
Dengan santai Gu Chen bangkit dari tempat duduknya. “Hehe, aku harus melihat keadaan yang satunya terlebih dahulu, sebelum berkunjung ke yang lebih muda,” kekeh Gu Chen langsung melangkah dengan santai menuju penjara.
Tap tap..!!
***
Menjelang malam hari.
Wuss wuss..!!
Terlihat kini semua anggota keluarga Xiu Bai bergerak cepat dalam senyap.
Tap tap..!!
“Tunggu dulu,” ucap Duan Du yang merasakan adanya pergerakan dari arah selatan.
Pandangan Duan Du terlihat menatap tajam ke arah Selatan.
“Ada apa bocah?” Tanya Du Jian terlihat penasaran.
Duan Du yang di tanya hanya diam saja, karena ia kini fokus mengarahkan bayangannya menuju Selatan.
”Hemm..!! Dua monster yang cukup kuat,” gumam Duan Du terlihat ingin kesana. Tapi tak lama ia tersenyum kecut saat merasakan tatapan dari kakaknya.
“Huh, sama sekali tidak seru,” gumam Duan Du langsung bergerak kemana targetnya berada.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
Melihat Duan Du bergerak tanpa menjawab pertanyaannya, wajah Du Jian seketika sedikit memerah. “Bocah sialan itu, awas saja kau,” umpat Du Jian.
“Sudah-sudah, jangan di ambil ke hati, ayo kita ikuti saja dia,” ucap Chen Long langsung menepuk pundak Du Jian.
Du Jian pun mengangguk santai, dan mereka pun langsung mengejar Du Jian.
Dret..!! Wuss wuss..!!
***
Sementara di arah Utara.
“Haha,, ayo anak-anak, jangan sampai ketinggalan untuk bersenang-senangnya,” teriak Tu Long terlihat Bar-Bar.
Lan Yuheng dan Bai Da Xing tentu senang dengan sifat Tu Long yang dapat di katakan terbuka.
“Hehe tentu saja paman Tu, kami sudah tidak sabar membantai musuh yang akan kita hadapi,” jawab Lan Yuheng dan Bai Da Xing serempak.
Wuss wuss..!!
Mereka terus melesat sambil memasang wajah bahagia.
Tap tap..!!
Tidak sampai beberapa menit, kini Tu Long, Lan Yuheng dan Bai Da Xing berhenti di salah satu atap.
Pandangan Tu Long langsung memandang ke segala arah.
“Hemm..!! Dimana para kepala jadi-jadian yang Tuan maksud?” Ucap Tu Long kini menyebarkan kesadarannya.
Tap tap..!!
“Coba lihat peta yang Tuan buat, di sana kan ada titik tempat mereka tinggal paman Tu,” ucap Bai Da Xing langsung memberitahu Tu Long.
Mendengar itu, Tu Long pun tersadar.
“Ah kau benar juga ya,” ucap Tu Long tertawa kecil.
Tu Long pun langsung melihat selembaran peta yang Xiu Bai berikan.
“Hemm,, aku bingung dengan titik-titik ini, ini terlalu banyak titik,” ucap Tu Long menggaruk kepalanya.
Mendengar itu, Bai Da Xing dan Lan Yuheng pun mencoba mendekati Tu Long dan melihat peta.
“Izinkan kami melihatnya paman,” ucap Bai Da Xing.
Tu Long pun langsung memberikan Bai Da Xing.
Tak lama setelah melihat peta, kini Lan Yuheng yang mengambil mode cerdas pun langsung menunjuk dua titik.
“Di sini, mereka ada di kedua titik ini,” ucap Lan Yuheng.
“Jadi kemana kita terlebih dahulu?” Sambung Lan Yuheng melirik ke arah Tu Long.
Tu Long yang melihat titik yang di tunjuk Lan Yuheng pun langsung mengarahkan pandangannya ke arah bangunan yang paling besar.
“Kita kesana,” ucap Tu Long menyeringai lebar
Dret..!!
Wuss wuss..!!
Tanpa basa basi Tu Long pun langsung melesat dan di ikuti oleh Bai Da Xing dan Lan Yuheng.
***
Wuss wuss..!!
Tap tap..!!
“Sembunyi,” ucap Bai Han langsung berhenti dan di ikuti oleh Bai Da Xing, Ren Saxin, Bai Ha, Bai Hu.
Dret..!!
Dengan cepat mereka semua menyebar ke segala arah.
Bersamaan dengan menyebarnya mereka untuk bersembunyi, terlihat dua monster yang tak lain Monster kepala Serigala Hitam dan Monster kepala Babi Merah melesat bersama para bawahan terkuat mereka.
Wuss wuss..!!
Tap tap..!!
“Ada apa?” Tanya Monster kepala Babi Merah bingung.
