
Seketika wajah Bai Han langsung tersenyum lebar saat mendengar belaan neneknya.
Xiu Bai yang mendengar itu, hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Sementara yang lain, kini terlihat menahan tawa, karena melihat tingkah lucu antara ayah dan anak.
Selain menahan tawa, tentu dalam hati, mereka juga merasa iri akan keakraban Bai Han dengan ayahnya ini.
“Huff,, pantas saja kakak sangat merindukan ayahnya, itu karena ia merindukan kata-kata pujian dari ayahnya,” bisik Bai Da Xing sambil melirik ke arah Lan Yuheng yang sedari tadi diam.
Lan Yuheng diam karena mendapat pesan telepati dari Xiu Bai, dan ia merasakan bau-bau yang tidak sedap dari pesan ajakan Xiu Bai yang mengajak dirinya bertemu.
Dret..!!
Dengan cepat Xiu Bai melambaikan tangannya dan membawa semuanya pergi dari sana menuju ke tempat Duan Du dan Tu Long berada.
***
Di tempat Duan Du dan Tu Long berada, saat ini terlihat pertarungan akan di lanjutkan kembali.
Pertarungan sempat terhenti lantaran dampak mereka rasakan selama beberapa hari akibat pertarungan dari Bai Han bersama anggota keluarganya.
Tap tap..!!
“Seperti yang kita sepakati semalam, bagaimana jika langsung saja pertarungan banyak, dari ketiga kelompok yang ingin melawan kami bertiga, langsung maju sekaligus dan bertarung satu sama lain,” ucap Duan Du melirik ke arah semua jenius klan Naga Langit.
“Tentunya kami juga akan ikut bertarung bersama kalian dan jika satu yang tersisa di dalam arena, maka dialah pemenangnya. Tapi ingat peraturannya, tidak boleh ada yang bekerjasama di dalam arena nanti, semua harus secara individu.” Sambung Han Liu.
“Hehe,, sangat mudah bukan, dari pada bertarung satu persatu, itu akan sangat lama, jadi kami tidak bisa menunggu terlalu lama, jadi siapa yang setuju langsung angkat tangan,” ucap Duan Du dengan nada santai.
Blush..!!
Seketika semua para jenius Klan Naga Langit langsung mengangkat tangan mereka sambil memasang wajah penuh semangat.
Mereka tentu sangat ingin mencoba pertarungan yang seperti ini, karena dari dulu, mereka hanya bertarung satu lawan satu, tidak pernah ada pertarungan dalam jumlah banyak di dalam arena sekaligus.
Melihat itu, seketika Duan Du, Tu Long dan Han Liu tersenyum tipis sambil saling melirik.
Setelah mengangguk satu sama lain, mereka pun bersiap membuat arena yang jauh lebih besar.
“Hehe,, ini akan jauh lebih menarik dari yang aku bayangkan,” kekeh Tu Long terlihat tidak sabar memukul satu persatu para jenius klan Naga Langit. Tentu saja kini Tu Long telah menemukan beberapa kelemahan mereka setelah melihat beberapa kali pertarungan mereka beberapa waktu lalu.
Sementara Shi Long dan Li Long yang melihat adanya yang tidak beres, kini saling melirik satu sama lain.
“Apa kau merasakannya kak?” Tanya Li Long ke arah kakaknya.
“Tentu, aku kini sadar jika pemuda jenius itu sangat cerdik, ia sengaja menyuruh anggota klan kita bertarung satu sama lain, hanya untuk melihat kelemahan klan kita, dan setelah tahu, kini mereka dengan mudahnya mengganti aturan sendiri,” jawab Shi Long.
“Tapi itu tak apa, akan aku ikuti permainan kalian,” sambung Shi Long seketika tersenyum menyeramkan, yang langsung membuat adiknya Li Long merinding.
“Urgh,, senyum ini, mirip dengan senyum Guru,” gumam Li Long terlihat sedikit ketakutan.
Dan guru yang Li Long maksud adalah Pemimpin klan Naga Langit.
Tap tap..!!
Tanpa basa basi, Duan Du dan Tu Long langsung ke arena, mereka berdua di bantu para jenius klan Naga Langit langsung memperluas arena menjadi satu.
Dret..!!
Brum brum..!!
“Sudah selesai,” ucap Duan Du terdiam sesaat setelah melirik ke arah semua orang dan para penonton yang kini terlihat mulai berdatangan.
“Baiklah, langsung saja, kelompok yang ingin melawan Tu Long, langsung maju ke arena,” teriak Duan Du.
Wung.. Wung.. Wung..!!
Bam bam bam bam..!!
