Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Gangguan Yang Feng He Terima Setelah Menikah


“Urgh,, benar yang Tuan muda Xi Juan katakan dulu, jika jangan ikuti prilaku Tuan Tu, jika aku mengikutinya, maka aku akan gila seperti dirinya. Jadi ini yang Tuan muda Xi Juan maksud,” gumam Bo Wuhan salah menanggapi.


***


Tap tap..!!


Di saat Tu Long sudah mulai tergila-gila akan wanita.


Sama halnya dengan Feng He, saat ini Feng He yang sudah resmi menikah dengan Feng Shui, terlihat melangkah ke kamar istrinya dengan tergesa-gesa.


“Si sialan itu, kenapa ia selalu menghalangiku untuk bertemu istri tersayangku,” dengus Feng He mengumpati Han Liu dan mertuanya Feng Liu dalam hati.


Tubuh Feng He saat ini di penuhi oleh keringat, karena ia baru saja selesai berlatih dengan Han Liu dan mertuanya.


Tap tap..!! Cklek..!!


“Shui'er, Feng Gege masuk,” teriak Feng He dengan wajah bahagia.


Wajah kesal Feng He, dalam sekejap berubah setelah ia masuk ke kamarnya.


“Eeh,, Gege sudah selesai berlatih dengan ayah dan paman Han?” Tanya Feng Shui dengan seutas senyum hangat.


Wajah Feng He seketika memerah saat ia melihat senyuman istrinya.


“Hem hem,, ayo Shui'er, kita buat-”


“Uumm,, bau, mandi dulu sana,” ucap Shui'er yang kini mencoba melepas pelukan suaminya.


Feng He pun seketika tersenyum canggung. “Hehe,, baiklah, Gege akan mandi dulu,” ucap Feng He langsung membalik badan dan melangkah dengan cepat.


Tap tap..!!


Melihat tingkah suaminya, Feng Shui hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Ia sadar setelah ia menikah dengan Feng He, mereka sama sekali belum pernah saling bersentuhan, karena banyak sekali anggota keluarganya yang mengganggu suaminya dengan berbagai alasan. Terutama ayah, paman dan kakaknya.


Tap tap..!!


Setelah merapikan kamar hingga bersih, Feng Shui pun langsung melambaikan tangannya.


Dret..!!


Sebuah perisai transparan pun tercipta di kamar tersebut.


...


Di luar, Feng Liu dan Han Liu yang mengintai tidak jauh dari kamar Feng Shui, langsung memasang wajah cemberut.


“I..Ini, kenapa juga Shui'er membuat perisai,” ucap Feng Liu dengan nada kesal.


“Hem hem..!! Apa kita perlu menghancurkan perisai itu saudara Liu?” Tanya Han Liu yang terlihat sudah mengeluarkan pedangnya.


Tap..!!


“Jangan, jika kau menghancurkan perisai, maka Shui'er akan marah besar kepada kita. Aku tak mau putriku membenciku seumur hidup gara-gara kita menghambat mereka membuat keturunan.” Ucap Feng Liu langsung mendorong tangan kanan Han Liu yang ingin mengeluarkan pedangnya dari sarungnya.


“Jika begitu, apa rencana yang akan kita lakukan agar mereka tidak jadi membuat keturunan?” Tanya Han Liu terdengar sangat tidak ingin Feng He bahagia.


“Hemm..!! Apa kau tidak lihat jika saat ini aku sedang ber-” ucapan Feng Liu seketika terhenti saat ia tidak sengaja melihat putri pertamanya yang kini ikut mengintai dari kamar sebelah dan sedang memasang raut wajah kesal.


“Hehe,, ada satu cara, kau tunggu di sini saudara Han,” ucap Feng Liu.


Dret..!!


Tanpa menunggu reaksi dari Han Liu, Feng Liu langsung menghilang.


Tap tap..!!


“Apa yang di lakukan putri ayah di sini?” Tanya Feng Liu dengan seutas senyum hangat.


Glek..!!


Feng Shelin yang merasa tertangkap basah mengintai kamar adiknya, langsung menelan ludah.


Secara perlahan ia membalik badan.


“A..Ayah, apa yang ayah lakukan di sini?” Tanya Feng Shelin gugup.


“Tenanglah Lin'er, ayah tahu apa yang kau lakukan selama ini, kau selalu mengintai apa yang adikmu dan adik iparmu lakukan bukan.” Ucap Feng Liu dengan alis sedikit terangkat.


“Dan apa yang kita lakukan sama, ayah tahu tujuanmu selalu mengintai dan sengaja menahan mereka membuat keturunan, itu karena kau takut adik mu akan mati setelah melahirkan. Hal yang sama dengan ibunya,” ucap Feng Liu terdengar sedih.


Sstt..!!


“Jangan teriak, nanti adikmu dengar,” bisik Feng Liu.


