Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Kemunculan Mahkluk Kuat Lainnya dan Teriak Keputus'asaan Dewa Iblis Kehancuran


“Ka..Kau,” tunjuk Dewa Iblis Kehancuran ke arah sosok yang berasal dari tempat dirinya terlahir di masa lalu.


Dan bisa di katakan mereka terlahir dari tempat yang sama. Namun sosok di depan langsung menghilang entah kemana, sementara dirinya datang ke Alam Semesta ini, karena mendengar ada banyak sosok kuat yang setara dengan dirinya. Sehingga ia memilih kesini untuk bertarung melawan semua sosok kuat tersebut.


Namun kini, hanya mereka berlima yang tersisa, sementara untuk Dewi Fuzhi, tidak masuk hitungan.


...


Tap tap..!!


“Hoho,, kau mengingatku juga Iblis Kehancuran,” kekeh sosok yang memiliki aura yang sama dengan Dewa Iblis Kehancuran. Tapi terlihat jelas jika aura dari sosok di depan Dewa Iblis Kehancuran jauh lebih kuat.


“Heng,, apa tujuanmu datang kesini?” Dengus Dewa Iblis Kehancuran bertanya.


“Tenanglah, tujuanku datang kesini untuk mengajakmu bekerjasama, sama seperti Iblis Neraka, dan ia telah setuju bekerjasama denganku.” Ucap sosok tersebut.


“Jadi bagaimana? Apakah kau setuju?” Tanya sosok tersebut langsung duduk di depan Dewa Iblis Kehancuran dengan santai dan kembali berkata. “Oh ya, panggil saja aku Iblis Keserakahan”


Amarah Dewa Iblis Kehancuran seketika melonjak, tatapannya pun langsung mengarah ke Dewa Iblis Neraka.


Tapi dengan santai Dewa Iblis Neraka mengalihkan pandangannya.


Kini, Dewa Iblis Kehancuran sadar jika ia menolak, maka dapat di pastikan akan terjadi pertarungan yang bisa membuat dirinya mati.


Saat mati, ia sadar bisa lahir kembali dalam waktu dekat. Tapi yang menjadi masalah besar adalah, Iblis Keserakahan tahu dimana ia terlahir, maka saat ia lahir, bisa jadi Iblis Keserakahan akan langsung menghancurkannya seutuhnya saat ia baru lahir. Karena saat itu adalah titik lemahnya berada. Sama halnya dengan makhluk-makhluk yang terlahir dari alam, titik lemah mereka agar mudah di bunuh adalah, saat mereka baru muncul.


“Sialan,” teriak Dewa Iblis Kehancuran meraung.


Bom bom bom..!!


Ledakan besar pun langsung menghancurkan area sekitar saat aura Dewa Iblis Kehancuran kini benar-benar keluar semuanya.


Namun Dewa Iblis Keserahakan dan Dewa Iblis Neraka terlihat santai, mereka dengan seutas senyum tipis melihat ke arah Dewa Iblis Kehancuran.


Dan yakin jika Dewa Iblis Kehancuran tidak akan berani menolak ajakan mereka berdua.


***


Di tempat Xiu Bai.


Ia yang melesat ke tempat Bo Wuhan, seketika menghentikan langkahnya.


“I..Ini,” gumam Xiu Bai menatap ke arah belakang.


“Ini bukanlah amarah karena anak buahnya di bantai oleh Wuhan, melainkan amarah keputus'asaan,” sambung langsung Xiu Bai memasang wajah serius.


Dret..!!


Tanpa basa basi Xiu Bai langsung membalik arah untuk melihat apa yang membuat Dewa Iblis Kehancuran seperti ini. Karena jika itu adalah masalah besar, akan menjadi masalah untuknya juga.


Wuss wuss..!!


***


Mo Meilin, Fei Sia Ying dan Dewi Iblis Kegelapan yang duduk bersama. Terlihat juga langsung bangkit.


“Apa kau merasakannya saudari Mo?” Tanya Dewi Iblis Kegelapan dengan wajah serius.


“Heng,, aku bukan saudarimu, dan jangan panggil aku saudari, aku tidak sudi,” dengus Mo Meilin yang terlihat masih tidak terima Dewi Iblis Kegelapan ada di dekatnya. Tapi apa boleh buat, Xiu Bai lah yang mengizinkannya tetap di sini.


“Sudah, berhentilah bertengkah Jie-jie,” ucap Fei Sia Ying langsung menengahi, lalu bertanya kepada Mo Meilin karena penasaran.


“Apa yang Jie-jie rasakan bersama Dewi Kegelapan?” Tanya Fei Sia Ying yang hanya dirinya saja tidak merasakannya.


“Dewa Iblis Kehancuran dalam keputus'asaan,” jawab Mo Meilin dan Dewi Iblis Kegelapan serempak.


Mendengar itu, mata Fei Sia Ying melotot, dan tanpa sadar Pohon Bayangan yang berada di dalam tubuhnya langsung bereaksi.


