Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Pertemuan Tu Long dengan Mo Meilin ( Ibu )


“Apa lagi yang kalian ingin lakukan kepada kami?” Tanya Dark Elf tersebut dengan nada dingin dan pancaran mata penuh permusuhan.


...


“Hemm,, apa saja yang para bawahanmu lakukan sehingga dia sangat membenci Ras Iblis?” Tanya Bo Wuhan melalui telepati ke arah Xen Wang.


“Aku tidak tahu, karena itu bukanlah urusanku, tapi satu hal yang ku ketahui, mereka bisa menjadi budak, karena mereka kalah perang,” jawab Xen Wang dengan nada santai.


Bo Wuhan pun mengangguk ringan dan itu adalah hal yang wajar baginya. Karena biasanya orang yang kalah perang akan di jadikan tawanan.


Tap tap..!!


Kini langkah Bo Wuhan pun terhenti tepat di depan kedua Dark Elf.


“Apa kalian berdua ingin bebas?” Tanya Bo Wuhan.


Brakk..!!


Mendengar ucapan Bo Wuhan, Xen Wang yang duduk di kursi ayun langsung terjatuh.


“Eeh,, saudara Wuhan, ini bukanlah hal yang mudah jika membebaskan mereka, karena bebasnya mereka adalah kendali dari kakak ku,” ucap Xen Wang langsung bangkit dan mendekati Bo Wuhan.


Bo Wuhan pun tidak menanggapi ucapan Xen Wang, karena ia kini fokus menatap mata Dark Elf yang menurutnya berguna bagi Tuan Besarnya nanti.


Untuk Dark Elf yang mendengar ucapan Bo Wuhan, ia yang melihat tidak ada jejak kebohongan dari ucapan Bo Wuhan. Kini langsung bergetar hebat.


Ini adalah impiannya untuk bisa lepas dari tempat ini, atau di bebaskan menjadi budak.


“A..Apakah yang kau ucapkan benar?” Tanya Dark Elf tersebut.


“Tentu saja, aku tidak pernah menarik setiap ucapanku, jika kau ingin bebas, maka aku bisa membebaskanmu,” ucap Bo Wuhan mengangguk penuh percaya diri.


“A..Aku mau, aku mau lepas dari sini, apapun tujuanmu dan permintaanmu, akan ku lakukan, asal kami berdua bisa bebas dari tempat terkutuk ini,” ucap Dark Elf dengan nada terbata-bata.


Dark Elf sadar, seberapa banyak ia menang bertarung, ia tidak akan pernah di bebaskan. Ia akan selamanya terikat di tempat ini hingga dirinya mati.


“Baiklah, jika begitu, kalian kembalilah ke tempat kalian dan tunggu saja kebebasan kalian.” Ucap Bo Wuhan memasang wajah serius.


“Te..Terimakasih Tuan, aku tak akan pernah melupakan budi baikmu,” ucap Dark Elf langsung bersujud di depan Bo Wuhan.


Entah mengapa, ia percaya akan ucapan Bo Wuhan dan tak lama lagi ia akan di bebaskan. Instingnya lah yang mengatakan untuk percaya.


“Hemm,, kau tidak perlu berterimakasih, karena kau nantinya akan berguna bagi Tuanku, aku juga membebaskanmu mempunyai maksud tertentu. Dan aku yakin kau pun sadar akan hal tersebut.” Ucap Bo Wuhan tanpa menyembunyikan apapun.


“Kau juga akan tahu nanti mengapa aku membebaskanmu. Tapi yang pasti, aku tidak mempunyai unsur jahat atau mengekang kalian,” sambung Bo Wuhan sambil melambaikan tangannya.


Dark Elf yang mendengar itu, langsung mengangguk, ia pun tanpa basa basi membawa saudaranya pergi dari ruangan Xen Wang.


Tap tap..!!


...


Setelah kepergian kedua Dark Elf, kini Xen Wang yang hanya menunggu dan tidak menganggu pembicaraan Bo Wuhan pun kembali terdengar bicara.


“Saudara Wuhan, kau jangan seperti ini, akulah yang nanti akan terkena imbasnya.” Ucap Xen Wang.


“Tenang saja, bahkan kakak mu tidak akan bisa berkutik di depan Tuan Besar kami,” ucap Bo Wuhan dengan nada santai.


Dret..!!


Tanpa basa basi Bo Wuhan pun langsung melukai jarinya dan mencoba untuk menghubungi Tuannya Xiu Bai.


Blush..!!


Darah Bo Wuhan yang menetes langsung melayang ke udara, tak lama setelah itu, darah tersebut langsung mengeluarkan sinar bewarna merah darah.


Wung wung wung..!!


“Tuan, aku ada seorang Dark Elf yang memiliki kekuatan bawaan tersembunyi di tubuhnya yang belum di bangkitkan. Tapi saat ini mereka masih menjadi budak, dan aku tidak bisa membebaskannya.” Ucap Bo Wuhan melalui telepati.


