
“Hemm..!! Aku tak menduga jika kau mampu bertahan,” ucap Bai Hu langsung mengayunkan tangan kanannya.
Wuss..!!
Duaaar..!!
Seketika kepala musuh Bai Hu langsung meledak, bersamaan dengan suara teriakan dari rekannya yang melihat itu dengan mata kepalanya sendiri.
“Ti..Tidak, akan ku hancurkan kau,” teriak sosok musuh Bai Ha kini langsung mengeluarkan aura penuhnya.
Jlep..!!
Saat ia hendak melesat ke arah Bai Hu, sebuah tombak lebih dulu menancap di jantungnya.
Uhuk..!!
Bruk..!!
Musuh Bai Ha pun langsung memuntahkan seteguk darah, setelah itu ia langsung terjatuh.
Matanya kini melotot, Bai Ha yang melihat itu pun menjulurkan tangannya untuk menutup mata musuhnya yang sudah mati.
Blush..!!
Blush..!!
Seketika semua penonton langsung mengeluarkan aura membunuh mereka dan di arahkan ke Bai Ha dan Bai Hu.
Mereka yang sudah bertaruh sangat banyak, tentu saja akan marah karena orang yang mereka pertaruhkan kini kalah.
“Dasar sialan, akan ku cincang tubuhmu,” teriak salah satu monster yang duduk di kursi penonton.
“Tunggu dia di luar, mereka pasti keluar nanti,” sambung salah satu penonton yang ikut tidak terima akan kekalahan.
“Jangan lupakan rekannya, mereka yang ada di sini adalah rekannya,” salah satu penonton pun kini menunjuk ke arah Du Jian dan Chen Long.
“Apa kalian hah, jika kalian tidak berani menerima kekalahan, maka jangan bertaruh. Pulang saja kalian lalu tidur,” dengus Du Jian membalasa dengan ejekan.
“Berani sekali kau.” Teriak sosok yang menunjuk Du Jian.
“Heh,, apa kau ingin bertarung? Ayo sini maju kau sialan,” teriak Du Jian langsung mengeluarkan auranya.
Tak mau kalah, sosok yang menunjuk Du Jian pun ikut mengeluarkan auranya.
Melihat rencananya sukses membangkitkan amarah para penonton yang kini sudah mulai memanas, Duan Du yang sedari awal diam pun langsung bangkit.
“Dari pada kalian mengoceh tidak jelas, lebih baik begini saja, setiap dari rekan mereka berdua yang ada di dalam arena, kalian boleh menantangnya satu persatu. Tapi tentunya kalian harus membayar, karena mereka juga butuh bayaran. Bagaimana?” Ucap Duan Du langsung bertanya dengan seutas senyum tipis.
Wajah Du Jian, Meng Chen, Chen Long, Bai Ha, dan Bai Hu pun langsung menyeringai saat mendengar itu. Karena inilah yang mereka nanti-nantikan untuk datang ke tempat ini, yaitu mengasah kemampuan mereka dengan terus bertarung terus menerus hingga mencapai batas mereka melawan orang-orang baru yang memiliki kekuatan berbeda.
...
Sementara para penonton yang sudah lebih dahulu terprovokasi, tentu saja langsung termakan ucapan Duan Du.
Tak lama, mereka pun langsung mendekati Duan Du.
Tap tap..!!
“Berapa yang harus kami bayar agar bisa bertarung dengan mereka?” Tanya salah satu penonton yang membenci Bai Ha dan Bai Hu.
“Hehe,, kalian tidak perlu membayar, kalian hanya akan menaruh uang kalian di sini untuk bertaruh pada diri kalian sendiri, dan setiap orang yang kalah, maka uangnya akan terus menumpuk hingga jutaan, bahkan miliaran. Dan pada saat sudah terkumpul ribuan, atau berapapun jumlah tarusan di setiap orang dari mereka, bagi siapa yang mampu menang melawan salah satu dari mereka, maka ia berhak mendapatkan semua orang tersebut,” ucap Duan Du.
Mendengar itu, seketika sorakan pun terdengar menggema. Karena ini baru pertama kalinya bagi mereka memasang taruhan yang dapat di anggap 1 banding 1000.
“Aku ingin melawan kedua orang itu,” teriak salah satu penonton langsung menaruh taruhannya kepada keduanya.
“Aku akan melawan dia,”
...
Sementara pemilik Arena, juga terlihat ikut bahagia, karena kini semakin banyak para penonton berdatangan dari berbagai kota akibat keributan yang kelompok Duan Du buat di Arenanya.
