Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Markas Kelompok Jubah Hitam


“Apa yang kalian tunggu, cepat lumpuhkan bocah ini,” teriak pria tua memberikan perintah bawahannya.


Namun melihat semua bawahannya tidak ada yang bergerak melewatinya, wajahnya pun memerah.


“Bajingan, apa kalian ingin ku bunuh hah,” teriak pria tua membalik badannya.


Glek..!!


Saat menengok ke belakang, ia seketika menelan ludah di sertai membeku saat melihat semua bawahannya bergeletakan.


Bahkan ia melihat rekannya, pria berumur 40 tahun juga mati dengan kepala terpisah.


“Heh,, siapa yang coba kau perintahkan pak tua. Mayat?” Ejek Xiu Bai berbisik di telinga pria tua tersebut.


“Ka..Kau, akan ku bunuh kau,” teriak pria tua tersebut langsung mengayunkan pedangnya ke arah kanan dimana Xiu Bai berada.


Crash..!!


Namun pedang pria tua tersebut hanya menebas angin saja.


“Kemana kau menyerang pak tua, aku ada di sini,” bisik Xiu Bai kini berada di sebelah kiri.


“Bocah sialan,” teriak pria tua tersebut langsung mengayunkan pedangnya kembali ke arah kiri.


“Aku di sini pak tua bodoh, bukan di sana,” bisik Xiu Bai kembali dengan nada ejekan.


Lagi-lagi pria tua tersebut mengayunkan pedangnya ke asal suara Xiu Bai.


Itu pun terus terjadi hingga hampir mencapai ratusan kali.


“Hahahaha,, Dia ada di sana, dia ada di sini, lalu di sana, lalu di sini,” ucap pria tua tersebut kini tertawa terbahak-bahak sambil terus kesana kemari mengayunkan pedangnya.


Xiu Bai yang melihat itu tidak jauh dari pria tua tersebut kini memasang wajah dingin. “Itulah yang kau dapat karena berani memprovokasiku dan mengancamku,” ucap Xiu Bai dingin.


Ia pun langsung pergi meninggalkan pria tua yang kini menjadi gila.


“Kelompok Jubah Hitam ya,” gumam Xiu Bai saat mendapat ingatan pria tua yang telah ia buat gila.


“Akan ku musnahkan kalian hingga ke akar-akarnya,” sambung Xiu Bai dengan nada mengerikan. Karena ia sangat benci di ancam, terlebih oleh sekelompok yang ia anggap sampah yang selalu menghalalkan segala cara untuk kesenangan mereka.


Wuss..!!


Xiu Bai terus melesat dengan kecepatan tinggi dari atap gedung.


Dret..!!


Tapi tak lama Xiu Bai berhenti saat melihat pedang usang yang ia dapat dari toko senjata kini berdengung.


“Hemm..!! Entah mengapa aku merasa pedang ini bicara terhadapku dan aku seolah mengerti ucapannya,” gumam Xiu Bai meneteskan darahnya.


Crash..!!


Blush..!!


Tepat setelah Xiu Bai melukai jarinya lalu meneteskan darahnya ke pedang usang dan karatan tersebut. Pedang tersebut langsung bersinar terang di sertai energi meledak keluar dari pedang tersebut.


Anehnya, hanya Xiu Bai saja yang dapat melihat cahaya dan merasakan energi tersebut.


“Asura ya, apa ini dulunya milik salah satu anggota klan kami?” Gumam Xiu Bai menduga jika ini milik salah satu leluhurnya yang pernah menjadi pemimpin.


Darimana Xiu Bai berpikir seperti itu? Itu karena ia tidak bisa melihat tingkat pedang tersebut. Sama halnya dengan pertama tombak milik ayahnya yang selalu di pajang di rumahnya.


“Hemm..!! Aku harus bertanya ke paman Jian dan paman Chen tentang pedang ini, mungkin saja ia tahu siapa pemiliknya dan asal usulnya,” gumam Xiu Bai dalam hati langsung memasukkan pedang tersebut ke dalam cincin dimensinya, sambil terus melesat menuju markas utama Kelompok Jubah Hitam.


...


Xiu Bai yang tidak terlalu memiliki banyak pengalaman bertarung tidak sadar jika ada sosok yang mengintainya membunuh Kelompok Jubah Hitam menggunakan serangga.


“Hemm..!! Siapa dia? Aku tidak bisa melihat ada di tingkat berapa kultivasinya?” Gumam sosok yang menggunakan serangga untuk mengintai pergerakan Xiu Bai.


