Istri Big Boss

Istri Big Boss
Bab 43


"Apaan sih Kak, nggak, nggak, aku nggak mau nonton berdua aja, horor tau!" sahutku. Yang benar saja, masa iya kami nonton berdua dengan pemandangan bangku-bangku kosong, bukankah itu horor namanya?


"Kamu nggak suka kita berduaan saja?" tanya Kak Zayn dengan membelai rambutku.


"Nggak lah, aku mau yang normal aja, udah risih dari tadi dilihatin orang-orang terus, masa mau bikin tambah heboh nonton berdua aja," jawabku dengan nada kesal.


"Yaudah, apapun yang kamu mau, Sayang." Kak Zayn mengecup pipiku. "Kamu dengar kan? Dia tidak suka, kamu pergi aja deh, saya mau kencan sama istri saya." Kak Zayn mengusir laki-laki itu.


"Baik, Tuan Bos." Laki-laki itu kemudian meninggalkan kami setelah menundukkan kepala sebagai tanda hormat.


Kemudian, kami kembali berjalan hingga sampai di depan bioskop. Masih sangat sepi mungkin karena hari ini hari biasa, bukan akhir pekan.


Kak Zayn lalu mengantri untuk membeli tiket, sebenarnya dia sudah mengeluh tidak mau, tapi aku juga mengancam tidak mau nonton dengannya, kalau sampai dia memanfaatkan posisinya sebagai pemilik mal ini hanya untuk membeli tiket bioskop.


"Masih dua puluh menit lagi." Kak Zayn menyodorkan dua tiket padaku, lalu duduk di bangku sambil menunggu film diputar.


"Kak Zayn ganti baju dulu deh, nggak enak dilihatin orang nonton aja pakai jas rapi begini," usulku yang kemudian menarik tanga Kak Zayn untuk pergi mencari baju ganti.


"Kamu nggak suka jalan sama pimilik gedung ini?" tanya Kak Zayn yang menurut dengan perintahku.


"Iya, aku sukanya jalan sama mas mas yang kelihatan ganteng kalau pakai celana jeans sama kaos aja," jawabku masih terus menarik tangan Kak Zayn dan berjalan menuju toko pakaian yang tak jauh dari bioskop.


"Udah, sekarang Kak Zayn beli baju, aku tunggu sini!" perintahku pada Kak Zayn. Lalu, aku duduk menunggunya memilih baju sambil memberi kabar pada Nadya dan Zayyan.


Sebenarnya aku merasa tidak enak pada Zayyan karena sikap kakaknya sendiri. Namun, aku percaya, Zayyan bisa memahami semuanya dengan baik.


Tak berapa lama menunggu, Kak Zayn kembali dengan penampilan yang sangat berbeda. Celana jeans, sneakers, kaus hitam polos juga topi hitam. Ia juga menenteng paperbag besar.


"Ini baru namanya kencan," kataku setelah melihat penampilannya yang keren.


"Ganteng kan?" tanyanya yang membuatku memutar bola mata.


"Iya," jawabku malas, tapi Kak Zayn langsung merangkul pinggangku dan kami berjalan kembali ke bioskop.


*


Film sudah dimulai dan ternyata Kak Zayn memilih film romantis untuk kami tonton. Adegan demi adegan diputar pada layar besar itu, membuat penonton hanyut dalam suasana romantis yang diciptakan oleh para pemainnya.


"Aku …. kamu, Ra." Samar-samar kudengar Kak Zayn mengatakan sesuatu, tapi suara berisik soundtrack film mengganggu pendengaranku, aku jadi tidak yakin apa yang Kak Zayn katakan, sepertinya dia bilang cinta, tapi tidak mungkin, 'kan?


Saat aku masih bimbang dengan pikiranku, Kak Zayn sudah mendaratkan bibirnya di bibirku. Ia menciumku dengan sangat lembut, membuatku hanyut dalam sensasi memabukkan ini. Iringan musik yang mengalun romantis mengiringi gerakan bibir Kak Zayn yang terus menerus menciumku.


Ya Tuhan, aku sangat penasaran dengan apa yang Kak Zayn katakan tadi. Bisakah dia mengulanginya lagi?


Kak Zayn melepaskan bibirnya dari bibirku, lalu ia membelai rambutku.


"Kak Zayn tadi bilang apa?" tanyaku yang masih penasaran.


"Bilang apa?"


"Yang tadi, Kak Zayn bilang apa tadi, Aku, kamu, apa tadi?"


"Lupa!" Kak Zayn membenarkan posisi duduknya, lalu menghadap ke layar lebar lagi.


Aku jadi semakin penasaran dengan apa yang dia katakan tadi.


"Besok kita liburan!" kata Kak Zayn dengan mata yang masih fokus menatap layar film.


Liburan? Apa dia tadi mengajakku liburan? Aku kamu liburan? Begitu?


♥️♥️♥️


...Hayo kira-kira Kak Zayn ngomong apa ya? 😅😅😅...


...Nah, mau liburan ke mana nih?? apa jangan-jangan 🤭🤭🤭...


Nggak tau lah, tunggu besok aja.


Jangan lupa, like, komen, hadiah, vote.


Sampai ketemu lagi 😘😘