“Jika Lin'er ingin mengagalkan malam pertama mereka, maka Lin'er harus berpura-pura datangi Shui'er dan langsung berteriak jika ayah akan menyerang Wilayah Serigala Hitam.” Bisik Feng Liu.


Mata Feng Shelin pun seketika menjadi cerah.


“Hehe,, ini adalah keahlian Lin'er ayah, jika begitu, ayah langsung saja pergi bersama yang lainnya, Lin'er akan langsung ke kamar Shui'er,” ucap Feng Shelin langsung mengacungkan jempolnya tanda setuju.


Feng Liu pun langsung menghilang.


Tap tap..!!


“Sudah selesai, jika begitu, ayo kita pergi membuat sedikit ketegangan,” ajak Feng Liu terlihat memang benar-benar ingin pergi ke Wilayah Serigala Hitam, agar rencananya benar-benar sukses.


“Kemana lagi kita akan membuat kekacauan?” Tanya Han Liu terlihat sangat bersemangat.


Han Liu tidak pergi mencari Tuannya dan anggota keluarganya yang lain, lantaran hal ini, yaitu selalu di ajak bertarung dan membuat kekacauan.


Selain menambah pengalaman, Han Liu juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kekuatannya serta mengambil banyak teknik berpedang musuh-musuh yang pernah ia lawan, lalu ia gabungkan.


“Hehe,, Wilayah Serigala Hitam,” kekeh Feng Liu.


Mata Han Liu sedikit melebar. “Eeh,, bukankah kekuatan Wilayah tersebut jauh lebih kuat dari wilayah Phoenix Angin?” Tanya Han Liu kini terlihat ragu.


“Hemm..!! Apa kau takut?” Ejek Feng Liu.


“Tentu saja tidak, tapi aku khawatir jika mereka menyerang balik wilayahmu saudara Liu. Jika mereka mengincar kita saja, aku malah senang, tapi aku takutnya yang tidak bersalah malah akan ikut menjadi korban lantaran ulah kita,” dengus Han Liu.


“Hemm..!! Kau ada benarnya juga, lalu apa kau ada ide lain?” Tanya Feng Liu kini mengangguk setuju akan nasehat dan peringatan Han Liu.


“Bagaimana dengan Wilayah Serigala Merah, kau kan pernah bilang jika saat ini Penguasa mereka fokus mengincar manusia. Jadi jika kita mengacaukan wilayah mereka secara diam-diam, maka ia tidak akan tahu itu ulah kita. Malah ia akan mengira itu ulah para manusia.” Ucap Han Liu langsung menaikkan alisnya secara bergantian.


“Memang itu ulah manusia, karena kau kan manusia. Tapi itu boleh juga,” balas Feng Liu langsung setuju.


“Hehe,, jadi kenapa kita masih di sini, ayo pedangku sudah cukup lama tidak menyentuh darah,” ajak Han Liu tertawa tak sabar.


Hemm..!!


Dret..!!


Wuss wuss..!!


Setelah mengangguk, Han Liu dan Feng He pun langsung melesat ke arah Wilayah Serigala Merah yang tak lain wilayah Lang Ge.


...


Tap tap..!!


Bam bam bam..!!


“Shui'er, Shu'er, cepat keluar dan hentikan ayah,” teriak Feng Shelin.


Saat Feng Shelin akan memberitahu Feng He akan pergi ke wilayah Serigala Hitam, ia dengan cepat mengubah nada bicaranya, setelah mendapat pesan telepati dari ayahnya.


Bam bam..!!


Dengan ganas Feng Shelin menggedor pintu kamar adiknya.


...


Sementara di dalam kamar, Feng Shui yang sudah mengenakan pakaian tidur dan menunggu kedatangan suaminya, langsung bangkit saat merasakan getaran hebat melalui perisai yang ia pasang.


“Hemm..!! Apa ada sesuatu yang bahaya, hingga seseorang memukul perisai yang aku pasang dengan kuat?” Gumam Feng Shui dalam hati.


Tap tap..!!


“Ada apa Shui'er?” Tanya Feng He yang baru keluar dari kamar mandi.


Melihat istrinya bangkit dari ranjang dan hendak ke pintu, tentu saja Feng He bertanya.


“Perisai yang Shui'er pasang bergetar hebat Gege, itu artinya ada seseorang yang memukulnya dengan keras.” Jawab Feng Shui dengan nada lembut.


“Shui'er takut jika tidak keluar, maka Shui'er akan menyesal, karena siapa tahu ada tanda bahaya yang ingin mereka beritahu kepada Shui'er,” sambung Feng Shui.


Bukannya senang mendengar jawaban Feng Shui. Feng He malah memasang wajah cemberut.


“Sialan, ini pasti akal-akalan mereka lagi,” dengus Feng He langsung yakin jika ini ulah Han Liu dan Feng Liu.