Istri Big Boss

Istri Big Boss
Bab 26


ZAYN


Dua hari lagi pernikahanku dan Dera akan dilaksanankan, dan sudah beberapa hari ini aku dan dia tidak bertemu, bahkan dia mengabaikan telepon dariku.


Wanita itu, saat Zayyan yang menelepon, dia masih mau menjawab, tapi giliran aku yang telepon malah diabaikan.


Terakhir bertemu kan saat aku memintanya mengantarku ke kantor. Apa ya yang aku katakan sampai dia begitu marah, tidak mau bertemu bahkan mengabaikan teleponku?


Waktu itu, aku memberitahunya kalau aku dan dia tidak akan melakukan hubungan itu sebelum kami menikah. Apa aku salah sudah mengatakannya?


Aku masih berusaha menelepon Dera, siapa tahu di sudah tidak marah lagi sekarang. Lagi-lagi tidak dijawab, menyebalkan sekali. Saat ini aku baru saja masuk ke kantor setelah meeting.


Bukankah itu Arsen, kakak tirinya Dera? Kenapa dia di sini?


Aku berjalan pelan semakin mendekati laki-laki yang hanya berdiri dan tidak bergerak dari posisinya.


“Pak Kaisar, perasaan suka dan cinta itu beda. Kalau cara Bapak kayak gini, lama-lama saya bisa menampar Bapak.”


Aku yakin itu suara Kimmora, istrinya Arsen. Kaisar benar-benar mencari masalah.


“Sayang.” Wanita itu memanggil suaminya.


“Bos.” Kaisar sedikit kaget meliha kedatanganku.


Dasar pengganggu istri orang!


“Kai, ngapain kamu masih di sini? Bukannya aku suruh kamu temui Pak Alex?” tanyaku pada Kai yang malah memperhatikan sepasang suami istri itu.


“Maaf Bos, tadi aku tidak sengaja ….”


“Presdir Zayn.” Seseorang memanggil namaku. Aku menoleh padanya, dan ternyata dia Pak Alex.


“Pak Alex.” Aku menyalami laki-laki yang memang sedari tadi aku tunggu kedatanganna. Dia salah satu klien juga pemegang saham di perusahaan ini.


"Wah, ada Presdir Raffa juga di sini." pak Alex mengulurkan tangannya pada Arsen, sepertinya Arsen cukup terkenal juga di bisnis ini.


"Apa kabar Tuan Alex?" Arsen menyalami Pak Alex.


"Baik, baik. Lagi pada kumpul di lobi begini, apa Pak Raffa mau meeting dengan Pak Zayn juga?" tanya Pak Alex.


"Oh, bukan, saya sedang menjemput istri saya, kebetulan magangnya di sini," jawab Arsen sambil merangkul istrinya.


"Wah, saya kira kalian bekerja sama juga. Pak Zayn, Pak Raffa ini meskipun orang baru di dunia bisnis, tapi dia hebat sekali. Saham saya di perusahaannya Pak Erick meningkat pesat, dulu dia juga yang menangani perusahaan Pak Erick di Jepang yang hampir kolaps. Ternyata sudah punya istri, saya pikir kalau Pak Raffa mau dijodohkan sama putrinya Pak Erick," kata Pak Alex panjang lebar.


“Ya, saya tahu, Pak. Beberapa hari ini kan memang masuk berita bisnis soal Pak Raffa yang hebat ini.”


“Saya tidak sehebat Pak Zayn yang sukses mengelola perusahaan sebesar ini.”


“Haha, bisa saja kamu. Oh ya, jangan lupa untuk datang di pernikahan saya ya.”


“Tentu saja, Pak Zayn.”


Aku penasaran, bagaimana reaksi papa mertua saat bertemu dengan putranya yang terabaikan ini.


*


*


*


Ini hari pernikahan yang sudah ditunggu banyak orang. Aku dan rombongan baru saja tiba di rumah Dera, untuk melagsungkan prosesi akad nikah.


Berkali-kali aku menarik napas dalam-dalam sebelum berjalan menuju tempat akad nikah.


“Zayn, kamu gugup ya?” goda Zea yang erjalan di sampingku.


“Nggak kok biasa aja,”


“Nggak apa-apa Zayn, papa dulu waktu nikah sama mama kalian juga sama gugupnya kok. Apalagi pas malamnya, ya kan Ma.” Papa yang berjala di belakangku kut menggodaku.


“Apa sih, Pa. Malu sama anak-anak,” balas Mama.


Papa dan Mama memang memiliki hubungan yang sangat kuat, cinta mereka mampu bertahan dalam kondisi apapun. Kesetiaan Mama untuk Papa juga tidak diragukan lagi. Apa hubunganku dan Dera bisa seperti hubungan Mama Papa nantinya?


♥️♥️♥️


Otewe AH ya gays, eh maksudnya Otewe SAH.


Jangan lupa ritual dulu,


Like, Komen, Hadiah, Vote.


Nanti aku tambahin lagi, kalau nggak mager 🥰🥰


Sampai ketemu lagi 😘😘😘