“Tidak mungkin jika ia lebih kuat dariku, karena terlihat dari cara membunuhnya masih kasar dan pengalamannya sangat dasar,” sambung sosok tersebut kini merenung sambil mengusap jenggotnya.


Orang tua tersebut adalah salah satu dari puluhan yang Xiu Bai rasakan setara dengan Li Zhang, dan orang tua tersebut selalu mengawasi setiap orang-orang baru karena takut dia adalah utusan klan atau Kekaisaran untuk memata-matai Pasar Gelap.


Bukan hanya ia saja, semua orang yang sekuat Li Zhang melakukan hal sama jika pendatang baru berada di area kekuasaannya.


Pasar Gelap di bagi menjadi 20 distrik, Distrik 4 sampai 20 di kuasai oleh orang-orang sekuat Li Zhang dan Distrik ke 1 sampai 3 tidak menggunakan angka seperti ditrik 4 sampai 20.


Ketiga distrik ini terkuat ini di namakan Distrik Wei, Distrik Mu dan Distrik Bebas.


Distrik Mu berada di urutan ketiga terkuat, Distrik Wei yang tentunya Xiu Bai kenal ada di urutan kedua terkuat. Sementara Distrik Bebas di katakan terkuat karena banyak sekali penjahat maupun buronan dari berbagai daerah berada di tempat tersebut. Bahkan ada juga yang melebihi kekuatan Li Zhang.


Kebetulan tujuan Xiu Bai saat ini adalah Distrik Bebas, karena markas Kelompok Jubah Hitam berada di sana.


Tidak sampai 5 menit, Xiu Bai muncul di sebuah gedung yang bertulis Menyewakan Pembunuh Bayaran tertampang jelas.


“Jadi ini markas Kelompok Jubah Hitam,” gumam Xiu Bai melangkah masuk.


Tap tap..!!


Saat masuk, terlihat tidak ada yang menghentikan Xiu Bai, karena cukup banyak orang keluar masuk ke dalam Markas Kelompok Jubah Hitam ini untuk menyewa seorang pembunuh.


“Ada yang bisa saya bantu Tuan?” Tanya sosok pria tua dengan rambut putih, nada suaranya sangatlah sopan dan terus tersenyum ke arah Xiu Bai.


Xiu Bai sadar jika pria tua ini memakai topeng kulit, karena di balik topeng kulit tersebut ia dapat melihat sosok pria berumur 45 tahunan.


“Aku ingin menghancurkan tempat ini beserta isinya, apakah bisa?” Tanya Xiu Bai tersenyum tipis.


“Hahaha,, Tuan muda kau pandai bercanda, silahkan ikuti saya, kami mempunyai banyak pembunuh yang kuat, anda bisa memilihnya asal harganya cocok dan jangka waktu yang di tetapkan berapa lama,” ucap pria tua tersebut sambil tertawa lepas, karena ia menganggap Xiu Bai bercanda dan suka dengan kpribadian Xiu Bai tanpa rasa takut sehingga membawanya sebagai tamu VIP.


“Hoo,, menarik, ia membawaku menuju kematiannya sendiri, dan menganggapku bercanda,” gumam Xiu Bai tersenyum tipis sambil mengangguk lalu mengikuti pria tua tersebut.


Tap.tap..!!


Saat melangkah, di setiap yang Xiu Bai lewati, ia melihat jika semua Kelompok Jubah Hitam ini tidak ada yang menggunakan wajah asli mereka, mereka semua menggunakan topeng kulit agar wajah mereka tidak di ketahui.


“Benar-benar kelompok sampah, aku yakin mereka menggunakan ini tidak menjadi buronan Klan Besar maupun Kekaisaran,” gumam Xiu Bai.


Xiu Bai melihat ingatan salah satu Kelompok Jubah Hitam yang ia bunuh tadi mengetahui jika semua Anggota Kelompok Jubah Hitam sangat menjijikan.


Bagaimana tidak, setiap kali mereka di sewa, mereka lebih dulu melihat identitas yang memakai mereka, jika kaya, mereka juga akan membunuhnya lalu merampas semua yang mereka punya, bahkan para wanita untuk di jadikan budak ****.


Jika identitas mereka terkenal dan kuat, mereka selalu menjilat dan berusaha untuk berteman agar saat kelompok mereka mendapat masalah, mereka akan menggunakan orang tersebut sebagai kambing hitam.