“Hemm..!! Tadi aku mencium aura manusia di sini,” jawab monster kepala Serigala Merah.
Mendengar itu, monster kepala Babi Merah pun melirik ke arah sekitar yang sunyi, walau mau malam hari, kota ini biasanya sunyi seperti ini. Karena semua penduduk kota tidak di perbolehkan keluar saat akan malam hari dan jika ada yang berani melanggar, maka akan di bunuh bersama anggota keluarganya.
“Aku sama sekali tidak melihat siapa-siapa, itu hanya perasaanmu saja, ayo,” ajak monster kepala Babi merah.
Monster kepala Serigala Hitam pun langsung mengangguk ringan, sebelum ia melangkah, ia terlihat kembali melihat ke segala arah, dan pandangannya mengarah ke kabut darah di lorong bangunan.
“Hemm..!! Aku baru tahu ada kabut darah di sana,” ucap Monster kepala Serigala Hitam.
Tap tap..!!
Ia pun melangkah mendekati kabut tersebut.
...
Sementara di tempat Bai Chu Ye berada, ia kini bersama Bai Han dan Ren Saxin.
Bai Chu Ye yang sengaja memperlihatkan kabut merah, karena permintaan kakaknya kini sudah bersiap-siap menyerang.
Bukan hanya dia saja, Bai Han pun sudah membuat banyak benang energi di tempat ia berpijak dan Ren Saxin sudah membuat dua bilah angin tanpa aura.
“Bersiap, ia mendekat,” ucap Bai Chu Ye dengan nada datar.
Mendengar itu, Bai Han pun langsung menyatu dengan benang energinya yang terbuat dari energi alam sekitar dan masuk kedalam tanah.
Ren Saxing juga langsung menghilang, seolah ia menyatu dengan angin.
Sementara Bai Chu Ye langsung berubah menjadi bercak darah yang menempel di dinding.
Tap tap..!!
Monster kepala Serigala Hitam yang sampai di depan kabut darah, terlihat mengayunkan tangannya.
Wuss..!!
Melihat kabut darah langsung menghilang, ia pun terdiam sesaat.
“Mungkin hanya perasaanku saja ada orang di sini,” gumam Monster kepala Serigala Hitam langsung membalik badan.
Sret..!!
“Baaa,” ucap monster kepala Serigala Hitam terlihat kembali membalik badan ke arah kabut.
Tapi ia tidak merasakan kejadian aneh, ia yang cukup teliti pun, pada akhirnya membalik badan lagi lalu melangkah pergi.
Dret..!! Wuss..!!
Tepat di saat monster kepala Serigala Hitam melangkah sejauh lima langkah, terlihat anak panah bewarna merah darah langsung melesat.
Trank..!!
Duaarr..!!
Dengan cepat monster kepala Serigala Hitam membalik badan dan mengayunkan tangan kirinya untuk menghancurkan anak panah.
Bukannya hancur, kini anak panah langsung menyebar menjadi kabut darah.
Bersamaan dengan itu, muncul ribuan benang energi mengikat kaki Monster kepala Serigala Hitam.
“I..Ini,” ucap monster kepala Serigala hitam terkejut akan kabut yang menutupi pandangannya dan ia kembali terkejut saat kakinya tidak bisa bergerak.
Wuss..!!
Tidak sampai di sana, kini terlihat lagi Ren Saxin muncul tepat di depan monster kepala Serigala Hitam.
Kedua tangannya pun langsung terayun ke arah leher dan badan musuh yang paling ia benci.
”Mati,” teriak Ren Saxin dengan niat membunuh yang sangat besar.
Dret..!!
Slash..!!
“Sialan,” teriak Monster kepala Serigala Hitam terlihat kembali di kejutkan.
Dengan cepat ia mengangkat tangannya dan mengeluarkan senjata.
Blush..!!
Tapi sebelum itu terjadi, kabut darah yang menutupi area tersebut langsung menyatu dan menahan kedua tangan monster kepala Serigala Hitam.
Crash crash..!!
Boomm..!!
Argh..!!
Seketika terdengar suara tebasan dan ledakan di sertai teriakan dari monster kepala Serigala Hitam.
...
Di kejauhan, Monster kepala Babi Merah yang mendengar suara ledakan di sertai teriakan langsung terkejut.
Ia pun melihat ke asal suara ledakan, tak lama, matanya langsung melotot saat sadar disana ada rekannya.
“Mengapa kalian semua diam sialan, cepat bergerak kesana,” teriak monster kepala Babi Merah membentak semua bawahannya dan bawahan Monster kepala Serigala Hitam.
Dengan cepat semua bawahannya dan bawahan monster kepala Serigala Hitam melesat.
Dret..!!
Wuss wuss..!!