Istri Big Boss

Istri Big Boss
Bab 187


ZAYYAN


Setelah pulang dari London, kegiatanku hanya berdiam di rumah saja. Putri yang kuajak jalan malah menolak karena sakit perut. Akhirnya, aku hanya di kamar menemaninya yang masih sakit.


Aku membantu Putri mengompres perutnya dengan air hangat, supaya bisa mengurangi rasa sakitnya.


"Kakak, tahu nggak menstruasi itu sakit banget loh," kata Putri saat aku menggelindingkan botol berisi air hangat itu di perutnya.


"Enggak, kan aku nggak ngerasain," balasku masih asik dengan botol bekas sirup itu.


"Ih, aku tuh cerita, Kak Za." Putri memukul lenganku dengan keras membuatku berteriak kesakitan.


"Sakit banget, Putri. Kamu hobi banget mukul-mukul orang sih, sama suami sendiri lagi. Ini namanya KDRT," protesku sambil menahan rasa panas di lenganku. Bukan berlebihan, tapi memang pukulan Putri itu rasanya menyakitkan.


"Hehe maaf Kak, aku dulu di kampung ikutan pencak silat loh. Biasanya aku nendang loh Kak." Putri mengangkat satu kakinya seolah ingin menendang angin.


"Astaga Putri, tapi ini sakit beneran, Put. Kamu tega banget sama suami," keluhku seraya mengusap lenganku yang panas.


"Kakak maaf ya, sini aku usapin." Putri mengusap tanganku yang masih terasa panas.


Lalu, aku memposisikan diri untuk berbaring di samping Putri tepat di sebelah dadanya.


"Kenapa di sini sih?" tanya Putri sembari terus mengusap lenganku.


"Pengennya sambil nikmatin ini." Aku membuka kaus Putri sampai benda kenyal yang terbalut kain itu sedikit terlihat.


"Ih, Kakak kayak bayi deh," kata Putri yang hampir melayangkan kembali pukulannya. Akan tetapi, karena aku sempat melihat pergerakannya, aku bisa menangkap tangannya.


"Dikit aja, Put. Inget kata Mama sama Nafa, kalau nolak suami itu dosa loh," ancamku yang membuat Putri cemberut. Bibirnya yang dimonyong-monyongkan malah terlihat menggemaskan.


"Bibirnya dikondisikan, aku cuma pengen yg ini, kalau kamu manyun-manyun gitu nanti aku sumpelin Jupiter mau?" tanyaku sambil menyingkap kain penutup itu.


Bulatan mungil yang menggemaskan itu membuatku tidak sabar ingin melahapnya.


"Tadi pagi kan udah keluar si Jupiter, emang kalau dikeluarin terus nggak akan kehabisan?" tanya Putri. Ia berusaha meraih pengait di punggungnya. "Buka aja biar enak, Kak."


"Uh, Kakak geli," desahnya sambil mere*mas rambutku.


"Geli apa enak?" tanyaku sebelum akhirnya kembali melahap benda kenyal itu. Satu tanganku bermain di bukit sebelahnya, seirama dengan isapanku.


"Ya geli, ya enak. Ih Kakak pinter banget sih bikin enak. Udah ah nanti aku juga pengen, kan aku masih merah Kak," ucap Putri. Ia menjambak rambutku.


"Aku yang lebih tersiksa, baru juga sekali nusuk udah nggak dibolehin." Aku menghentikan isapanku di dadanya, tetapi tanganku tetap bergerak di sebelahnya.


"Kakak masih bisa dikeluarin, lah aku gimana?"


"Ya, nggak tau, emangnya di giniin enak ya?" Aku kembali mengisap ujung coklat sedikit merah muda itu. Tanganku terus memainkan bagian yang lainnya.


"Kakak tanya apa ngerjain aku sih, ini enak tapi nyiksa tau Kak."


Tiba-tiba terdengar suara pintu kamar yang tertutup dengan pelan. Aku dan Putri sama-sama menoleh.


"Kakak nggak tutup pintu ya?" tanya Putri.


"Kayaknya aku tutup, apa jangan-jangan kurang rapat ya tadi," jawabku. Seingatku sudah menutup pintu tapi memang aku tidak menguncinya.


"Jangan-jangan Mama, ih Kakak aku malu banget kalau beneran Mama." Putri menutup wajah dengan kedua tangannya.


❤❤❤


Selamat malam, mohon maaf terlambat. Tadinya mau libur up, tapi nggak jadi 🤭🤭🤭


Siapa ya kira kira yang nutup pintunya 😅😅😅


Biarin aku up dikit, tadi di Rafka udah up banyak.


Betwe nama pena aku udah ganti ya gaes, kalau mau cari novelku yang lain bisa lebih gampang carinya, tinggal ketik Itta Haruka07 di kolom pencarian, nanti muncul novel novel aku yang lain 🥰🥰


Like sama komennya jangan lupa, aku tadi mau bolos gak jadi karena kangen koemntar kalian 🥲🥲🥲