Awalnya ia tentu marah, tapi saat melihat uang terus berdatangan, di tambah ia juga di bayar oleh Duan Du, atau bagi hasil ahir nanti. Ia pun membiarkan Duan Du berkuasa di Arena.
“Hehe,, datanglah wahai harta berjalanku, cepat kesini anak-anak ku,” gumam pemilik Arena kini terlihat sudah gila akan uang.
***
Dret..!!
Tap tap..!!
Sementara di laut tak berujung, terlihat sosok pemuda berhenti di depan awan gelap yang di penuhi oleh guntur dan petir.
“Hemm..!! Keluarlah Lei Long, jangan bersembunyi seperti itu,” ucap sosok pemuda yang tak lain Xiu Bai.
Dret..!!
Brumm brumm..!!
Awan gelap yang di penuhi guntur dan petir pun terlihat mulai menghilang secara perlahan, hingga sosok anak kecil muncul tidak jauh dari Xiu Bai.
“Hemm..!! Kemana Lei Long?” Ucap Xiu Bai yang kini menatap sosok anak kecil di depannya.
Dari auranya, Xiu Bai merasakan aura yang sama dengan Lei Long, kawan lamanya, bahkan tidak ada perbedaan sekali, sehingga Xiu Bai mengira ia adalah Lei Long.
“Salam Leluhur Asura, aku adalah putra dari ayah Lei Long,” ucap anak kecil tersebut langsung membungkukkan badannya.
“Hemm..!! Dimana ayah mu sekarang nak? Apakah ia di tangkap oleh Naga Iblis?” Tanya Xiu Bai, karena hanya Naga Iblis saja yang mampu melumpuhkan Naga Petir dan ia juga tahu kelemahan Naga Petir Lei Long.
“Tidak leluhur Asura, ayah tidak di tangkap oleh Naga Iblis, tapi ia di tangkap oleh sosok yang dulu pernah anda ceritakan kepada ayahku, yaitu-”
“Iblis Kekosongan,” ucap Xiu Bai langsung mengubah raut wajahnya menjadi mengerikan.
Perlu di ketahui, Xiu Bai dulu tiba-tiba tercipta oleh Ruang Hampa dan langsung memiliki kekuatan tanpa batas.
Namun berbeda dengan Iblis Kekosongan, ia tercipta dari Ruang Kekosongan itu sendiri.
Bukan hanya Xiu Bai dan Iblis Kekosongan saja yang tercipta dengan sendirinya dan memiliki kekuatan mutlak, tapi ada 3 sosok lagi. Namun Xiu Bai tidak ingin mengungkapkan mereka bertiga.
Dari mereka semua, hanya Iblis Kekosongan saja yang suka akan pertarungan, sehingga ia menciptakan banyak monster-monster hanya agar mereka semua bertarung untuk ia tonton nantinya.
Dan sosok yang mengacau di Alam Celestial adalah salah satu keturunan dari yang Iblis Kekosongan buat.
“Iblis sialan itu, setelah mengikutiku berubah menjadi manusia karena bosan, tak ku sangka dia akan segila ini,” gumam Xiu Bai dalam hati.
“Jika saja aku tidak memiliki keturunan, kegilaanku hingga di Juluki Iblis Asura mungkin akan bangkit kembali,” sambung Xiu Bai yang terlihat berniat pergi mendatangi Iblis Kekosongan.
“Tu..Tunggu dulu leluhur, jangan kesana, karena ini juga keinginan dari Ayah saat di bawa dulu, ia ingin terus bertambah kuat agar bisa melawan Naga Iblis.” Ucap putra Lei Long.
“Hemm..!! Apa kau yakin itu yang ayahmu katakan? Tidak ada unsur paksaan atau kendali jiwa?” Tanya Xiu Bai melirik ke arah putra Lei Long.
“Hemm,, aku yakin itu keinginannya dan aku di sini menunggumu karena ayah menyuruhku untuk mengikuti anda leluhur,” ucap putra Lei Long yang bernama Jie Long.
“Jika begitu pergilah kau ke Timur, di sana ada kedua putraku bersama anggota keluargaku yang lain,” ucap Xiu Bai terdiam sesaat.
“Kau pasti akan dapat mengetahui kedua putraku dari aura ku saat ini, dan satu hal lagi, jangan munculkan wujud aslimu jika tidak dalam kondisi terpaksa, karena aku merasakan sangat banyak ciptaan dari Iblis Kekosongan di wilayah Dewa Naga Air.” Sambung Xiu Bai.
Dret..!!
Dengan cepat Xiu Bai membuat portal menuju kedua putranya berada, melihat itu, Jie Long pun langsung mengangguk dan melesat masuk.
Wuss wuss..!!