Mo Meilin dan Dewi Iblis Kegelapan pun langsung terkejut, mereka yang kini saling menatap langsung mengangguk serempak.


Bruk..!!


Dengan cepat Mo Meilin membuat Fei Sia Ying pingsan.


Tap tap..!!


Bersamaan dengan pingsannya Fei Sia Ying, Duan Diyu muncul.


Melihat istrinya pingsan, wajah Duan Diyu seketika mengganas.


“Tenanglah, ini demi keselamatan istrimu Diyu, jagalah dia dan jangan menjauh darinya. Kami akan pergi mengecek keberadaan Dewa Iblis Kehancuran, karena istrimu mengatakan ia tidak pernah merasakan Pohon Bayangan terancam.” Ucap Mo Meilin langsung menenangkan.


Mendengar itu, Duan Diyu yang tahu, sehingga datang ke sini langsung menjadi tenang.


“Baiklah, serahkan semua yang ada di sini kepadaku,” ucap Duan Diyu mengangguk serius


Mo Meilin dan Dewi Iblis Kegelapan, tanpa basa basi langsung menghilang.


Dret..!! Wuss wuss..!!


***


Tap tap..!!


“I..Ini,” gumam Dewi Fuzhi langsung menghentikan langkahnya yang membuat Bai Chu Ye ikut menghentikan langkahnya.


“Ada apa Guru?” Tanya Bai Chu Ye yang kini mulai memanggil Dewi Fuzhi Guru, karena Dewi Fuzhi terbuka dan telah jujur jika sebenarnya ayah Bai Chu Ye tidak menyuruhnya menjadi Guru, melainkan dirinya berinisiatip ingin menjadi Guru Bai Chu Ye dengan tujuan ingin mengatahui mengapa ia tidak bisa membawa pikiran Bai Chu Ye, serta penasaran dengan reaksi Bai Chu Ye dengan semua bangunan yang ia buat dan masih banyak lagi yang ingin Dewi Fuzhi ketahui.


“Hemm..!! Salah satu kekuatan melebihi batas Alam Semesta ini sedang marah dan putus asa.” Jawab Dewi Fuzhi dan terlihat kembali normal.


Mendengar itu, Bai Chu Ye pun memasang ekspresi berkerut.


“Apakah Guru tidak ingin melihatnya terlebih dahulu? Siapa tahu itu akan menjadi masalah besar,” tanya Bai Chu Ye.


“Tidak perlu, aku yakin ayahmu dan yang setara dengannya pasti sudah kesana.” Jawab Dewi Fuzhi masih terlihat santai.


“Ayo, lebih baik kita urus saja perkembanganmu itu, agar kekuatanmu bisa setara dengan ayahmu.” Ajak Dewi Fuzhi terlihat sangat bersemangat.


“Guru sudah tidak sabar ingin melihat eksperimen tiruan Guru ini, apakah berhasil atau tidak.” Sambung Dewi Fuzhi.


Bai Chu Ye yang di jadikan alat eksperimen pun mengangguk santai dan sama sekali tidak keberatan. Karena saat ia sadar untuk bertambah kuat, tidak ada yang mudah untuk di lalui.


Tap tap..!!


Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan dengan cara berjalan kaki.


“Guru, jika aku mati karena eksperimen tiruanmu gagal untuk membangkitkan kekuatanku setara dengan sosok Binatang Darah Kuno di masa lalu yang telah kau bunuh. Aku ingin kau menitipkan suratku kepada ayah, ibu, istri dan saudaraku agar ia tidak membalas dendam kepadamu.” Ucap Bai Chu Ye terdengar serius saat sedang melangkah.


Alhasil, langkah Dewi Fuzhi pun kembali terhenti.


“Kau tidak akan gagal dan tidak akan pernah gagal, ingat itu,” ucap Dewi Fuzhi terlihat marah.


“Selama aku hidup, aku tidak pernah mengalami kegagalan, jadi kau tenang saja. Bahkan jika kau mati, akan ku bangkitkan kau kembali dengan berbagai cara.” Sambung Dewi Fuzhi yang terlihat sudah menyukai sifat muridnya dan tidak ingin muridnya mati.


Selama ini Dewi Fuzhi sebenarnya sangatlah kesepian. Keceriaan yang selalu ia tampilkan sebenarnya palsu dan muridnya ini menyadari hal itu, dari sanalah ia menyukai sifat Bai Chu Ye yang selalu polos saat mengatakan sesuatu, tidak menyembunyikan atau membantah kata hati.


Karena biasa kata hati ingin mengatakan ini, tapi lidah tak bertulang mengatakan yang berbeda dengan kata hati.


“Hemm..!! Aku percaya kepadamu guru,” ucap Bai Chu Ye mengangguk tegas dan terlihat tidak berbohong saat mengatakan percaya.


“Bagus, jadi ayo kita lanjutkan perjalanan dengan santai, tidak perlu tergesa-gesa, karena yang selalu tergesa-gesa itu selalu membawa hal yang tidak baik.” Ajak Dewi Fuzhi terlihat bersemangat kembali.


Tap tap..!!