
DERA
Entah apa yang sebenarnya terjadi antara sepasang kekasih itu. Jujur, aku tidak menyangka jika Zayyan sampai berani berbuat seperti yang Papa Elvan dan Asisten Kaisar tuduhkan. Yang aku kenal dulu, Zayyan laki-laki baik yang menghormati perempuan. Rasanya tidak mungkin jika Zayyan akan berani melakukan hal yang hina itu.
"Za, jawab jujur! Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Kak Zayn dengan tegas.
"Bos, meskipun Tuan Muda itu adik kandungnya Bos Zayn, tapi Putri juga adik kandung saya. Sebagai kakak saya tidak ingin adik perempuan saya dipermainkan," potong Asisten Kaisar.
"Kai, aku tahu. Makanya aku tanya mereka dulu, siapa tahu ini cuma kesalahpahaman. Aku dan Dera juga menikah karena kesalahpahaman begitu kan. Bukankah kapan hari mereka mengakui kalau mereka hanya pura-pura berpacaran? " terang Kak Zayn.
Sepertinya Kak Zayn belajar dari pengalamannya sendiri. Memang dulu kami menikah karena kesalahpahaman, dan mungkin saja yang terjdi pada Zayyan dan Putri juga sama.
"Kesalahpahaman gimana, jelas-jelas kamu sama istrimu itu ada di dalam kamar yang sama, di bawah selimut yang sama." Papa Elvan terlihat menahan emosinya, urat-urat di lehernya terlihat jelas, dan matanya memerah.
"Pa, sebenarnya waktu itu Dera salah masuk mobil. Karena kami sama-sama mabuk, akhirnya tanpa sadar kami tidur di ranjang yang sama," jelas Kak Zayn yang membela diri. "Makanya sekarang aku tanya sama Zayyan, siapa tahu kita memang salah paham sama mereka," lanjutnya sambil menepuk bahu Papa Elvan.
"Jadi, kalian pura-pura pacaran?" tanya Mama Marisa.
"Oke, aku jelasin semuanya dari awal. Jadi, aku sama Putri emang bener pura-pura pacaran. Kami udah lama pisah dan mengakhiri hubungan palsu itu. Kemarin, aku nggak sengaja ketemu Putri, kita sama-sama kehujanan. Akhirnya, aku numpang mandi di apartemen Putri, karena Putri ngajak aku untuk minum teh. Waktu aku baru selesai mandi, putri di dapur masak mie instan, dan itu waktunya pas banget sama Asisten Kai yang baru pulang. Asisten Kai pikir kami ngelakuin hal yang macem-macem, padahal sebenarnya nggak gitu," jawab Zayyan panjang lebar.
"Terus, foto yang dikasih Zea itu apa?" tanya Kak Zayn lagi.
"Iya, aku lihat sendiri mereka pelukan di kamar, di atas kasur," sahut Kak Zea.
"Sebenarnya, kalungnya Putri nyangkut di selimut dan dia ketarik jatuh di atas aku. Ini buktinya." Zayyan menunjukkan sebuah kalung yang sudah putus.
Hening. Semua terdiam, termasuk Papa Elvan dan Asisten Kaisar.
"Tapi, kalau boleh jujur, aku udah suka sama Putri. Kalau Putri mau aku ingin menikahinya," kata Zayyan yang membuat kami semua saling pandang.
"Jangan bercanda deh," sahut Putri yang kini melotot ke arah Zayyan.
"Aku nggak bercanda, aku serius. Pa, Ma, aku boleh kan menikah?"
Apa yng diungkapkan Zayyan memang membingungkan. Di satu sisi ia menyangkal apa yang kami lihat hanya kesalahpahaman, tapi di satu sisi ia seolah membenarkan bahwa terjadi sesuatu yang membuat mereka harus segera menikah.
"Kamu nggak lagi hamil kan Putri?" Pertanyaan itu keluar dari mulut Kak Zea.
"Jangan ngaco Kak, aku sama Putri nggak seperti itu." Zayyan dengan suara tegas menyanggahnya.
"Tuan Besar, saya takut mereka menutupi sesuatu. Memang sih apa yang Tuan Muda katakan memang masuk akal, tap saya meragukan mereka," kata Asisten Kaisar.
Suasana menjadi sangat tegang. Papa Elvan berkali-kali memijat pelipisnya.
"Mama juga setuju kalau mereka menikah, Pa," kata Mama Marisa.
"Mas, aku masih muda, aku masih ingin hidup bebas. Aku nggak mau nikah, Mas."
"Apa bedanya kamu nikah sekarang dan nanti?"
"Mas, aku tuh bisa jaga harga diri aku. Mas aja belum nikah masa' aku nikah duluan?"
"Aku akan telfon ibu, Tuan Muda udah bersedia nikahin kamu, biar nggak ada salah paham lagi, lebih baik kamu terima lamaran Tuan Muda." Asisten Kaisar berpamitan untuk menelepon ibunya.
"Za, kamu serius mau nikahin Putri?" tanya Kak Zayn.
"Iya Kak, aku pikir semua kesalahpahaman ini akan terus berlangsung kalau aku nggak nikahin Putri, aku ngerasa harus bertanggung jawab untuk harga diri Putri."
❤❤❤
Nah kan, yang satu pengen nikah, yang satu nggak mau. Gimana dong?
Bantuin bujuk Putri dong, kirimin bunga sama kopinya 🤭🤭🤭🤭