Istri Big Boss

Istri Big Boss
Bab 47


Pergi berlibur tanpa tahu ke mana tujuannya jelas saja membuatku merasa sangat aneh. Masalahnya, aku tidak tahu tempat seperti apa yang akan kami datangi, bisa saja Kak Zayn berbohong. Dia bilang ke pantai padahal sebenarnya dia membawaku ke hutan yang penuh binatang buas, atau membawaku ke gunung yang dikelilingi oleh tebing-tebing tinggi. Aku bergidik ngeri membayangkan semua itu.


Saat ini, asistennya kak Zayn sudah menjemputku di apartemen, dan kami dalam perjalanan menuju kantor, karena Kak Zayn ingin aku menunggunya di sana sebelum ke bandara.


“Bang, sebenarnya aku sama Kak Zayn mau liburan ke mana sih?” tanyaku pada laki-laki muda yang tengah menyetir itu.


Sebenarnya Kaisar itu muda dan tampan, hanya saja sedikit aneh karena menyukai istri orang, kata Kak Zayn sih.


“Nona, jangan panggil saya Bang dong, kayak tukang nasi goreng aja,” jawabnya sambil melirik kaca di atasnya.


Aku tersenyum tipis. Memangnya aku harus panggil apa?


“Panggil Kakak, eh jangan Bos Zayn bisa ngamuk. Panggil Mas, eh terlalu mesrah ya, panggil apa ya?” Laki-laki itu bergumam dan malah terlihat semakin lucu.


“Ya udah lah, Asisten Kai aja,” jawabku yang membuatnya mengangguk setuju. “Jadi, aku sama Kak Zayn mau ke mana sih? Nggak mungkin kan kalau dia mau mengirimku ke tempat yang jauh?”


Asisten Kai mengernyitkan dahi. Ah, pasti dia juga tidak akan memberi tahuku.


“Nona, memangnya Nona berpikir Bos Zayn itu seperti apa?”


Aku membuang muka, menatap kaca jendela di sampingku. Menerawang jauh tentang hubunganku dengan Kak Zayn selama ini, dari kami bertemu,  akhirnya menikah dan sampai detik ini, kami selalu bertengkar. Kak Zayn yang menyebalkan itu pasti ada niatan dalam hatinya untuk menyingkirkanku. Sedikit saja aku membuatnya kesal, aku pasti akan ditinggalkan di sana.


Kak Zayn yang menyebalkan itu, tadi malam memang terlihat berbeda. Sangat aneh sih, bahkan aku masih belum yakin itu mimpi atau nyata. Tiba-tiba dia menjadi laki-laki yang sangat berbeda dari biasanya. Jangan-jangan dia memiliki kepribadian ganda!


“Nona, kita sudah sampai,” kata Asisten Kai yang membuatku tersadar dari lamunan.


Aku dan Asisten Kai masuk ke gedung perkantoran yang menjulang tinggi ini. Di lobi lumayan ramai pegawai karena jam makan siang. Beberapa orang mengangguk hormat menyapa dan kubalas dengan senyum satu persatu.


“Nona, Anda tidak perlu membalas sapaan mereka satu per satu,” kata Asisten Kai yang tadinya berjalan di belakangku, kini sudah mensejajari langkahku.


“Kenapa?” tanyaku. Bukankah aneh jika disapa tapi tidak dibalas, itukan namanya sombong.


“Karena Anda bosnya, dan kalau dibalas satu persatu Anda akan cape sendiri. Oh ya, saran saya, jangan ikat rambut Nona.” Asisten Kai masuk ke lift mendahuluiku, dan tersenyum sambil menundukkan kepala.


Aku mengikutinya masuk dan pintu lift kembali tertutup. “Apa ada yang aneh?” tanyaku sambil meraba tengkuk.


“Tanya sama Bos Zayn, Nona,” jawab Asisten Kai.


Ah, apa sih yang terjadi? Aku tidak melihat apapun saat tadi bercermin.


Sesaat kemudian lift kembali terbuka dan aku langsung berjalan cepat menuju ruangan Kak Zayn. Tidak ada dua wanita yang menjadi sekretaris Kak Zayn, mungkin mereka sedang keluar makan siang.


“Ra, kamu udah makan siang?” tanya Kak Zayn.


“Bos, saya akan tunggu di bawah. Oh ya, Nona Dera tanya apa ada yang aneh dengan lehernya?” Asisten Kai langsung menutup pintu begitu selesai berbicara.


“Kamu tadi mengikat rambut?” tanya Kak Zayn sambil melotot.


“Emangnya kenapa? Rambut rambutku sendiri, nggak ada aturannya suami ngelarang istrinya buat mengikat rambut,” jawabku ketus, lalu duduk di hadapannya di meja kebesaran bos besar ini.


“Malu, Ra.” Kak Zayn memegang kepalanya dengan kedua tangan.


“Apa yang bikin malu sih, Kak?”


*


*


*


Kami sampai juga di bandara, dan aku baru tahu kalau kami akan berlibur ke Bali. Aku tidak bisa berhenti tersenyum dari tadi.


“Kamu seneng banget?” kata Kak Zayn.


Saat ini kami sudah berada di pesawat, duduk di kelas bisnis sambil menikmati perjalanan pertama kami.


“Seneng banget lah, udah lama aku nggak ke Bali. Oh ya, Kimmora sama Kak Arsen kan juga di Bali, nanti kita susul mereka ya, Kak.” Aku memijat tangan Kak Zayn sambil tersenyum.


“Nyusulin orang honeymoon?” tanya Kak Zayn.


“Ya, nggak papa, anggap aja kita juga honeymoon,” jawabku.


“Emang kita ke sana mau honeymoon.” Kak Zayn mendekatkan wajahnya padaku.


Honeymoon, benarkah? Apa honeymoon yang dia maksud kita akan, melakukan ….


♥️♥️♥️


...Melakukan apa, Ra? Jangan mengharap dulu, belum lulus kontrak 😂😂😂...


Kembang sama kopi udah dikirim belum,


Bantu doa biar si Juna cepet ketemu surga dunianya 😂😂😂


Sampai ketemu lagi 😘😘😘