Istri Big Boss

Istri Big Boss
Bab 83


Dara menatapku dengan tatapan bingung, sedangkan Asisten Kaisar memasang wajah memohon. Mereka baru saja berpacaran, tidak perlu aku mengatakan apa yang kulihat waktu itu, apalagi belum tentu yang kulihat itu sebuah kesalahan.


"Jeruk apa?" tanya Dara yang membuyarkan lamunanku.


"Itu, aku minta jeruk mandarin sama Kak Zayn, tapi katanya dihabiskan sama Asisten Kai, jadi em ... itu ...."


"Aku belikan jeruk yang baru," sahut Asisten Kaisar dengan cepat.


"Iya begitu." Au tersenyum canggung pada Dara.


"Kalau begitu kami pamit dulu, Bos. Permisi!" pamitnya yang kemudian menarik tangan Dara meninggalkan restoran.


Aku dan Kak Zayn duduk di meja kami, dan tak lama makanan pun datang.


"Kamu tu hampir aja bikin orang patah hati setelah berapa saat jadian, Ra." Kak Zayn meneguk minumannya.


"Ya, maaf. Aku kan nggak sengaja, lagian aneh banget deh kalian waktu itu." Aku kembali menyuapkan makanan ke mulutku.


"Makanya jangan berpikiran negatif," kata Kak Zayn sambil tersenyum, tapi tak lama ekspresinya berubah. Ia terlihat sangat dingin dan menyebalkan.


"Kenapa?" tanyaku bingung, apa aku salah bicara? Apa ia marah karena aku mengatakan ia dan Asisten Kaisar jeruk makan jeruk?


"Mau apa mereka di sini?" gumam Kak Zayn yang bisa kudengar dengan cukup jelas.


Aku menoleh pada apa yang sedang Kak Zayn lihat. Ternyata ada Kak Zea yang datang dengan seorang laki-laki yang lumayan tampan. Aku rasa pernah melihatnya tapi entah di mana?


"Zayn, Dera kalian di sini juga?" tanya Kak Zea yang kemudian menghampiri kami.


Kak Zayn meletakkan sendok dan garpunya, dari ekspresi wajahnya, sepertinya Kak Zayn tidak menyukai hubungan mereka berdua.


"Hai Zayn, lama tidak bertemu." Laki-laki yang bersama Kak Zea itu ikut menyapa.


"Hai Kak Zea," sapaku. Namun, Kak Zayn tetap saja diam tak mau bicara, apa lagi menatap wajah laki-laki yang bersama Kak Zea.


Entah apa yang terjadi antara keduanya, Kak Zayn sepertinya sangat membenci laki-laki ini.


"Axel, ayo kita duduk saja!" Kak Zea menarik tangan laki-laki bernama Axel itu. "Have fun ya, Ra."


"Bye, Kak Ze." Aku melambaikan tangan saat mereka meninggalkan meja kami, dan duduk di ujung yang cukup jauh.


Sebenarnya aku kasihan melihat Kak Zea, sepertinya hubungan asmaranya ditentang oleh Kak Zayn, bahkan Papa Elvan juga.


Kak Zayn masuk ke kamar, dan aku mengekor di belakangnya. Ia masuk ke kamar mandi  dan meninggalkanku yang masih sibuk membersihkan wajah sebelum mandi.


Setelah aku juga selesai mandi, kulihat Kak Zayn sedang sibuk dengan laptop dan pekerjaannya. Aku pun mendekat dan berusaha membuat suasana hatinya kembali baik.


"Kamu pasti bertanya-tanya soal aku dan Axel," kata Kak Zayn saat aku baru saja duduk di sampingnya.


Aku hanya menyandarkan dagu di lengannya yang berotot. "Kalau aku boleh tau, kamu pasti bercerita tanpa aku tanya."


"Aku tidak pernah suka dengannya dari TK," kata Kak Zayn yang membuatku terkejut.


"Dia teman Kak Zayn waktu TK?" tanyaku.


Selama ini Kak Zayn tidak pernah menceritakan tentang masa kecilnya.


"Dulu, sebelum Mama kembali, Axel selalu mengejekku tidak punya Mama, bahkan aku pernah memukulnya saat TK. Kamu pasti bingung, aku dan Zea dulu sempat terpisah dari bayi, sampai kami TK."


Walaupun sebenarnya aku sudah tahu dari Kak Zea, tapi aku tetap mendengarkan cerita Kak Zayn sampai selesai.


"Makanya, aku kaget saat Zea bilang dia pacaran sama laki-laki breng sek itu." Kak Zayn sepertinya sangat dendam dengan teman masa kecilnya itu.


"Tapi itu kan dulu, Kak. Sekarang pasti dia sudah berubah." Aku mencium pipi Kak Zayn supaya dia merasa sedikit tenang.


Kak Zayn menoleh dan menatapku. Lalu, aku pun melepaskan tanganku yang memeluknya.


"Jangan bahas dia dulu, kayaknya kamu lupa sesuatu." Kak Zayn mencengkram kedua lenganku dengan kuat, lalu ia menatapku seakan ingin memakanku detik ini juga.


"Apa yang aku lupakan?" tanyaku dengan ekspresi bingung, masih belum mengerti arah pembicaraan Kak Zayn kali ini.


"Kamu lupa, aku belum buka puasa."


♥️♥️♥️


...Hah, inget aja kalau belum buka puasa. Sekali sekali lupa kek. 🙈🙈🙈...


Jangan lupa ritualnya,


Sampai ketemu lagi 😘😘😘