Istri Big Boss

Istri Big Boss
Bab 61


Setelah pulang dari kampus, aku langsung pulang ke rumah Mama. Rencananya mau tanya ke Mama dulu bagaimana baiknya, apakah aku harus ke rumah mertuaku sekarang atau nanti menunggu Kak Zayn pulang.


Sebenarnya aku sudah menghubungi Kak Zayn untuk meminta pendapatnya, tapi mungkin karena Kak Zayn sedang rapat penting makanya dia tidak menjawab panggilanku.


“Jadi, menurut Mama gimana?” tanyaku sambil bersandar di paha Mama. Meskipun aku sudah menikah, Mama masih memperlakukanku seperti putri kecilnya.


“Em, menurut Mama sih kamu temui kembarannya suamimu, kalau dia ada di rumah, nggak masalah kalau kamu mau main ke sana,” jawab Mama sambil menyisir rambutku dengan jarinya.


Lalu, aku bangkit dari posisi tiduran, menatap Mama dengan raut serius.


“Ma, kalau Zayyan masih suka sama aku gimana? Aku takut Kak Zayn salah paham, Ma.”


Aku benar-benar merasa takut kalau seandainya Kak Zayn salah paham dan marah padaku. Aku takut dia akan meninggalkanku.


“Ya, udah kamu tunggu telpon suami kamu, nanti setelah dia mengizinkan, kamu baru ke sana,” kata Mama.


“Iya deh, Ma.”


Aku kembali merebahkan kepalaku di pangkuan Mama. Satu-satunya tempat ternyaman saat aku merasa gelisah seperti saat ini.


Akhirnya, aku bercerita tentang pertemuanku dengan Kak Arsen dan Kimmora di Bali. Mama bilang, Mama sangat senang mengetahui Arsen adalah anak Papa.


Sejujurnya aku heran dengan sikap Mama. Kalau wanita lain mungkin akan membenci anak suaminya dengan wanita lain, tapi Mama benar-benar ajaib, Mama malah sangat bersyukur bertemu dengan Arsen.


*


*


*


Kak Zayn akhirnya mengizinkan aku ke rumah mertua dengan syarat, bersama dengan asistennya yang akan mengantar jemput dan menemaniku selama di rumah mertua.


Kak Zea memintaku untuk menginap atas permintaan Mama Marisa. Besok pagi, Mama Marisa dan Papa Elvan akan kembali ke rumah, dan karena di rumah hanya ada Kak Zea dan Zayyan, akhirnya aku menelepon Kak Zayn lagi.


“Gimana? Aku boleh nginep di sini nggak?” tanyaku setelah menjelaskan semua pada Kak Zayn.


“Boleh, tapi Kaisar harus nginep juga. Biar dia tidur di sebelah kamarku yang kosong,” kata Kak Zayn yang pasti didengar semua orang karena suara ponselku cukup keras.


“Bos, saya kan tidak hanya mengurusi Nona, kapan saya kencannya, Bos?” protes Asisten Kaisar yang mungkin keberatan dengan perintah bosnya itu.


“Kalau kamu mau aku pecat sih nggak apa-apa, silahkan berkencan!” jawab Kak Zayn dengan entengnya.


Kak Zea langsung merebut ponselku dan berbicara langsung dengan Kak Zayn. “Zayn kamu posesif banget sih, di rumah kan ada aku sama Zayyan yang bisa jagain istri kamu."


"Justru karena ada Zayyan, Ze. Makanya aku suruh si Kai nginep." Kak Zayn masih kekeh dengan pendiriannya.


"Zayn, Zayyan kan adik kita, kamu gitu banget sih." Kak Zea sepertinya mulai kesal dengan sikap Kak Zayn.


Menurutku, kalau dia tidak mengizinkan aku menginap, kan tinggal menyuruhku pulang, tidak perlu merepotkan orang lain seperti ini.


"Aku nggak suka apa yang aku miliki direbut orang lain, termasuk Zayyan, Ze."


"Kalau Mama denger ini, pasti Mama sedih."


"Udah deh, jangan bawel. Si Kai biar di sana."


"Dasar cucu Kakek Darma."


"Kamu juga cucunya Ze, jangan lupa kalau kita kembar."


"Sifat nyebelin kamu tuh nggak ilang-ilang deh dari dulu, persis Kakek Darma." Kak Zea langsung mengakhiri panggilan video itu, lalu ia mengembalikan ponselku.


"Maaf ya Dera, emosi banget aku sama Zayn. Nyebelin banget dia tuh," kata Kak Zea yang terlihat sangat kesal.


"Yang sabar ya Kak," ucapku yang membuat Kak Zea menatapku aneh.


"Justru yang harusnya banyak sabar itu kamu, Zayn itu sangat menyebalkan, kuat-kuatin hati kamu menghadapi dia."


Iya sih, aku yang harus banyak sabar.


"Kaisar, kamu pulang aja deh. Besok pagi Mama udah balik kok," kata Kak Zea pada Asisten Kaisar.


"Maaf Nona Zea, saya tetap harus mengikuti perintah Bos Zayn meskipun hati saya menolak," kata Asisten Kaisar.


"Kamu sama Zayn sama aja, cocoklah kalian berdua." Kak Zea menatap sinis pada Asisten Kaisar.


♥️♥️♥️


...Cocok jadi apa Ze? Cocok jadi partner in crime 😂😂😂...


selamat siang gaess 🤗🤗


Aku up 2 bab ya, mumpung nggak sibuk.


Jangan lupa vote, hadiahnya.


Sampai ketemu lagi 😘😘😘