Istri Big Boss

Istri Big Boss
Bab 138


Hubungan Putri dan laki-laki bernama Erlan itu semakin semakin akrab. Hari ini Putri bahkan menolak ajakanku untuk pulang bareng, padahal biasanya kami selalu pulang pergi bersama. Aku merasa, Putri sekarang berubah.


Aku kabur dari mata kuliah terakhir demi mencari tahu hubungan Putri dan Erlan. Ternyata, mereka pulang bersama. Aku membuntuti keduanya, walau tidak mesrah, tapi tetap saja mereka berdekatan.


Erlan mengantar Putri sampai di depan lobi apartemen. Aku terus mengikuti sampai akhirnya Erlan pergi. Lalu, aku mengejar Putri yang kini masuk ke dalam lift.


"Kak Za ngapain?" tanya Putri saat aku mengikutinya masuk ke lift.


"Aku mau ngomong sama kamu, penting."


"Ya udah ngomong-ngomong aja, nggak ada yang ngelarang kok," balasnya yang malah mengeluarkan ponsel dan membuka aplikasi hijau, ada nama Erlan yang lagi-lagi muncul di sana.


Aku merebut ponsel Putri dan mengangkatnya tinggi-tinggi sehingga Putri kesulitan untuk mengambilnya dariku.


"Kak Za itu maunya apa sih? Suka banget ngerebut ponselku, itu aku dibeliin Mas Kai loh, bukan dari Kak Zayyan," ocehnya yang terdengar galak.


"Kamu selingkuh sama si Erlan itu?" tuduhku tanpa basa-basi.


"Kalau pacaran beneran boleh lah Kak Za nuduh aku selingkuh, kita ini cuma pura-pura pacaran, Kak." Tepat saat Putri mengatakan itu pintu lift terbuka, tapi aku tidak peduli dan malah menekan angka 1 agar lift kembali ke lantai dasar.


"Aku nggak peduli, Put. Di mata orang lain kamu itu pacarku, nggak seharusnya kamu jalan sama dia."


"Apa salahnya kalau aku dekat sama dia, dia yang nantinya akan menjadi pacarku yang sesungguhnya, bukan pacar pura-pura seperti Kak Za."


"A–"


"Zayyan."


Suara Kak Zayn mengagetkanku. Pintu lift yang seharusnya kembali tertutup, ternyata masih terbuka. Kak Zayn dan asistennya ternyata ada di balik pintu lift yang terbuka itu. Aku pasti akan terkena masalah saat ini.


"Kalian berdua, ikut!" perintahnya dengan nada bicara yang tinggi.


Kak Zayn pasti marah besar karena kami berbohong.


"Aku benci sama kamu," ucap Putri yang akhirnya berjalan bersama kakaknya, meninggalkanku yang berjalan sendirian di belakang mereka.


"Kak Zayn ngapain sih di sini?" tanyaku saat disuruh masuk ke unit milik asistennya itu. Aku tahu sebentar lagi aku akan disidang.


"Aku numpang buang air kecil di sini, kamu sendiri ngapain? Datang ke rumah perempuan, mau apa?" tegasnya.


"Ini nggak seperti yang Kakak pikirkan," balasku dengan suara lemah.


"Sebenarnya, kami ...."


"Putri," cegahku saat Putri akan mengungkapkan kebenarannya.


"Zayyan diam!" bentak Kak Zayn.


Aku memegang kepalaku yang tiba-tiba berdenyut. Mau tidak mau aku harus mengaku sekarang.


"Oke, aku sama Putri emang cuma pura-pura pacaran, aku minta maaf sama Kak Zayn, tapi sepertinya aku suka beneran sama Putri," jawabku sambil menundukkan kepala.


Sebenarnya bukan itu yang ingin aku katakan pada Kak Zayn, tapi entah mengapa mulut dan hatiku malah mengatakan yang sebenarnya.


"Kamu suka sama aku? Beneran suka apa cuma pura-pura?" tanya Putri dengan ekspresi mengejek.


"Terserah kamu mau percaya atau nggak, yang jelas aku suka sama kamu, dan aku nggak suka kamu deket sama cowok lain."


"Sorry, tapi aku nggak bisa, aku sukanya bukan sama kamu."


Jawaban Putri benar-benar membuatku syok. Aku tidak menyangka akan ditolak lagi oleh gadis yang kusuka.


"Kai, kita ke ruangan kerja kamu aja dulu, mereka butuh waktu bicara kayaknya," kata Kak Zayn yang dibalas anggukan oleh asistennya.


Setelah kepergian Kak Zayn dan asistennya, kini hanya ada aku dan Putri di ruang tamu ini.


"Apa ini karena Erlan?" tanyaku.


Putri mengangguk, dan itu membuat hatiku patah untuk kedua kalinya.


"Kamu dan dia pacaran?"


"Kami belum saling terbuka soal perasaan kami, tapi dari perhatian yang Kak Erlan berikan sama aku, aku yakin dia suka sama aku."


❤❤❤


Uh, Kasihan Abang Za aku, jangan jadi sadboys ya. Nanti aku cariin dukun buat guna-guna si Puput eh Putri maksudnya 🙃🙃🙃


Aku nggak maksa, dikasih hadiah ya aku seneng, nggak dikasih jug nggak apa-apa, yang penting jempolnya dipencet jangan lupa 😘😘😘


Yang kepo sama kelanjutannya Arsen sama Om Doni, aku up di novelku satunya ya MENIKAHI ANAK SOPIR, di sini nggak aku up biar nggak dikira males mikir 🤣🤣🤣 kan jahat yang ngatain gitu 🤭🤭