Blush..!!


Tepat di saat Bo Wuhan selesai bicara, darah yang melambung langsung menghilang.


***


Tap tap..!!


Xiu Bai yang sedang melangkah menuju suatu tempat langsung menghentikan langkahnya.


“Hemm..!! Apa dia keturunan dari orang yang aku cari?” Gumam Xiu Bai setelah mendengar suara telepati Bo Wuhan.


“Ada baiknya jika aku mengidentifikasinya secara langsung,” gumam Xiu Bai.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


***


Tap tap..!!


Sementara Long Qiu dan Mo Meilin yang terlihat muncul di wilayah kekuasaan Mo Meilin langsung mengedarkan energinya.


Blush..!!


“Ketemu,” gumam Mo Meilin terlihat memasang wajah mata berkaca-kaca di saat merasakan aura putranya berada di salah satu Kota yang di pimpin oleh bawahannya Iblis Mawar.


“Eeh,, sayang, apa kau tidak merasakan jika aura putra kita kini dekat dengan aura bawahanmu?” Tanya Long Qiu yang ikut merasakan dimana keberadaan putranya.


“Heng,, kau saja yang bodoh dan idiot,” dengus Mo Meilin langsung menatap tajam suaminya yang tidak peka dan tidak romantis sama sekali.


Glek..!!


“Sialan, kenapa di setiap aku bicara ia selalu marah,” umpat Long Qiu memasang wajah merinding.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


Melihat istrinya langsung pergi, dengan segera Long Qiu mengikuti istrinya. Karena takut akan kemarahannya lagi.


...


“Ehem,, kenapa kau tidak makan?” Tanya Tu Long yang duduk di samping Iblis Mawar.


Iblis Mawar yang selalu memasang wajah kesal, kini melirik ke arah Tu Long dengan tatapan sama.


“Bagaimana aku bisa makan jika kau ada di sini,” dengus Iblis Mawar.


“Pergi sana, jangan ganggu hidupku lagi,” teriak Iblis Mawar mengusir Tu Long.


“Woaah,, kau sangat kejam sayang, tapi aku suka itu,” ucap Tu Long langsung tersenyum di sertai menaikkan alisnya secara bergantian.


“Iiihhh,, ingin sekali rasanya aku meremukkanmu mesum sialan,” teriak Ibli Mawar langsung mengayunkan tangannya, tapi terhenti, lantaran sadar, semakin ia marah, maka Tu Long akan semakin senang.


“Hehe,, ayo sayang, sentuh wajah lembut dan tubuh kekarku ini,” ucap Tu Long langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Iblis Mawar yang memiliki aroma wangi.


Iblis Mawar yang melihat wajah mesum Tu Long pun hendak menggamparnya, tapi tangannya langsung terhenti. Wajahnya juga menjadi tegang.


“I..Ini,” gumam Iblis Mawar yang merasakan Penguasanya datang.


Bukan hanya Iblis Mawar saja yang membeku, Tu Long pun ikut membeku.


Tubuhnya juga tanpa terasa bergetar hebat di saat merasakan darahnya tiba-tiba mendidih.


“I..Ini, perasaan ini,” gumam Tu Long langsung bangkit dan melihat ke arah langit.


Dret..!!


Tap tap..!!


Tepat saat pandangan Tu Long mengarah ke langit, sosok wanita cantik dengan dua tanduk di kepalanya muncul.


Bruk bruk..!!


Iblis Mawar dan semua Ras Iblis maupun Ras lain yang melihat kemunculan sosok wanita di atas langit pun langsung bersujud.


Hanya Tu Long saja yang berdiri sambil menatap ke arah wanita tersebut.


“Si sialan ini, cepat bersujud, jika tidak kau akan mati di bunuh,” bisik Iblis Mawar ketakutan di saat melihat Tu Long masih berdiri. Tangan Iblis Mawar juga berusaha menarik jubah Tu Long agar ikut bersujud.


Tapi Tu Long tetap berdiri tegak.


Tu Long yang tidak pernah menangis selain menangisi Tuannya di masa lalu, kini kembali meneteskan air matanya.


“I..Ibu,” ucap Tu Long tanpa sadar mengucapkan hal yang selama ini tidak pernah ia ucapkan.


Mo Meilin yang mendengar putranya memanggil dirinya sebutan Ibu pun langsung meneteskan air matanya. Tubuh Mo Meilin pun langsung bergetar hebat.


Dret..!!


Bruk..!!


“Nak,” ucap Mo Meilin langsung muncul dan memeluk Tu Long.


“I..Ibu, apakah ini kau?” Ucap Tu Long yang ikut memeluk Mo Meilin dengan erat dan seolah tidak ingin melepaskan pelukannya.


“Hemm hemm..!! Ini ibu nak, aku ibumu,” ucap Mo Meilin dengan nada tersendu-sendu.