Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Strategi Duan Du Yaitu Memisahkan Musuh


“Gerakan kedua, pemusnah keheningan,” gumam Han Liu langsung mengayunkan pedangnya.


Dret..!!


Slash..!!


...


Merasakan adanya bahaya, beberapa sosok berjubah merah yang baru berkumpul dalam jumlah sekitar 20,an langsung mengeluarkan senjata mereka masing-masing.


Crash...!!


Bom bom bom..!!


Dalam sekejap bilah pedang Han Liu yang muncul di hadapan ke 20 sosok berjubah merah langsung meledak dan berubah menjadi serpihan energi.


Dan pada saat yang sama, Tu Long yang sudah mendekati musuhnya kini terlihat mengayunkan tangan kirinya dengan di bantu oleh tangan kanannya, agar kekuatan ayunan serangannya menjadi lebih kuat.


“Dasar Kambing ngesot, Monyet gundul, Singa cebol, mati kalian semua,” teriak Tu Long langsung memberikan umpatan kepada musuhnya lantaran telah melukai saudaranya.


Dret..!!


Blush..!!


Pedang yang menyatu dengan tangan kiri Tu Long seketika berubah menjadi besar dan langsung terayun ke arah musuh-musuhnya.


“Sialan, menghindar,” teriak salah satu sosok berjubah merah dengan punggung bernomer satu digit.


Wuss..!!


Dengan cepat semua musuh Tu Long mencoba menghindar, tapi terlihat beberapa dari mereka seketika membeku karena tubuh mereka tidak bisa di gerakkan akibat sosok bayangan transparan menahan pergerakan mereka.


Crash..!!


Bom bom bom..!!


Argh..!!


Seketika setengah dari musuh Tu Long langsung berteriak kesakitan saat terkena tebasan Tu Long dalam bentuk vertikal.


Wung..!!


Dret..!!


Tidak memberikan musuh yang telah Tu Long lukai kesempatan untuk menyembuhkan diri. Cen Tian langsung muncul dalam sekali lesatan.


Duan Du, Han Liu dan Tu Long yang mengira Cen Tian membunuh musuhnya, kini hanya bisa melongo sesaat. Karena tujuan Cen Tian hanyalah menjarah mereka semua yang terluka tanpa sisa.


“Dasar Babon Botak sialan,” teriak Tu Long yang susah payah melukai musuhnya, tapi bukannya menyelesaikan tugasnya, Cen Tian malah bersenang-senang.


Kini terlihat ke 10 yang bertelanjang telah memulihkan luka mereka dan menutupi tubuh mereka dengan energi mereka.


Setelah itu, pandangan ke 10 yang baru pulih langsung menatap ke arah Han Liu dan Tu Long dengan tatapan tajam.


Sementara ke 10 musuh yang berhasil menghindar kini sudah mulai mengepung mereka berempat.


Wajah Duan Du, Tu Long dan Han Liu pun langsung berubah serius.


Berbeda dengan ketiganya, Cen Tian kini terlihat santai saja sambil mengeluarkan senyum bahagia.


“Hehe,, aku kaya,” kekeh Cen Tian dengan tawa lantang.


Di saat semuanya serius dan akan saling menyerang. Mereka semua termasuk keluarga Cen Tian langsung berhenti karena suara tawa Cen Tian yang sangat menjijikan bagi mereka.


“Biarkan saja dia, ayo pancing ke 10 orang itu menjauh, dan sisakan yang tadi telah kita lukai untuk kakak Tian,” ucap Duan Du langsung mengajak Han Liu dan Tu Long.


Melihat senyum tipis Duan Du. Segera Han Liu dan Tu Long tersadar jika ini hanyalah trik Cen Tian dan Duan Du.


Dret..!!


Tanpa basa basi Duan Du, Han Liu dan Tu Long pun langsung melesat ke arah utara, dimana Peng He berada.


Wuss..!! Wuss..!!


“Sialan, jangan biarkan mereka lari,” teriak beberapa sosok berjubah merah langsung berniat mengejar ketiganya.


Sementara yang tersisa kini menatap Cen Tian, mereka yang tinggal adalah sosok yang hartanya telah di jarah habis tepat di depan mata mereka.


“Khekekeke,, mau kemana kau sialan,” kekeh salah satu sosok yang tubuhnya di selimuti oleh energi.


“Teman-teman mu telah meninggalkanmu, sayang sekali kau di acuhkan,” sambung rekannya langsung memanas-manasi.


“Heh,, apakah begitu,” ejek Cen Tian langsung muncul di depan sosok yang tadi bicara, setelah itu ia langsung menggerakkan jarinya.