Seketika hampir ratusan jenius klan Naga Langit dan beberapa calon penerus pemimpin klan maju.
Semuanya terlihat memiliki badan kekar yang artinya menggunakan manual tubuh, sama seperti Tu Long yang memiliki kekuatan utama di tubuh dan fisiknya.
Melihat itu, darah Tu Long seketika mendidih, dengan cepat ia melesat ke arah Arena.
Wung..!!
“Hahaha,, ayo kita mulai bersenang-senangnya,” teriak Tu Long sambil tertawa lebar.
Bruk..!!
Bruk..!!
Tepat sebelum Tu Long ingin menerjang musuhnya, seketika semua Jenius Klan Naga Langit, para penonton langsung berlutut saat merasakan aura dari pemimpin klan Naga Langit dan beberapa aura yang cukup kuat mendekat.
“Salam pemimpin klan,” teriak semua anggota klan Naga Langit dengan penuh hormat.
Tap tap..!!
“Angkat kepala kalian,” ucap Hua Qian dengan senyum lembut.
Saat mereka semua termasuk Duan Du, Tu Long dan Han Liu mengangkat kepala mereka.
Eehh..!!
Seketika pandangan semua orang terkejut saat mereka melihat sosok pemuda berdiri sejajar dengan pemimpin klan Naga Langit.
Setahu mereka, selama ini, tidak ada yang berani berdiri sejajar dengannya, bahkan para Penatua Agung sekalipun harus berdiri satu langkah di belakangnya.
Tapi kini ada sosok pemuda tanpa aura berdiri di sampingnya, itu artinya pemuda tersebut sangatlah kuat.
Bukan hanya pemuda tersebut, ada juga sosok pemuda yang kini sedang di peluk oleh pemimpin klan mereka.
Berbeda dengan para anggota klan, Duan Du dan Tu Long yang melihat sosok pemuda yang pemimpin klan peluk, hanya bisa membeku di tempat.
“I..Ini, bocah nakal, apakah aku sedang bermimpi?” Tanya Tu Long sambil melirik ke arah Duan Du.
Wung..!!
Duar..!!
Tanpa basa basi Duan Du langsung menerjang ke arah Tu Long, hingga membuatnya terlempar sejauh puluhan meter.
Duar..!!
“Dasar sialan,” teriak Tu Long langsung bangkit dan kini menatap ke arah Duan Du yang terlihat memasang wajah polos.
“Bukannya kau ingin di sadarkan dari ilusimu ya, jadi aku membantumu dengan cara seperti itu adalah hal yang paling baik,” ucap Duan Du sambil tersenyum kecil.
Dret..!!
Tap tap..!!
“Kalian masih sama saja seperti dulu paman,” ucap Bai Han kini muncul di depan kedua pamannya dengan mata berkaca-kaca di sertai senyum lucu lantaran kedua pamannya masih sempat menghibur dirinya.
“Hehe,, dasar bocah nakal, kemana saja kau selama ini Han'er, paman sangat merindukanmu,” ucap Duan Du langsung tertawa kecil, tapi terlihat matanya berkaca-kaca.
Bruk..!!
Dengan cepat Duan Du dan Bai Han langsung berpelukan. Tu Long yang melihat itu terlihat menghapus air matanya dan langsung ikut memeluk keduanya.
Bruk..!!
“Kau pasti menderita Han'er, maafkan paman tidak ada di saat kau membutuhkan bantuan,” ucap Duan Du dan Tu Long secara serempak.
Hem hem..!!
Bai Han seketika menggeleng sambil menahan diri agar tidak meneteskan air matanya. Tapi tetap saja ia tak mampu menahan diri.
“Han'er kuat paman, Han'er tidak seperti dulu lagi yang selalu di lindungi,” ucap Bai Han kini terlihat meneteskan air matanya yang langsung membuat jubah Duan Du basah.
“Paman tahu kau mencoba untuk terlihat kuat di depan orang-orang, tapi kau tidak mampu membohongi ayah, paman, ibu dan semua anggota keluargamu yang sangat mengenal siapa dirimu, jadi berhentilah memaksakan diri, jangan mencoba menanggung semuanya sendiri mulai sekarang, jangan ikuti jejak ayahmu yang dulu,” ucap Duan Du terlihat dengan mata memerah dengan air mata terus menetes.
Melihat ketiganya yang menangis, tanpa sadar semua orang yang ada di sana ikut meneteskan air mata mereka dan merasakan jika mereka seperti telah di pisahkan dalam waktu yang cukup lama.
Kini ketiganya saling memeluk satu sama lain tanpa memperdulikan orang-orang di sekitar mereka.