian Liyun dan Xiu Bai kini telah memasuki Tambang.


“Mereka berdua ada di dalam sini Tuan muda, tunggu sebenar, aku akan menyuruh mereka mengaktipkan gerbang portal terlebih dahulu,” ucap Qian Liyun melalui telepati.


Tap tap..!!


“Kalian cepat aktipkan portal, aku ingin masuk,” ucap Qian Liyun kepada dua penjaga.


Keduanya pun dengan cepat menjalankan perintah tanpa berani membantah.


Wung..!!


Setelah gerbang terbuka, Qian Liyun pun mengaktifkan token sambil memegangi pundak Xiu Bai.


Dret..!!


Wuss..!!


Bom..!!


Tepat saat Qian Liyun dan Xiu Bai muncul.


Duan Du dan Tu Long yang sudah menunggu kedatangan seseorang dari gerbang portal pun tanpa basa basi menyerang.


Karena Duan Du memiliki rencana cadangan untuk bebas tanpa resiko tinggi, yaitu merebut token orang yang masuk, siapapun itu.


Tapi saat ini mata Tu Long yang mengayunkan tangan kirinya yang telah membentuk cakar mirip pedang melotot saat melihat Xiu Bai menahannya hanya dengan jari telunjuk kananya dan pedang kayu Duan Du di tahan hanya dengan jari telunjuk kirinya.


“I..Ini,” suara Duan Du terdengar ragu saat ia melihat wajah Xiu Bai, walau berbeda dengan kakaknya, ia saat ini merasakan kehangatan dan hanya bersama kakaknya saja ia merasakan ini.


Sama halnya dengan Tu Long, rasa nyaman tersebut tidak akan pernah ia rasakan kepada siapapun selain Tuan mudanya.


“A..Apakah kau-”


Sebelum Duan Du menyelesaikan pertanyaannya, Xiu Bai lebih dulu bertanya.


“Langsung saja siapa kalian berdua ini? Mengapa kalian berdua selalu masuk ke dalam ingatanku, dan saat melihat wajah kalian, entah mengapa hatiku merasa gembira dan di saat bersamaan sedih, penuh penyesalan, tidak keberdayaan, semuanya bercampur aduk.” Tanya Xiu Bai tanpa terasa meneteskan air matanya, padahal ia tidak pernah ingin meneteskan air matanya. Tapi kata hatinya yang saat ini bercampur aduk lah yang memaksanya. Walau ia tidak menginginkannya.


“Wuaaa,, kakak, kau pasti kakak ku,” teriak Duan Du langsung menangis dan menerjang ke arah Xiu Bai.


Wuss..!!


Namun Xiu Bai langsung menghindarinya.


“Aku butuh jawaban, bukan pelukan,” dengus Xiu Bai menatap tajam Duan Du dan Tu Long dengan tatapan dingin.


Bukannya takut, Duan Du dan Tu Long malah semakin tersenyum lebar sambil saling melirik satu sama lain.


“Hahaha,, Sipat Tuan muda memang tidak pernah berubah, walau tubuh dan wajahmu berganti, dan terlahir kembali dengan orang yang berbeda, jiwamu tetap sama, Tuan muda,” ucap Tu Long tertawa bahagia.


“Benar, pastinya saat ini kakak hilang ingatan atau setidaknya ingatan kakak belum kembali, jadi itu bisa di maklumi,” sambung Duan Du ikut merasa bahagia.


Xiu Bai yang mendengar itu memiringkan kepalanya saat mendengar itu. Tentu ia paham perkataan Duan Du dan Tu Long, tapi ia masih tidak percaya.


“Apakah kalian mengenalku?” Tanya Xiu Bai.


“Tentu saja, kau adalah ####. Eeehh?” Ucap Duan Du terkejut karena saat ia ingin menyebut nama asli kakaknya, ia tiba-tiba tidak bisa mengeluarkan suaranya.


“Kenapa kau diam bocah nakal, apa kau memang tidak mau menyebut nama Tuan muda? Jika tidak mau biar aku saja yang menyebutnya.” dengus Tu Long.


“Tuan muda, nama mu adalah ### I..Ini!!” Sa halnya dengan Tu Long, ia juga terkejut dan merasa ada sesuatu di dalam hatinya yang membuat ia tidak bisa mengeluarkan nama Tuan mudanya.


Melihat keduanya seolah ingin bermain-main, Xiu Bai pun menghela nafas kecewa. “Jika kalian ingin main-main, maka aku akan kembali saja, dan lanjutkan saja main-main kalian,” ucap Xiu Bai melirik Qian Liyun yang terdiam dari awal.


Mata Duan Du dan Tu Long pun melotot mendengar itu di sertai menjadi panik.