Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Sosok Teman Masa Lalu Xiu Bai ( Ye Mo Xuan )


Bukan hanya Ji Zian, Bai Chu Ye dan Feng Liu pun merasakan hal yang sama, sehingga mereka berdua langsung mengeluarkan senjata dan memasang kuda-kuda siap bertarung.


Sementara Xiu Bai yang merasakan adanya tatapan berasal dari langit, bukannya takut atau panik, ia malah tersenyum tipis.


“Ooh,, aku tak menyangka si tua bangka itu ternyata masih bertahan di tempat ini, ia bahkan di panggil penjaga gerbang kedua, artinya ia kedua terkuat di kota ini,” gumam Xiu Bai dalam hati.


“Aku jadi penasaran apakah bocah itu juga masih bertahan di tempat ini dan menjadi yang terkuat?” Sambung Xiu Bai sembari memegangi dagunya.


“Aku rasa akan mengeceknya nanti saja,” gumam Xiu Bai dan dengan santai melambaikan tangannya.


Blush..!!


Dalam sekejap tatapan intimidasi yang di rasakan oleh Ji Zian, Bai Chu Ye dan Feng Liu langsung lenyap.


Ji Zian yang melihat cara Xiu Bai menghilangkan itu, langsung merasakan pertaruhannya memang benar.


Tapi di satu sisi ia merasa sedikit khawatir, lantaran membawa orang luar tanpa melaporkannya kepada Penjaga Gerbang kedua yang menjadi pemimpin area distrik kedua ini.


“Tu..Tuan, apakah kita tidak mundur terlebih dahulu? Saya takut jika Penjaga Gerbang kedua akan datang kesini mengepung kita setelah melihat anda tadi.” Ucap Ji Zuan dengan nada hati-hati.


Xiu Bai yang mendengar itu, hanya melirik Ji Zuan. “Kau tak perlu khawatir, tidak akan terjadi apa-apa, Penjaga yang kau sebut itu juga tidak akan datang kemari, percaya saja kepadaku, dan kau kembalilah lanjutkan tugasmu dalam mencari ketiga bawahanku.” Ucap Xiu Bai.


Ji Zuan pun terdiam sesaat, tapi tak lama, ia pun mengangguk dan pamit undur diri.


Tap tap..!!


Bersamaan dengan perginya Ji Zuan, Bai Chu Ye dan Feng Liu pun langsung bertanya serempak.


“Ayah, apa ayah mengenal orang yang melakukan ini kepada kita? Jadi ayah langsung santai?”


“Tuan, apa anda mengenal orang yang menatap kita dari langit, jika ia, ini memudahkan kita dalam mencari ketiga bawahan anda dan juga mencari Batu yang anda ingin cari.”


Mendengar itu, Xiu Bai hanya melirik keduanya dengan seutas senyum.


Bai Chu Ye dan Feng Liu pun paham akan senyuman Xiu Bai, sehingga langsung melangkah menuju kamar mereka masing-masing.


Tap tap..!!


***


Sementara di dalam sebuah Benteng luar, ada Bangunan setinggi 100 meter atau biasa di sebut Menara Langit, di dalamnya sosok pria tua bertubuh kekar dengan rambut putih di sertai dua tanduk di kepalanya, seketika membuka matanya.


“Hemm..!! Apakah itu dia? Jika dia memang kembali, mengapa ia menjadi Ras Manusia Rendahan yang lemah? Bukannya menjadi Ras Bawaan Manusia akan jauh lebih kuat atau Ras apapun, asalkan jangan Ras Manusia Fana,” gumam sosok pria tua dengan nada sedikit kesal.


“Huh,, aku ingin ke tempatnya, tapi aku rasa tidak bisa pergi saat ini, karena para penjaga gerbang di 9 Menara Langit pastinya akan mengawasiku,” ucap pria tua yang bernama Ye Mo Xuan.


Walaupun dari luar 10 Penjaga Gerbang ini terlihat bersatu, namun sebenarnya mereka saling memakan satu sama lain jika adanya kesalahan sekecil apapun.


...


Tap tap..!!


“Ye Mojin, kemarilah sebentar, ayah memiliki tugas penting untukmu,” ucap Ye Mo Xuan dengan nada tenang dan bangkit dari tempat duduknya untuk melihat ke arah dimana Xiu Bai berada.


Terlihat jelas dari tempat Ye Mo Xuan berdiri, ia bisa melihat seluruh distrik kedua yang ia jaga.


Tap tap..!!


“Ya ayah, Mojin ada di sini,” ucap Ye Mojin muncul dan langsung berlutut di depan ayahnya.


“Berdirilah, tidak perlu formal jika kita hanya berdua.” Ucap Ye Mo Xuan.


“Ayah memiliki tugas penting untukmu, dan tugas ini cukup berbahaya, salah sedikit, kau akan langsung mati. Apakah kau sanggup?” Tanya Ye Mo Xuan melirik putra tertuanya.


Ye Mojin pun sedikit terkejut, ia seketika berpikir apakah ini ada kaitannya dengan Penjaga Gerbang lain.


“Hemm,, Mojin sanggup apapun tugasnya ayah, Mojin siap mati demi Menara kedua,” ucap Ye Mojin terlihat memasang wajah tegas.


Ye Mo Xuan pun memasang wajah puas melihat putranya memiliki jiwa tegas dan tanggung jawab.


“Baiklah, tugasnya kau hanya perlu mengawasi Penginapan Batu Merah, lokasinya adanya di sana,” ucap Ye Mo Xuan.


“Ingat, tugasmu hanya mengawasi saja, karena di dalam sana, ada sosok yang tidak akan bisa kau lawan ataupun provokasi, sekali ia menyadari keberadaanmu, maka ayahpun tidak akan mampu melindungimu jika ia bergerak ke arahmu.” Sambung Ye Mo Xuan yang langsung membuat Ye Mojin terkejut luar biasanya.


Ingin rasanya ia bertanya siapa yang ada di dalam Penginapan Batu Merah, yang membuat sosok sekuat ayahnya tidak akan mampu melindunginya.


Dapat di artikan jika sosok di dalam penginapan itu sekuat ayahnya, bahkan jauh lebih kuat.


Melihat ayahnya sudah menghilang, Ye Mojin yang kini berdiri seorang diri sembari menatap ke arah Penginapan yang ayahnya tunjuk, langsung melesat dengan kecepatan tinggi.


Dret..!! Wuss wuss..!!


***


Sementara di penginapan Batu Merah, Xiu Bai yang duduk sembari melihat selembaran laporan di meja tempat duduknya, seketika mengerutkan keningnya.


“Hemm..!! Pak tua itu tidak sabaran juga untuk bertemu teman lamanya,” gumam Xiu Bai saat merasakan adanya sosok yang mengawasinya.


“Beruntung aku tidak seperti yang dulu, jika tidak, aku sudah menghancurkannya, walau aku merasakan ia keturunannya sekalipun.” Sambung Xiu Bai dan melanjutkan mengecek selembaran laporan yang ada di depannya.