Istri Big Boss

Istri Big Boss
Bab 156


DERA


Acara pernikahan Zayyan dan Putri akan dilakukan secara sederhana di rumah Mama Papa. Taman belakang sudah disulap menjadi pelaminan yang cantik, dihiasi bunga-bunga aneka warna dan juga tenda-tenda putih yang menambah kesan romantis dari pernikahan ini.


Zayyan sang calon pengantin yang akan menjadi raja sehari ini, terlihat gugup dan gelisah. Sebenarnya aku ingin mendekat dan memberi suport sebagai teman yang pernah dekat dengannya, tetapi aku sadar status dan posisi kami yang tidak memungkinkan bagi kami untuk terlihat akrab saat ini. Aku hanya tidak ingin ada kesalahpahaman yang berujung perselisihan di keluarga ini.


Akhirnya aku pun memilih untuk mengabaikan apa yang terjadi pada Zayyan.


Jam dinding besar di ruang tengah sudah menunjukkan pukul 09.00, dan itu artinya keluarga pengantin wanita akan segera tiba.


Kami semua sudah dirias oleh perias pengantin yang dulu juga merias kami saat pernikahan Kak Zea. Sedangkan Putri dirias di rumahnya sendiri.


"Cantik banget istriku, kalau perut kamu nggak buncit, pasti semua bingung. Pengantinnya yang mana sih?" goda Kak Zayn sambil mencapit daguku.


"Alah gombal aja. Semua baju nggak muat aku pakai, jadi lain sendiri kan baju aku," keluhku sambil menarik kebaya merah muda yang kupakai.


"Nggak sayang. Kamu nggak gendut kok, cuma emang si kembar aja yang bikin perut kamu jadi lebih gede. Tapi beneran kamu tetep cantik dan seksi," kata Kak Zayn.


"Udah ah, jangan gombal terus, kayaknya udah mau mulai tuh, kita ke sana yuk!" ajakku.


Kak Zayn membantuku berdiri dan akhirnya menuntunku menuju taman belakang.


Setelah memastikan aku duduk dengan nyaman, Kak Zayn meninggalkanku bersama Kak Zea.


"Kalau nggak nyaman langsung masuk ke kamar aja," kata Kak Zayn. Kemudian, ia menatap saudara kembarnya yang duduk di sebelahku. "Nitip ya Ze."


"Iya Zayn, udah sana ditungguin penghulu," usir Kak Zea.


"Elah, cuma jadi saksi aja, berasa aku yang jadi pengantinnya," ocehnya sambil merapikan kerah kemejanya.


"Ya kali kamu mau nikah lagi."


"Ze, Kalau ngomong yang bener, bisa ribut nih."


"Kakak mau nikah lagi?"


"Ya nggaklah Queen, gila apa. Udah kalian baik-baik jangan berantem ya."


Kak Zayn lalu berjalan menghampiri Zayyan dan penghulu yang sudah duduk di kursi tempat ijab kabul akan digelar.


Putri berjalan pelan menghampiri Zayyan dan penghulu yang telah menunggunya. Ia berjalan digandeng Asisten Kaisar dan ibunya. Suasana mendadak tegang dan haru saat mereka duduk berdampingan.


Aku jadi teringat pernikahanku dan Kak Zayn beberapa tahun lalu, saat itu aku tidak meyakini akan bertahan sejauh ini. Namun, takdir memang aneh, saat ini bahkan aku sedang mengandung anaknya.


Dari kejauhan, Kak Zayn memandangku dan tersenyum. Ada rasa syukur yang tidak henti-hentinya kuucapkan dalam hati saat wajah tampan itu menatapku penuh cinta.


Aku mencintaimu, suamiku.


...----------------...


Usai ijab kabul yang sederhana itu, memang tidak ada acara resespsi seperti pernikahanku ataupun pernikahan Kak Zea dulu. Kami melanjutkan acara dengan makan-makan dan berpesta.


"Kamu udah makan Queen?" tanya Kak Zayn. Ia menghampiriku setelah Kak Zea masuk ke rumah bersama Mama.


"Udah kok, kakiku agak pegel aja Kak, tapi nggak apa-apa."


"Kita ke dalam aja ya," ajaknya yang langsung aku turuti.


Kami kembali ke dalam meninggalkan beberapa anggota keluarga yang masih menikmati pesta.


Dengan hati-hati, Kak Zayn menuntunku menaiki anak tangga satu per satu. Sebenarnya cukup sulit saat harus naik tangga mewah yang melingkar dengan banyak anak tangga, tapi aku tidak mau membuat Kak Zayn lebih khawatir karena itu aku mencoba kuat dan tidak manja.


"Nggak apa-apa kan kalau aku istirahat?" tanyaky saat kami sudah berada di tengah-tengah tangga.


"Nggak apa-apalah Queen, ini kan juga cuma pesta keluarga. Mereka juga paham kalau kamu butuh banyak istirahat."


"Aku istirahat bentar, Kakak tinggal aja nggak apa-apa."


"Aku temenin kamu, udah kamu tidur aja." Kak Zayn naik ke ranjang dan mulai memijat kakiku.


"Jangan Kak, aku nggak apa-apa kok."


"Kaki kamu pasti pegal-pegal, besok kita akan spa hamil ya, sekarang biarkan suamimu ini yang memijatnya," kata Kak Zayn dengan senyumannya yang menawan.


❤❤❤


Selamat sore gaess, aku datang terlambat. Insya Allah bab berikutnya Zayyan Putri ya 🙈🙈 Kira-kira mereka akan nganu-nganu nggak 🤣🤣🤣


Jangan lupa jempolnya diangkat semua 😘😘😘