
DERA
Di kehamilan yang sudah memasuki usia empat bulan ini, aku sudah tidak mengalami mual yang menyiksa. Hanya saja, aku sekarang lebih suka mengikuti Kak Zayn ke mana pun ia pergi. Dalam penglihatanku, Kak Zayn terlihat semakin tampan dan itu membuatku kesal. Apalagi saat aku memperhatikan berat badanku yang semakin mengembang tidak terkendali.
Aku merasa aneh dengan perutku yang ukurannya tidak seperti kehamilan seusianya. Perutku bahkan jauh lebih besar dari perut Kimmora yang sama-sama hamil kembar, padahal usia kehamilan kami hanya selisih satu minggu saja.
"Queen, dasinya mana?" teriak Kak Zayn yang mengganggu acara bercerminku.
"Iya-iya, bentar."
Aku membawakan dasi hitam garis-garis yang senada dengan warna jas yang Kak Zayn pakai. Lalu, aku mengikatkan dasi itu ke kerah kemeja Kak Zayn.
"Kamu makin gemesin ya, Queen," ucapnya saat aku masih sibuk memakaikan dasinya.
"Maksudnya aku gendut?" Aku sedikit melotot karena tersinggung dengan ucapan Kak Zayn barusan.
"Nggak Sayang, kamu malah kelihatan makin sek si tau nggak," elaknya yang membuat pipiku terasa hangat.
"Aku kayaknya harus ketemu Mama deh, Kak. Kimmy kan hamil kembar juga, tapi perutnya ngga segede ini," keluhku sambil mengusap perut buncit yang telah lama aku nantikan kehadirannya.
"Mungkin bayi kita lebih sehat dari bayinya Kimmora, Sayang. Anak-anak daddy pasti udah gembul ya." Kak Zayn berjongkok dan mencium perutku.
"Kita USG lagi yuk Kak! Jangan-jangan emang bener mereka terlalu gendut di dalam perut aku, takutnya nanti disuruh diet atu gimana. Ayo, Kak!"
"Iya, iya Sayang. Biar Kai telfon Dokter Nayla ya," kata Kak Zayn.
Akhirnya, kami ke rumah sakit untuk periksa kehamilan sebelum berangkat ke kantor. Semenjak hamil, rasa tidak sukaku dengan rumah sakit tidak pernah datang, mungkin karena aku terlalu antusias dan bahagia saat mengetahui kehamilanku baik-baik saja.
Kami melakukan pemeriksaan empat dimensi supaya lebih yakin dan bisa melihat gambar anak kami.
"Dokter coba cek juga beratnya berapa kenapa perut saya bisa sebesar ini, beda dengan Kimmora," keluhku pada Dokter Nayla yang masih sibuk memeriksa janinku.
"Ibu Kimmora istrinya Pak Arsen bukan? Mamanya Xavier?" Dokter Nayla balik bertanya.
"Iya, Kak Arsen itu kakak saya, Dok."
"Oh, iya kebetulan sekali ya dia juga hamil kembar. Ada keturunan dari mamanya, kalau Ibu Dera dari suaminya yang memang kembar. Wah, pasti ramai sekali ya kalau lebaran," celoteh Dokter Nayla.
"Jadi, ini bukan janinnya yang gemuk, berat janinnya masih normal kok, tapi di sini ada yang mengejutkan." Dokter Nayla menatap serius layar monitornya.
"Ada apa, Dok? Apa yang mengejutkan?" sahut Kak Zayn yang sedari tadi ikut mengamati gerakan janin yang dipantulkan dengan proyektor.
"Terakhir kita USG ada dua janin, sekarang terlihat jelas ada empat janin."
Kata-kata Dokter Nayla membuatku dan Kak Zayn saling berpandangan.
Empat bayi sekaligus? Kok bisa?
"Mereka terlihat sangat sehat, tapi ada sepasang janin yang berbagi plasenta, kita harus sering mengontrolnya. Mereka berempat saat ini sehat, kalau ada keluhan apapun jangan ragu untuk menghubungi saya," ucap Dokter Nayla.
Aku masih terbengong dengan penjelasan Dokter Nayla. Sampai akhirnya, Kak Zayn mengajakku bangun karena pemeriksaan telah selesai.
Saat di mobil, dalam perjalanan ke kantor, aku hanya memikirkan bayi-bayiku.
"Kai, kamu tahu nggak, aku akan dapat empat bayi sekaligus," kata Kak Zayn dengan bangga.
"Wah banyak sekali Bos, selamat ya Bos. Saya jadi inget kucing saya di kampung. Kalau lahiran itu langsung empat," balas Asisten Kaisar yang membuatku melotot.
"Kamu nyamain aku sama kucing? Aku tuh lagi kepikiran sama mimpi Kak Zayn soal tiga burung itu." Aku menyandarkan kepala di pundak Kak Zayn.
"Itu hanya mimpi Sayang, buktinya sekarang ada empat bayi di perutmu, dan aku sangat menyayangi kalian," kata Kak Zayn yang mengecup kepalaku sambil mengusap lembut perutku.
Semoga saja, apa yang aku takutkan tidak akan terjadi.
❤❤❤
...Mas Kai, jangan disamain sama kucing dong 🙈🙈🙈 Gemes deh jadi pengen cium Mas Kai 🤭🤭🤭...
Iya, aku terlambat, jangan protes. Aku tau kok. Hari minggu, aku bebas dong 🤭🤭🤭
Sengaja kasih 4 biar makin rame kayak pasar. enak nanti kalau main basket bagi tim nya 🤭🤭🤭