Dret..!!


Crash..!!


Ke 9 yang tersisa seketika terkejut, dengan cepat mereka semua mencoba untuk mundur, tapi sebelum itu terjadi, mereka langsung merasakan sesuatu di tubuh mereka yang bergerak memaksa mereka untuk mendekati Cen Tian.


“Si..Sialan, apa yang telah kau masukkan ke dalam tubuh kami?” Teriak salah satu musuh Cen Tian ke arah Cen Tian.


Tap tap..!!


Crash..!!


Tanpa memberikan jawaban, Cen Tian langsung menggerakkan jarinya lalu memotong leher musuhnya sambil menyeringai kejam.


Crash crash crash..!!


Walau tersenyum, aura kebencian tentu sangat jelas terpancar dari tubuh Cen Tian saat ini, hingga ia membunuh 9 dan menyisakan satu.


“Beritahu aku siapa orang yang telah melukai jiwa saudaraku dengan membunuh Klonnya beberapa saat lalu?” Tanya Cen Tian dengan nada dingin.


Tapi terlihat sosok yang Cen Tian tanya hanya diam saja.


“Ooh,, jadi kau tidak mau bicara, bagus-bagus,” ucap Cen Tian langsung mengeluarkan aura membunuhnya.


“Akan ku coba metode Bai'er dalam menyiksa dan semoga kau menikmatinya,” ucap Cen Tian langsung menyiksa musuhnya tanpa memberikan jeda dan tanpa memberikan waktu untuk mengatakan apapun.


Hingga 5 menit berlalu, kini terlihat musuh Cen Tian ketakutan layaknya melihat sosok yang mengerikan di depannya.


“I..Itu dua orang yang memiliki nomer punggung 7 dan 9 di jubah mereka, dan orang yang melakukannya saat ini telah pergi menemui semua anggota yang akan menyerang setiap Alam Celestial.” Ucap musuh Cen Tian.


“Begini kan jadi enak, kenapa kau lebih memilih tersiksa lebih dulu kawan,” kekeh Cen Tian sambil merangkul musuhnya, seolah ia tidak pernah melakukan apapun terhadapnya.


Sementara musuhnya kini hanya bisa menahan getaran tubuhnya saja saat di rangkul.


“Ehem,, beritahu aku kapan mereka kembali dan dimana mereka berkumpul?” Tanya Cen Tian dengan nada sopan.


“Me..Mereka akan berkumpul di dekat sini, tepatnya di sana, dan mungkin 20 atau 30 menit lagi mereka akan kembali,” jawab musuh Cen Tian dengan nada terbata-bata.


Crash..!!


Setelah mendapatkan apa yang ia inginkan, Cen Tian pun langsung membunuh musuhnya.


Tak lama setelah itu, muncul sosok Roh dari ke 10 musuh yang telah Cen Tian bunuh.


Tidak ada yang menyadari saat Cen Tian melesat menjarah harta musuhnya, ia telah menanamkan Rohnya di setiap orangnya, hingga membuat musuhnya tidak bisa melakukan apa-apa, selagi masih memiliki energi.


Jika orang tersebut tidak memiliki energi, maka Roh Cen Tian tidak akan bisa mempengaruhi musuhnya.


Tap tap..!!


“Rencana sukses,” ucap Cen Tian mengirim sinyal kepada Duan Du.


***


Di tempat Duan Du yang sengaja memisahkan musuhnya, agar kakaknya bisa membunuh musuh yang telah dalam kendali tanpa ada bantuan, kini tersenyum lebar.


Wuss..!! Wuss..!!


“Berhenti, kita lawan mereka bersepuluh,” ucap Duan Du langsung menghentikan langkahnya.


Wajah Tu Long dan Han Liu pun langsung menyeringai lebar.


“Hehe,, inilah yang aku tunggu-tunggu bocah nakal,” kekeh Tu Long dan Han Liu serempak.


Tap tap..!!


Sementara ke 10 musuh yang mengejar kelompok Duan Du pun ikut berhenti sambil memasang wajah aneh saat melihat wajah ketiganya yang tersenyum lebar.


“Sialan, apakah rekan kita telah di bunuh?” Umpat salah satu dari mereka.


“Tidak, itu tidak mungkin jika 1 orang menang melawan 10, bahkan jika 1 orang itu menggunakan trik licik sekalipun,” sambung rekannya yang sama sekali tidak percaya.


Dret..!!


“Apa yang kalian diskusikan kecoak-kecoak bulat,” ejek Tu Long yang muncul secara tiba?tiba di depan musuhnya sambil mengayunkan kakinya.


Wung..!!


Bom..!! Duar duar duar..!!