Istri Big Boss

Istri Big Boss
Ekstra Bab 20


PUTRI


Kak Za menatapku dengan tatapan menyeledik. Aku yang ditatap seperti itu hanya bisa memalingkankan pandangan, bergerak ke samping dan memunggungi Kak Za.


"Kamu punya imajinasi liar ya?" tanya Kak Za yang tiba-tiba sudah berada di atasku.


Aku melihat bibir Kak Za yang tersenyum menyeringai. Sungguh, aku baru kali ini melihat ekspresi aneh yang Kak Za tunjukkan.


"Imajinasi apa sih? Aku kan cuma ngebayangin kalau main di bengkel, pasti asik banget. Sensasinya itu loh yang aku pengen rasain," jawabku jujur. Aku memang pernah beberapa kali membayangkan adegan suami istri di tempat kerja, seperti yang ada di novel-novel dewasa yang pernah aku baca.


Memang sih, aku belum pernah membaca ada adegan bermain di bengkel, karena kebanyakan yang aku baca selalu kisah bos besar seperti iparku, Kak Zayn. Seandainya ada novel seperti kisah Kak Za yang hanya pengusaha bengkel, lalu bermain cinta dengan istrinya di bengkel, pasti aku akan mengajak Kak Za untuk membacanya juga.


"Itu namanya imajinasi, Putri. Imajinasi liar." Kak Za mencium bibirku sebentar sebelum akhirnya tersenyum seolah mengejek.


"Imajinasi liar. Masa sih."


"Iya, Putri. Nggak percaya amat sih kalau dibilangin."


"Kalau itu imajinasi, Kak Za mau nggak wujudin imajinasi aku?" tanyaku dengan nada menggoda. Aku membelai dada bidangnya yang tertutup kaus merah.


Kak Za duduk di tepi ranjang, lalu aku mengikuti gerakannya. Tubuhku bergelayut manja di lengan dan bahunya.


"Kantor di bengkel kita kan nggak kayak ruangannya Kak Zayn, Put. Di sana ada kamar khusus untuk Kak Zayn istirahat. Ruangannya juga luas, mau apa-apa bebas. Bayangin ruangan aku kayak gimana? Kamu mau pas main kedengeran sampai di kasir?" tanya Kak Za.


Aku menghela napas berat. Sepertinya pemikiranku itu hanya akan menjadi angan-angan saja.


"Ya udah, nggak usah nggak apa-apa," jawabku sambil memalingkan wajah darinya.


Reaksi Kak Za ternyata di luar dugaanku, ia memeluk dengan erat sembari tertawa. Suara tawanya terdengar sangat puas dan bahagia.


"Kenapa?" tanyaku.


"Apa?" Aku sangat antusias saat Kak Za menyetujui ideku dan akan mewujudkannya.


"Kamu nggak boleh teriak apa pun yang terjadi, karena aku nggak mungkin pasang peredam suara di bengkel," jelasnya.


"Oke. Aku akan tutup mulut. Tapi, di sini masih bebas, "kan?" Aku langsung menabrak tubuh Kak Za dan terjatuh tepat di atasnya.


Udara dingin menembus sampai ke tulang. Apalagi hujan deras yang tiba-tiba mengguyur membuat keinginan untuk 'bercocok tanam' semakin tinggi. Memangnya apa lagi yang akan kami lakukan kalau tidak bercinta.


"Kalau sekarang kamu bebas, mau teriak atau menjerit pun kamu bebas." Kak Za memainkan kedua benda kenyal milikku yang masih tertutup pakaian lengkap.


"Sehebat apa Jupiter membuatku menjerit, mari kita buktikan!" Aku menciumi leher Kak Za dengan sangat bernap*su. Sementara tangan Kak Za bergerak di bongkahan daging yang ada di bagian belakangku.


"Kamu kayak lagi amnesia aja, tiap keluar kan kamu teriak-teriak nggak karuan. Kakak enak. Kakak hebat banget sih, aku enak banget nih. Gitu kan?"


"Ih, Kakak ngafalin banget sih. Aku kan suka."


Kaus yang dipakai Kak Za sudah lepas. Demikian juga pakaian atasku. Aku dan Kak Za saling melepaskan sisa kain yang melekat di tubuh kami masing-masing. Sampai akhirnya, aku dan Kak Za sama polos tanpa sehelai benang pun.


Kak Za menciumi leher dan dadaku, memberikan sensasi geli dan nikmat secara bersamaan. Ia terus membuatku bergai*rah, hingga saatnya Jupiter beraksi pun tiba. Kak Za sudah berada di atasku, membuka kakiku lebar-lebar. Lalu, ia mengarahkan Jupiter memasuki kandangnya. Aku bisa merasakan Jupiter telah menyentuh daging kecil milikku yang membuatku bergelinjang.


"Bismillahirrahmanirrahim. Zayyan Junior made in puncak berhasil." Kak Za mendorong Jupiter sampai masuk ke kandang sepenuhnya.


❤❤❤


God Malam. Cie cie yang malam jumat nunggu anu anunya.. Jangan lupa Bismillah kayak Kak Za ya


Mon maap kalau typo atau salah sebut nama 😅😅 maklumin ya, on going 2 novel 🙈🙈


Jangan lupa ritual jejaknya. Aku intip komen komennya 😘😘😘